Menu

Mode Gelap
Meriahkan Hari Kemerdekaan RI, KAI Services Regional 6 Yogyakarta Gelar Fun Walk Menjelang Doa Bersama 21 Tahun Perjanjian Damai, Masjid Raya dibanjiri Rakyat Aceh KAI Wisata Hadirkan Promo HUT RI ke-81, Ada Diskon 17% hingga Kereta Panoramic Presiden GPAB: Jika Data Mentan Tidak Utuh, Amran Harus Minta Maaf kepada Rakyat Aceh Perankan Tan Malaka, Tanta Ginting Temukan Banyak Sisi yang Belum Banyak Diketahui 81 Tahun Merdeka, Meradjoet Sendja Ajak Generasi Muda Menemukan Kembali Role Model dan Makna Kemerdekaan

OTOMOTIF

Prabowo Genjot Motor Listrik Nasional, Siapkan Insentif Produksi hingga 1 Juta Unit

badge-check


 Peluncuran motor listrik Presiden Prabowo. (Ilustrasi) Perbesar

Peluncuran motor listrik Presiden Prabowo. (Ilustrasi)

Wartatrans.com, JAKARTA – Pemerintah mempercepat transformasi transportasi berbasis listrik dengan mendorong produksi motor listrik nasional sekaligus menyiapkan skema pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto menyebut langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) sekaligus memperkuat industri kendaraan listrik dalam negeri.

Komitmen itu disampaikan Prabowo saat menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 beserta Nota Keuangan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

“Sekarang kita akan percepat proses elektrifikasi mobilitas rakyat. Subsidi BBM harus kita kurangi secara signifikan. Untuk itu, pemerintah yang saya pimpin kemarin telah meluncurkan ekosistem motor listrik nasional,” ujar Prabowo.

Pemerintah, kata Prabowo, akan memberikan insentif bagi perusahaan yang mampu membangun kapasitas produksi hingga 1 juta unit motor listrik yang dibuat di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia.

Kebijakan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperluas penggunaan kendaraan listrik. Pemerintah juga ingin menjadikan peningkatan produksi sebagai penggerak industri nasional, mulai dari baterai, komponen, perangkat lunak hingga layanan purnajual.

Prabowo menyebut sedikitnya ada tiga sasaran utama yang ingin dicapai melalui pengembangan Motor Listrik Nasional (MoLiNas). Pertama, membuat kendaraan lebih terjangkau bagi masyarakat. Kedua, menekan konsumsi energi impor. Ketiga, memperbesar kapasitas industri kendaraan listrik beserta rantai pasoknya.

“Menurunkan biaya kendaraan untuk rakyat, mengurangi konsumsi bahan bakar impor, dan membesarkan industri motor listrik nasional beserta rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, serta layanan purnajualnya,” katanya.

Penghematan Biaya Pengguna

Prabowo juga menyoroti potensi penghematan biaya operasional kendaraan listrik dibandingkan sepeda motor berbahan bakar bensin.
Ia memperkirakan pengguna motor listrik dapat mengeluarkan biaya sekitar 50 persen lebih rendah dibandingkan penggunaan motor BBM. Bahkan, pengeluaran tersebut disebut berpotensi turun hingga hanya sekitar 30 persen dari biaya yang dikeluarkan saat ini.

“Setiap motor listrik buatan anak-anak Indonesia yang berjalan di jalan raya adalah tiga kemenangan sekaligus. Pertama, penghematan bagi rakyat, penghematan bagi keluarga mereka,” ujarnya.

Selain menekan pengeluaran rumah tangga, peralihan tersebut dinilai dapat mengurangi impor energi sekaligus menciptakan lapangan kerja baru melalui pertumbuhan industri kendaraan listrik.

Prabowo juga mengatakan Indonesia memiliki sebagian besar unsur yang dibutuhkan untuk membangun industri baterai kendaraan listrik. Kondisi itu menjadi modal untuk memperkuat rantai pasok kendaraan listrik di dalam negeri.

MoLiNas Resmi Diluncurkan

Langkah mempercepat elektrifikasi tersebut sebelumnya ditandai dengan peluncuran ekosistem Motor Listrik Nasional oleh Prabowo di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo meninjau langsung proses produksi motor listrik dan melihat ekosistem kendaraan listrik yang dikembangkan di dalam negeri.

PT Ilectra Motor Group (ALVA) hingga saat ini telah memproduksi sekitar 20.000 unit motor listrik. Prabowo menyatakan akan kembali hadir ketika kapasitas produksi perusahaan tersebut mencapai 200.000 unit.

Peluncuran MoLiNas juga ditandai dengan penandatanganan plakat produksi ALVA sebanyak 20.000 unit.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan pengembangan MoLiNas merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi nasional.

Menurut Rosan, program tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah, BUMN, pengusaha nasional dan perusahaan dalam negeri.

“MoLiNas ini adalah kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara, dan juga pengusaha nasional, perusahaan nasional dalam rangka kita meningkatkan peran dari kemandirian kita,” kata Rosan.

Ia menilai berbagai komponen dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan kendaraan listrik sebenarnya tersedia di Indonesia sehingga perlu diintegrasikan menjadi kekuatan industri nasional.

