Menu

Mode Gelap
Swasembada 8 Komoditas, Politik Pangan Prabowo Mulai Berbuah Investasi Tembus Rp1.010,6 Triliun, Kebijakan Prabowo Mulai Dorong Hilirisasi dan Lapangan Kerja Bertekat Benahi MBG, Kepala BGN Perketat Pengawasan MBG, 1.999 Dapur SPPG Dihentikan Sementara Presiden Prabowo Memuji SBY dan Berterima Kasih Atas Pidato ‘Kritik Tajam’ AHY Jakarta Turunkan 6.500 Km Kabel, Babak Baru Ketahanan Infrastruktur Pasar Tablet Indonesia Tumbuh, TECNO Tambah Varian

EKOBIS

Investasi Tembus Rp1.010,6 Triliun, Kebijakan Prabowo Mulai Dorong Hilirisasi dan Lapangan Kerja

badge-check


 Investasi Tembus Rp1.010,6 Triliun, Kebijakan Prabowo Mulai Dorong Hilirisasi dan Lapangan Kerja Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil dalam capaian investasi nasional. Hingga Semester I 2026, realisasi investasi Indonesia mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka tersebut setara dengan 49,5 persen dari target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.

Yang menjadi perhatian, investasi tersebut tidak hanya diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja. Sepanjang Januari-Juni 2026, realisasi investasi telah menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia, meningkat sekitar 15 persen secara tahunan.

Capaian ini menjadi salah satu indikator bahwa strategi pemerintah yang menempatkan investasi, hilirisasi dan penciptaan lapangan kerja sebagai bagian penting dari transformasi ekonomi mulai bergerak.

Presiden Prabowo sejak awal pemerintahannya menekankan pentingnya Indonesia tidak lagi hanya menjadi negara pemasok bahan mentah. Investasi diarahkan agar menghasilkan nilai tambah di dalam negeri, membuka industri baru dan menciptakan pekerjaan bagi masyarakat.

Hilirisasi Jadi Arah Utama

Kebijakan hilirisasi menjadi salah satu instrumen utama pemerintah untuk mengubah struktur ekonomi tersebut.

Pada Semester I 2026, investasi di sektor hilirisasi tercatat sekitar Rp300,1 triliun, atau hampir 29,7 persen dari total investasi nasional.

Investasi tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, antara lain pengolahan mineral seperti nikel, tembaga, bauksit, besi dan baja, serta pasir silika.

Dengan demikian, kebijakan investasi pemerintahan Prabowo tidak semata mengejar besarnya nilai investasi, tetapi juga mendorong agar sumber daya alam Indonesia diolah di dalam negeri sebelum menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Presiden Prabowo juga menempatkan hilirisasi sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Pemerintah bahkan mendorong agar investasi asing yang masuk ikut memberikan nilai tambah melalui pembangunan industri pengolahan di Indonesia.

Modal Dalam Negeri Tetap Kuat

Komposisi investasi Semester I 2026 juga menunjukkan peran modal dalam negeri tetap besar. Dari total Rp1.010,6 triliun, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp507,6 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp502,9 triliun.

Artinya, porsi investasi asing dan domestik relatif berimbang. Kondisi tersebut penting bagi strategi pemerintahan Prabowo karena pembangunan ekonomi tidak hanya mengandalkan modal asing, tetapi juga berusaha memperkuat kapasitas pelaku usaha dan investor nasional.

Pemerintah juga terus mendorong kemudahan berusaha dan mengurangi berbagai hambatan investasi sebagai bagian dari upaya mempercepat masuknya modal ke sektor-sektor produktif.

Investasi Mulai Bergeser ke Luar Jawa

Data Semester I 2026 juga memperlihatkan arah pemerataan investasi. Realisasi investasi di luar Jawa mencapai sekitar Rp507,8 triliun atau 50,2 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan investasi di Pulau Jawa sebesar Rp502,8 triliun atau 49,8 persen.

Perubahan ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk mendorong pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah, terutama melalui hilirisasi sumber daya alam.

Dengan industri dibangun lebih dekat dengan sumber bahan baku, daerah di luar Jawa berpeluang memperoleh manfaat berupa investasi, infrastruktur, aktivitas ekonomi dan lapangan pekerjaan.

Dari Investasi Menuju Kesejahteraan

Bagi pemerintah, angka Rp1.010,6 triliun bukan tujuan akhir. Ukuran keberhasilan investasi pada akhirnya adalah seberapa besar investasi tersebut mampu menggerakkan ekonomi, menciptakan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat struktur industri nasional.

Dengan hampir 1,45 juta tenaga kerja yang telah terserap dari realisasi investasi Semester I, terdapat indikasi bahwa investasi mulai memberikan dampak langsung terhadap masyarakat.

Capaian investasi tersebut juga berlangsung ketika perekonomian Indonesia pada triwulan II 2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan, dengan pemerintah menyebut konsumsi, investasi dan kebijakan pemerintah sebagai faktor yang menopang pertumbuhan.

Di sisi lain, Presiden Prabowo juga telah membawa agenda penguatan investasi Indonesia ke forum internasional. Dalam World Economic Forum 2026, Presiden menyoroti potensi dan stabilitas ekonomi Indonesia serta keberadaan Danantara sebagai sovereign wealth fund yang diarahkan menjadi mitra strategis dalam pembangunan ekonomi.

Dengan demikian, capaian investasi Semester I 2026 dapat dibaca sebagai bagian dari agenda yang lebih besar: mengubah Indonesia dari ekonomi berbasis komoditas menjadi ekonomi berbasis nilai tambah, industri dan lapangan kerja.

Jika tren tersebut dapat dipertahankan hingga akhir tahun, target investasi Rp2.041,3 triliun bukan sekadar angka dalam dokumen pemerintah, tetapi menjadi salah satu ukuran keberhasilan strategi ekonomi pemerintahan Prabowo dalam memperkuat fondasi pertumbuhan nasional.*** (Dull)

Baca Lainnya

Swasembada 8 Komoditas, Politik Pangan Prabowo Mulai Berbuah

10 September 2026 - 20:02 WIB

Pasar Tablet Indonesia Tumbuh, TECNO Tambah Varian

10 September 2026 - 17:42 WIB

AirNav Paparkan Materi Kesetaraan Gender di Forum DGCA/61

10 September 2026 - 15:56 WIB

IPCC Raih Tiga Penghargaan di TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 - 15:03 WIB

Citilink-Tzu Chi Teken Kesepakatan Perkuat Kesiapsiagaan dan Respons Tanggap Darurat

10 September 2026 - 12:46 WIB

AirNav Indonesia Sabet TOP GRC Awards 2026 #5 Star

10 September 2026 - 08:24 WIB

Angkutan Perkebunan KAI Tembus 683.214 Ton, Tumbuh 91,77 Persen hingga Agustus 2026

9 September 2026 - 23:10 WIB

APPSI Dorong Pasar Rakyat Berinovasi, dari Pusat Kuliner hingga Pemasok MBG

9 September 2026 - 21:02 WIB

Direktur Operasi dan Teknik PJM Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan di Banten dan Panjang

9 September 2026 - 20:31 WIB

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pelindo Regional 2 Banten Hadirkan Pelayanan Prima dengan Melayani Sepenuh Hati di Pelabuhan Ciwandan

9 September 2026 - 20:21 WIB

Trending di ANJUNGAN