Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar pelatihan Sertifikat Kecakapan Nelayan (SKN) bagi 2.886 nelayan yang tersebar di 16 provinsi. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di 25 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) untuk meningkatkan kompetensi dan keselamatan nelayan saat melaut.
Pelatihan ini memberikan bekal pengetahuan dasar pelayaran, pengoperasian alat tangkap, hingga prosedur keselamatan kerja. Melalui peningkatan keterampilan tersebut, nelayan diharapkan mampu menjalankan aktivitas penangkapan ikan secara lebih aman dan produktif.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program Kampung Nelayan Merah Putih. Menurutnya, fasilitas yang telah dibangun perlu diimbangi dengan kemampuan nelayan dalam memanfaatkannya secara optimal.
“KNMP perlu ditopang sumber daya manusia yang kompeten agar fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Nelayan yang memiliki kecakapan dan mengutamakan keselamatan menjadi bagian penting dalam mendorong produktivitas serta aktivitas ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta mengatakan, pengalaman melaut perlu dilengkapi dengan pengetahuan teknis dan pemahaman prosedur keselamatan.
Menurutnya, kemampuan memahami pelayaran, mengoperasikan alat tangkap, serta menangani kondisi darurat menjadi bekal penting untuk mengurangi risiko kecelakaan saat bekerja di laut.
“Keselamatan nelayan adalah prioritas. Setiap nelayan yang berangkat melaut harus kembali dengan selamat kepada keluarganya. Karena itu, kecakapan dan pemahaman prosedur keselamatan perlu menjadi bekal setiap nelayan,” tegas Nyoman.
Ia menjelaskan, Sertifikat Kecakapan Nelayan bukan sekadar dokumen pengakuan, melainkan bentuk pengakuan terhadap kompetensi nelayan sekaligus dorongan untuk menerapkan keterampilan kerja sesuai prosedur.
Keberhasilan pelatihan, lanjutnya, tidak hanya dilihat dari jumlah sertifikat yang diterbitkan, tetapi juga dari peningkatan kemampuan dan keselamatan nelayan ketika menjalankan aktivitas penangkapan ikan.
Adapun materi pelatihan meliputi pengetahuan dasar pelayaran dan operasi penangkapan ikan, pengenalan keselamatan kerja, serta pertolongan pertama pada kecelakaan. Peserta yang dinyatakan lulus evaluasi akan memperoleh SKN sesuai ketentuan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 4 Tahun 2026.
Kepala Pusat Pelatihan KP Joni Haryadi D menyampaikan, pelaksanaan pelatihan melibatkan unit pelaksana teknis (UPT) pelatihan di bawah BPPSDM KP yang tersebar di 25 lokasi KNMP pada 16 provinsi.
Penyelenggaraan kegiatan dikoordinasikan oleh BPPP Medan, BPPP Tegal, BPPP Banyuwangi, OII Kampus Bone, BPPP Bitung, dan BPPP Ambon.
Sejumlah lokasi pelatihan di antaranya KNMP Lhok Pawoh di Aceh Barat Daya, KNMP Ciwaru di Sukabumi, KNMP Lateng di Banyuwangi, KNMP Banyutowo di Pati, KNMP Angkue di Bone, KNMP Supu di Halmahera Utara, serta KNMP Samber Binyeri di Biak.
Pelatihan SKN tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bakti KKP dalam rangka memperingati HUT ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ke depan, KKP akan terus mendorong penguatan kompetensi nelayan agar semakin banyak masyarakat pesisir memperoleh akses terhadap pelatihan dan sertifikasi kecakapan.(fahmi)
























