Menu ✖

Mode Gelap
WCCE 2026 Hasilkan Jakarta Vision, Indonesia Bidik Masa Depan Ekonomi Kreatif Dunia KAI Services Latih Frontliner Tangani Kebakaran hingga Evakuasi Korban Dewan PKS Potong Gaji untuk Bantu Korban Karhutla, H. Fikri Hudi Oktiarwan Dukung Instruksi Presiden PKS ASDP Pastikan Penanganan Klaim dan Kawal Pemenuhan Hak Penumpang KMP Batumandi Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Mujiburrohman Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung MPU Aceh Tengah Dukung Pemekaran ALA, Karena Berorientasi pada Keadilan dan Kemaslahatan Umat

RAGAM

Dewan PKS Potong Gaji untuk Bantu Korban Karhutla, H. Fikri Hudi Oktiarwan Dukung Instruksi Presiden PKS

badge-check


 Dewan PKS Potong Gaji untuk Bantu Korban Karhutla, H. Fikri Hudi Oktiarwan Dukung Instruksi Presiden PKS Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf (AMY), menginstruksikan seluruh pejabat publik PKS untuk menyisihkan sebagian gaji guna membantu masyarakat yang terdampak bencana karhutla.

Instruksi tersebut disampaikan dalam pidato politik pembukaan Bimbingan Teknis Nasional (BIMTEKNAS) Anggota Legislatif dan Kepala Daerah PKS se-Indonesia di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, H. Fikri Hudi Oktiarwan, S.Sos., menyampaikan bahwa instruksi tersebut merupakan ajakan untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.

Menurutnya, kehadiran pejabat publik tidak cukup hanya melalui kebijakan dan aspirasi, tetapi juga perlu diwujudkan melalui aksi nyata membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Ketika masyarakat menghadapi bencana, kita harus hadir dan ikut merasakan kesulitan mereka. Instruksi Presiden PKS agar pejabat publik menyisihkan sebagian gaji untuk membantu korban karhutla merupakan ajakan untuk memperkuat kepedulian dan gotong royong,” demikian pesan yang dapat ditegaskan dalam semangat gerakan kemanusiaan tersebut.

Instruksi Presiden PKS tersebut mendapat sambutan dari para peserta BIMTEKNAS. Berdasarkan informasi yang disampaikan penyelenggara, sekitar 1.500 pejabat publik PKS hadir dalam kegiatan tersebut dan menyatakan dukungan terhadap ajakan membantu masyarakat terdampak karhutla.

Dalam arahannya, Almuzzammil Yusuf menekankan bahwa karhutla bukan semata-mata persoalan lingkungan. Dampaknya turut menyentuh aspek kesehatan, keselamatan, serta keberlangsungan kehidupan masyarakat. Asap kebakaran yang menyebar ke berbagai wilayah dapat mengganggu aktivitas warga dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

Karena itu, dukungan bagi masyarakat terdampak perlu dilakukan melalui berbagai bentuk bantuan, termasuk bantuan kemanusiaan, pembagian masker, serta upaya pelayanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan.

Gerakan penyisihan sebagian gaji pejabat publik diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi untuk meringankan beban masyarakat. Bantuan tersebut juga menjadi pengingat bahwa jabatan publik membawa tanggung jawab sosial yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Bagi H. Fikri Hudi Oktiarwan, persoalan karhutla membutuhkan perhatian bersama. Penanganannya tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga perlindungan kesehatan masyarakat, pemulihan lingkungan, dan pencegahan agar bencana serupa tidak terus berulang.

Ia juga menegaskan pentingnya peran berbagai pihak dalam membantu warga terdampak, mulai dari pemerintah, lembaga terkait, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat luas. Sinergi tersebut diperlukan agar penanganan bencana berjalan lebih efektif dan kebutuhan warga dapat terpenuhi.

Selain mendorong bantuan kemanusiaan, Presiden PKS juga meminta agar kantor-kantor PKS dapat difungsikan sebagai tempat pelayanan bagi masyarakat terdampak sesuai dengan kemampuan yang tersedia. Langkah ini diarahkan untuk memperluas akses warga terhadap bantuan, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lanjut usia.

Di sisi lain, penanganan karhutla tetap membutuhkan langkah pencegahan, penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab, serta pemulihan kawasan yang mengalami kerusakan.

Instruksi penyisihan sebagian gaji pejabat publik PKS menjadi bagian dari ajakan untuk memperkuat solidaritas terhadap warga yang menghadapi dampak karhutla. Dukungan para pejabat publik diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan lebih luas dalam aksi kemanusiaan.

Bagi masyarakat terdampak, bantuan yang diberikan dapat menjadi dukungan penting di tengah situasi sulit. Namun, upaya penanganan bencana juga harus berjalan beriringan dengan langkah konkret untuk melindungi lingkungan dan mencegah terulangnya kebakaran hutan dan lahan.

Semangat gotong royong inilah yang perlu terus dirawat. Ketika bencana terjadi, kepedulian tidak cukup berhenti pada pernyataan, tetapi perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata, kerja bersama, dan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan.*** (Dull)

Baca Lainnya

MPU Aceh Tengah Dukung Pemekaran ALA, Karena Berorientasi pada Keadilan dan Kemaslahatan Umat

22 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Ibu Sina dan Seni Menghadapi Ketidakpastian Hidup 

22 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Wabup Bandung Dorong Serikat Pekerja dan Buruh Tingkatkan Negosiasi Soal Ketenagakerjaan 

22 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Resolusi Jihad Warnai Hari Santri TH 2026 Tingkat Kecamatan Caringin Garut 

22 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Kemarau Masih Melanda Kabupaten Bogor, H. Fikri Hudi Oktiarwan Imbau Warga Waspadai Kebakaran Hutan, Lahan, dan Permukiman

22 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Kejati Bengkulu dan Pelindo Regional 2 Bengkulu Perpanjang MoU, Perkuat Kepastian Hukum Operasional Pelabuhan

22 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Little Harbour, Dermaga Aman bagi Anak dan Ruang Tenang bagi Orang Tua di Pelindo Regional 2

21 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Suasana Panas Terjadi Saat Pembacaan Vonis Bupati Pati Non Aktif Sudewo

21 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Hari Santri Nasional 2026, H. Fikri Hudi Oktiarwan Ajak Santri Teguhkan Khittah Kebangsaan dan Perkuat Persatuan

21 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Kemenhub-Polri Perkuat Sinergi dan Kolaborasi di Sektor Transportasi

21 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Trending di RAGAM