Menu ✖

Mode Gelap
KAI Operasikan 9 Gardu Pelintasan, Progres Pembangunan 190 Titik JPL Capai 98 Persen 32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada Kemenhub Perkuat Aksi Nyata Penanganan Kendaraan ODOL di Jatim Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum

PERON

Aktivitas Pelanggan Stasiun Ketapang Tembus 553 Ribu, Naik 8,5 Persen hingga Agustus 2026

badge-check


 Aktivitas Pelanggan Stasiun Ketapang Tembus 553 Ribu, Naik 8,5 Persen hingga Agustus 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan aktivitas pelanggan di Stasiun Ketapang, Banyuwangi, sepanjang Januari–Agustus 2026. Berada di ujung timur Pulau Jawa, stasiun ini memiliki perjalanan sejarah panjang yang mengikuti perkembangan kawasan, mulai dari jalur perdagangan pada masa lalu hingga menjadi simpul perjalanan masyarakat menuju Banyuwangi dan Pulau Bali saat ini.

Pada Januari–Agustus 2026, Stasiun Ketapang melayani 553.202 aktivitas pelanggan naik dan turun, meningkat 8,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 509.862 aktivitas pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan Stasiun Ketapang menjadi bagian dari perjalanan panjang perkeretaapian Indonesia yang terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.

“Stasiun Ketapang memiliki cerita panjang sejak kereta api mencapai Banyuwangi lebih dari satu abad lalu. Perjalanannya menggambarkan perubahan peran kereta api, dari mendukung aktivitas perdagangan hingga menjadi penghubung perjalanan masyarakat menuju Banyuwangi dan Bali,” ujar Anne.

Sejarah Stasiun Ketapang bermula dari pembangunan jaringan kereta api menuju Banyuwangi oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api negara Hindia Belanda. Setelah jalur kereta api berkembang dari wilayah Jawa Timur menuju sisi timur Pulau Jawa, pembangunan dilanjutkan hingga mencapai Banyuwangi.

Lintas terakhir Mrawan–Banyuwangi sepanjang 58 kilometer selesai dibangun dan dibuka untuk umum pada 2 Februari 1903. Bersamaan dengan peresmian jalur tersebut, Stasiun Banyuwangi mulai beroperasi sebagai stasiun ujung timur Pulau Jawa.

Pada masa itu, Stasiun Banyuwangi memiliki keterhubungan dengan Pelabuhan Boom di kawasan Mandar yang menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan. Stasiun ini melayani perjalanan penumpang sekaligus angkutan barang yang keluar masuk Banyuwangi melalui jalur laut.

Aktivitas perjalanan kereta api di Stasiun Banyuwangi terus berkembang. Pada tahun 1926, tercatat terdapat 12 perjalanan kereta api yang singgah di Stasiun Banyuwangi, melayani perjalanan pulang-pergi Kalibaru–Banyuwangi dan Kalisat–Banyuwangi.

Seiring perkembangan kawasan, pusat konektivitas Banyuwangi kemudian bergeser menuju Ketapang. Aktivitas pelabuhan dipindahkan dari Pelabuhan Boom menuju kawasan Ketapang sejak 1 Januari 1974. Perubahan tersebut mendorong pembangunan jalur baru yang menghubungkan kereta api dengan kawasan penyeberangan menuju Bali.

Jalur Kabat–Banyuwangi Baru resmi dibuka pada 7 September 1985, bersamaan dengan beroperasinya Stasiun Banyuwangi Baru. Lokasi baru ini memiliki akses yang lebih dekat dengan Pelabuhan Ketapang sehingga pelayanan penumpang secara bertahap dialihkan dari Stasiun Banyuwangi Lama. Pada 31 Maret 1988, Stasiun Banyuwangi Lama resmi dinonaktifkan, kemudian Stasiun Banyuwangi Baru berubah nama menjadi Stasiun Ketapang pada 2019.

Pertumbuhan aktivitas pelanggan Stasiun Ketapang terus berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Pada Januari–Agustus 2022, jumlah aktivitas pelanggan tercatat 277.928 pelanggan. Angka tersebut meningkat menjadi 388.193 pelanggan pada 2023, kemudian bertambah menjadi 449.867 pelanggan pada 2024, 509.862 pelanggan pada 2025, dan mencapai 553.202 pelanggan pada 2026.

Dibandingkan periode Januari–Agustus 2022, aktivitas pelanggan Stasiun Ketapang pada tahun 2026 meningkat sekitar 99,05 persen.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin berkembangnya peran Stasiun Ketapang sebagai simpul perjalanan masyarakat di kawasan timur Pulau Jawa. Selain mendukung perjalanan menuju Banyuwangi, lokasi stasiun yang berdekatan dengan Pelabuhan Ketapang juga memberikan kemudahan bagi masyarakat yang melanjutkan perjalanan menuju Pulau Bali.

“Perjalanan Stasiun Ketapang menjadi bagian dari cerita panjang perkeretaapian Indonesia. Dari stasiun yang dahulu mendukung aktivitas perdagangan melalui Pelabuhan Boom hingga menjadi simpul mobilitas masyarakat saat ini, setiap perkembangan kawasan ikut membentuk perjalanan stasiun ini,” tutup Anne.

Kini, setelah lebih dari satu abad sejak kereta api mencapai Banyuwangi, Stasiun Ketapang tetap menjadi bagian dari perjalanan masyarakat menuju kawasan yang memiliki kekayaan alam, budaya, dan potensi wisata di ujung timur Pulau Jawa.(fahmi)

 

Baca Lainnya

KAI Operasikan 9 Gardu Pelintasan, Progres Pembangunan 190 Titik JPL Capai 98 Persen

10 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada

10 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Naik JakLingko dari Stasiun MRT Mulai Senin dapat Gunakan Semua Jenis Kartu Uang Elektronik

10 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pelanggan KA Purwojaya Tembus 408 Ribu, Rute Cilacap–Jakarta Makin Diminati

10 Oktober 2026 - 05:26 WIB

KAI: Lima Stasiun di Dekat Pelabuhan Catat Hampir 12 Juta Aktivitas Pelanggan

10 Oktober 2026 - 05:03 WIB

KAI Angkut 4,44 Juta Ton Petikemas, Naik 19,57 Persen

10 Oktober 2026 - 01:35 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Mulai Tempatkan Petugas Jaga di Lima Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang

10 Oktober 2026 - 00:28 WIB

KAI Services Resmikan TPS3R di Stasiun Gambir, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi

9 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Angkutan Perkebunan Melesat, KAI Catat 480.121 Ton hingga September 2026

9 Oktober 2026 - 05:12 WIB

Enam Wilayah KAI Tumbuh Dua Digit, Aktivitas Pelanggan Capai 89,95 Juta

8 Oktober 2026 - 23:19 WIB

Trending di PERON