Wartatrans.com, JAKARTA – Presiden Direktur PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) Antonio Randazzo menghadapi persaingan baru di pasar truk heavy-duty Indonesia, terutama setelah merek asal China mulai masuk lebih agresif ke sektor pertambangan.
Fenomena itu menjadi salah satu perhatian DCVI saat tampil di Mining Indonesia 2026.

Antonio yang efektif memimpin DCVI sejak Agustus 2026 menjadikan Mining Indonesia sebagai salah satu momentum awal untuk mempertegas posisi Mercedes-Benz Trucks. DCVI membawa L-Series atau “Truk Bagong” bersama Actros, Arocs, dan Axor, sekaligus menandai 130 tahun perjalanan Mercedes-Benz Trucks.
“Kami melihat adanya tren di mana merek-merek asal Tiongkok mulai masuk ke sektor pertambangan,” ujar Antonio saat pembukaan booth DCVI di Mining Indonesia 2026, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, perusahaan masih mencermati perkembangan tersebut, termasuk kaitannya dengan elektrifikasi dan keberlanjutan bisnis pertambangan.
Tekanan persaingan itu sejalan dengan data GAIKINDO. Kukuh Kumara dalam seminar GIICOMVEC 2026, Kamis (9/4/2026), menyebut impor CBU China di segmen medium dan heavy-duty di atas 20 ton meningkat dari 5.880 unit pada 2022 menjadi 14.809 unit pada 2025, dari pasar sekitar 30.000 unit.
Kukuh juga mengatakan utilisasi lima produsen kendaraan niaga dalam negeri, termasuk Daimler, berada di bawah 50 persen. Menurut dia, perbedaan beban regulasi dan biaya membuat produk yang diproduksi di dalam negeri menghadapi tekanan harga ketika berhadapan dengan truk impor China.
Di tengah persaingan tersebut, DCVI menampilkan Actros 4058 S Side Dump Trailer berkapasitas 90 meter kubik, Arocs 4845 K dengan konfigurasi 8×4 dan body 40 meter kubik, serta Axor 2528 CH Fuel Tank. Produk-produk itu memperlihatkan fokus Mercedes-Benz pada kebutuhan operasional berat, terutama pertambangan.
Strategi tersebut ditopang produksi lokal. Pabrik DCVMI di Cikarang memiliki kapasitas hingga 5.000 unit truk dan bus per tahun, dengan investasi sekitar Rp500 miliar.
Selain kendaraan, DCVI menawarkan telematics dan layanan purnajual untuk membantu pelanggan memantau armada, konsumsi bahan bakar, perawatan, dan menjaga uptime kendaraan. Pada Juli 2026, Mercedes-Benz Trucks and Buses Indonesia bersama LEMIGAS juga menyelesaikan pengujian biodiesel B50 sebagai bagian dari kesiapan terhadap arah energi nasional.
Antonio menegaskan DCVI akan memperkuat portofolio untuk menjawab kebutuhan pelanggan dan ekosistem pertambangan. “Kami tetap membuka mata untuk melihat di mana kami bisa meningkatkan portofolio dan menambahkan satu atau dua jenis truk lagi agar bisa lebih kompetitif,” katanya pada Rabu (9/9/2026).
Bagi Mercedes-Benz, persaingan heavy-duty kini bukan hanya soal merek dan harga. Efisiensi bahan bakar, kapasitas angkut, ketahanan kendaraan, produksi lokal, teknologi digital, serta layanan purnajual menjadi faktor yang menentukan posisi ketika pemain baru mulai membidik pasar pertambangan Indonesia. (Artha Tidar)





























