Wartatrans.com, TAKENGON — Sejumlah pengusaha online mengeluhkan kondisi paket yang mengalami kerusakan selama proses pengiriman melalui jasa ekspedisi J&T Express. Kerusakan tersebut dinilai dapat merugikan pengusaha sekaligus mengganggu kepercayaan pelanggan.
Salah seorang pelaku usaha online mengaku telah beberapa kali mengalami persoalan serupa. Bahkan, dalam dua kali pengiriman terakhir, paket yang dikirim mengalami kerusakan pada bagian kemasan.

Selain itu, beberapa paket dengan tujuan Jakarta juga disebut tiba dalam kondisi kemasan rusak. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena terdapat paket yang terlihat seperti telah dibuka atau mengalami kerusakan pada bagian tertentu.
Padahal, menurutnya, barang yang dikirim telah dikemas dengan standar keamanan yang cukup baik.
“Saya menjual kopi kemasan. Kami sudah berusaha mengikuti standar SOP pengemasan. Kopi dimasukkan ke dalam kardus dan kardus kami lakban penuh agar aman sampai tujuan. Tetapi masih juga ditemukan paket yang rusak ketika sampai kepada pelanggan,” ujarnya.
Kerusakan paket tidak hanya menimbulkan persoalan bagi pelanggan, tetapi juga berdampak langsung terhadap pelaku usaha. Ketika pelanggan menerima barang dalam kondisi rusak, penjual sering kali harus mengganti pesanan atau mengirimkan kembali barang tersebut.
Kondisi itu menyebabkan pengusaha menanggung kerugian tambahan, mulai dari biaya produk, kemasan hingga ongkos pengiriman ulang.
Pelaku usaha tersebut berharap pihak J&T memberikan perhatian serius terhadap persoalan keamanan paket dan melakukan evaluasi terhadap seluruh tahapan proses pengiriman.
Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap kurir yang menjemput barang, tetapi juga pada proses sortir, pengangkutan, penyimpanan di gudang hingga kurir yang mengantarkan paket kepada penerima.
“Kami para pengusaha online menitipkan harapan di setiap paket yang kami percayakan kepada pihak J&T. Kami berharap paket tersebut bisa selamat sampai tujuan,” katanya.
Ia menegaskan, paket yang diserahkan kepada perusahaan ekspedisi bukan sekadar barang, tetapi di dalamnya terdapat modal usaha, kerja keras serta kepercayaan pelanggan.
“Ketika paket rusak, yang terdampak bukan hanya barangnya. Kepercayaan pelanggan kepada kami sebagai penjual juga ikut terganggu,” ujarnya.
Karena itu, pihaknya meminta J&T Express meningkatkan pengawasan dan memberikan perhatian terhadap setiap laporan kerusakan paket dari konsumen.
Ia juga berharap apabila ditemukan kelalaian dalam proses penanganan paket, perusahaan dapat melakukan evaluasi dan mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Semoga ke depan pelayanan semakin baik dan kami sebagai pengusaha bisa kembali merasa aman menitipkan barang kepada jasa ekspedisi,” pungkasnya.*** (Kamaruzzaman)


























