Menu ✖

Mode Gelap
KAI Operasikan 9 Gardu Pelintasan, Progres Pembangunan 190 Titik JPL Capai 98 Persen 32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada Kemenhub Perkuat Aksi Nyata Penanganan Kendaraan ODOL di Jatim Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum

RAGAM

Cuaca Aceh Tengah Perlu Diwaspadai, Masyarakat Diminta Antisipasi Hujan Lebat

badge-check


 Cuaca Aceh Tengah Perlu Diwaspadai, Masyarakat Diminta Antisipasi Hujan Lebat Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menempatkan Provinsi Aceh dalam kategori siaga potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada 8 dan 9 dan seterusnya September 2026.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, khususnya bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan perbukitan dan lereng. Hujan dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan risiko genangan, pohon tumbang, longsor, serta gangguan terhadap akses transportasi.

Aceh Tengah yang memiliki wilayah pegunungan dan banyak kawasan dengan kontur lereng perlu melakukan langkah antisipasi sejak dini. Masyarakat yang berada di sekitar tebing, aliran sungai, maupun kawasan rawan longsor diimbau untuk memperhatikan kondisi lingkungan dan segera mengambil tindakan apabila muncul tanda-tanda yang membahayakan.

BMKG sebelumnya juga menyebut Aceh termasuk wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan hujan, dengan kondisi atmosfer yang dapat mendukung pertumbuhan awan hujan.

Masyarakat juga diimbau untuk berhati-hati saat berkendara, terutama ketika hujan deras menyebabkan jarak pandang berkurang dan kondisi jalan menjadi licin.

Pemerintah daerah, aparatur kampung, relawan kebencanaan dan masyarakat diharapkan terus meningkatkan pemantauan terhadap daerah-daerah yang memiliki riwayat banjir maupun longsor.

Kewaspadaan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko. Masyarakat diminta tidak panik, namun tetap memperhatikan informasi resmi BMKG dan perkembangan kondisi di wilayah masing-masing.

Dengan kesiapsiagaan bersama, potensi dampak buruk akibat cuaca ekstrem di wilayah Aceh Tengah diharapkan dapat diminimalkan.*** (Kamaruzzaman)

Baca Lainnya

32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur

10 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum

10 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Nazali Lempo dan Wacana Jaksa Agung: Pengalaman Militer, Kepastian Hukum, dan Perluasan Peran TNI di Era Prabowo

10 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Antrean Solar Mengular di SPBU Gintong Pidie, Pengemudi L300 Kesal Menunggu Berjam-jam

10 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Wasda di Cariu, H. Fikri Serap Aspirasi dan Dorong Penguatan Pertanian Warga

10 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Libatkan Perempuan Jagatara, Jumat Berkah Wartawan Berbagi 100 Paket Makanan di Tebet & Kuningan Jaksel

10 Oktober 2026 - 12:20 WIB

PNM dan BAZNAS Perluas Layanan Kesehatan, 15 Daerah Terima Ambulans PNM Peduli

10 Oktober 2026 - 12:16 WIB

NPCT1 Raih Penghargaan “Container Terminal Operator of the Year” pada Indonesia Logistics Awards 2026

10 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Kemenhaj Perkuat Integrasi Data Kependudukan untuk Lindungi Hak Jemaah Haji

10 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Anggota DPR RI FPDIP Komarudin Watubun Minta Gibran Mundur, DPR Buka Opsi Tindak Lanjuti Putusan MK

9 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Trending di RAGAM