Dorong Produksi hingga 1 Juta Unit

Setelah peluncuran MoLiNas, pemerintah kini mengarahkan pengembangan industri pada peningkatan kapasitas produksi. Insentif produksi hingga 1 juta unit menjadi salah satu instrumen yang disiapkan pemerintah.

Kebijakan ini diharapkan menciptakan skala industri yang lebih besar sehingga harga kendaraan dapat ditekan sekaligus memperkuat posisi produsen dalam negeri.

Pemerintah juga ingin peningkatan produksi tidak berhenti pada perakitan kendaraan. Ekosistem yang mencakup baterai, komponen, perangkat lunak, riset dan pengembangan, hingga layanan purnajual turut didorong agar nilai tambah tetap berada di dalam negeri.

Prabowo menilai keterlibatan dunia usaha, BUMN, akademisi dan sektor swasta menjadi kunci dalam membangun kemampuan teknologi nasional.

“Hari ini adalah menurut pendapat saya, salah satu contoh yang baik dari apa yang saya sebut Indonesia Incorporated. Keberhasilan suatu bangsa di era modern adalah kemampuan bangsa itu menguasai sains dan teknologi,” kata Prabowo.

Danantara Siapkan Skema Pembiayaan

Dari sisi konsumen, pemerintah juga menyiapkan strategi agar harga kepemilikan motor listrik semakin mudah dijangkau.

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) disebut menyiapkan skema pembiayaan melalui bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Salah satu konsep yang didorong adalah kredit dengan uang muka atau down payment (DP) 0 persen dan bunga yang lebih rendah.

Skema tersebut ditujukan untuk mengurangi hambatan masyarakat yang ingin beralih dari motor bensin ke motor listrik.

Namun, DP 0 persen bukan berarti kendaraan diberikan secara gratis. Konsumen tetap harus membayar harga motor melalui cicilan sesuai tenor, suku bunga, biaya administrasi, dan persyaratan lembaga pembiayaan yang nantinya ditetapkan.

Detail mengenai persyaratan konsumen, model kendaraan yang masuk program, tenor kredit, besaran bunga, serta mekanisme pengajuan masih menunggu ketentuan resmi.

Prabowo Dorong Skema Tukar Tambah

Selain pembiayaan dengan DP 0 persen, Prabowo juga membuka kemungkinan skema tukar tambah untuk mempercepat peralihan pengguna motor konvensional.

Menurutnya, masyarakat yang memiliki motor berbahan bakar bensin dapat menyerahkan kendaraan lama untuk mendapatkan motor listrik dengan tambahan biaya tertentu.

“Kau setor motor lama, dapat motor baru. Ya tambah dikit lah,” kata Prabowo.

Presiden juga mengingatkan bahwa tren elektrifikasi kendaraan merupakan perkembangan global yang perlu diantisipasi Indonesia.

Ia menilai semakin luasnya penggunaan kendaraan listrik akan mengubah pola mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap industri pendukung.

“Jadi ini warning saja yang masih nekad gandrung dengan motor bensin,” ujarnya.

Pemerintah berharap kombinasi antara peningkatan produksi, insentif industri, kemudahan pembiayaan, dan pengembangan ekosistem dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik. Pada saat yang sama, kebijakan tersebut diarahkan untuk mengurangi konsumsi BBM impor dan memperkuat industri nasional.

Dengan demikian, program MoLiNas tidak hanya ditempatkan sebagai kebijakan transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari agenda industrialisasi, ketahanan energi, penguasaan teknologi, dan penciptaan lapangan kerja di dalam negeri.(fahmi)

 

Baca Lainnya

DAMRI Berbagi Pengalaman Pengelolaan Bus Listrik, Dorong Transportasi Hijau di Indonesia

14 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Ajinomoto Kuasai Material Chip Dunia

9 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Perkuat Kiprah Pereli Perempuan Indonesia, PRIVE Health Team Kembali Dukung LodySasty di AXCR 2026 di Thailand

5 Agustus 2026 - 09:50 WIB

FIFGROUP Perluas Edukasi Keselamatan Berkendara Lewat FABL ke Panggung Gaikindo Indonesia International Auto Show 2026

4 Agustus 2026 - 12:32 WIB

GIIAS 2026: China, Jepang, dan Eropa Berebut Panggung Otomotif

31 Juli 2026 - 07:43 WIB

Hyundai, BYD, dan Toyota Adu Strategi Otomotif di Panggung Sponsor Olahraga

29 Juli 2026 - 06:58 WIB

Audi Perkuat Lini SUV Premium di GIIAS 2026, Persaingan Kendaraan Mewah Kian Sengit

22 Juli 2026 - 21:44 WIB

DAMRI Dukung Kehadiran Bus Hydrogen–Diesel Dual Fuel Pertama di Indonesia

22 Juli 2026 - 14:30 WIB

Teknologi Ban Makin Berbicara, Sensor dan AI Dorong Era Baru Industri Roda

21 Juli 2026 - 19:53 WIB

Ekspor Mobil China Tembus 1,06 Juta Unit, Kini Bidik Pasar EV RI Rp28 Triliun

20 Juli 2026 - 21:52 WIB

Trending di OTOMOTIF