Menu ✖

Mode Gelap
KAI Operasikan 9 Gardu Pelintasan, Progres Pembangunan 190 Titik JPL Capai 98 Persen 32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada Kemenhub Perkuat Aksi Nyata Penanganan Kendaraan ODOL di Jatim Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum

PERON

Whoosh Tetap Melaju di Tengah Erupsi Anak Krakatau, Ini Langkah Pengamanan KCIC

badge-check


 Whoosh Tetap Melaju di Tengah Erupsi Anak Krakatau, Ini Langkah Pengamanan KCIC Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang memicu sebaran abu vulkanik turut menjadi perhatian dalam pengoperasian kereta cepat Whoosh rute Jakarta–Bandung.

KCIC menerapkan pemantauan berlapis untuk memastikan kondisi jalur dan rangkaian tetap aman di tengah potensi paparan abu vulkanik.
Hingga Senin (7/9/2026), seluruh perjalanan Whoosh masih berjalan normal.

KCIC menyatakan hasil pemantauan belum menemukan dampak sebaran abu vulkanik terhadap sarana maupun prasarana kereta cepat di sepanjang koridor Jakarta–Bandung.

Salah satu langkah pengamanan dilakukan sebelum perjalanan penumpang dimulai. KCIC mengoperasikan KA Konfirmasi dari kedua arah untuk memeriksa kondisi jalur secara visual. Pemeriksaan tersebut kemudian dilengkapi pemantauan dari Operation Control Center (OCC) atau Pusat Kendali Operasi.

Dari pemantauan tersebut, sejumlah komponen vital seperti rel, wesel, jaringan listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS), pasokan daya, dan sistem persinyalan terpantau berfungsi normal.

Sistem pengamanan Whoosh juga memiliki mekanisme respons apabila ditemukan parameter operasional yang tidak sesuai kondisi normal. Ketika sistem mendeteksi anomali, notifikasi akan diteruskan ke OCC dan kecepatan perjalanan Whoosh dapat diturunkan secara otomatis sebagai bagian dari langkah keselamatan.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan pemantauan terhadap kondisi jalur dan perkembangan sebaran abu vulkanik terus dilakukan secara intensif.

“Berdasarkan hasil pemantauan hingga saat ini, seluruh sarana dan prasarana Whoosh berfungsi normal dan tidak ditemukan kendala yang mengganggu perjalanan. Whoosh tetap beroperasi dengan aman dan normal dengan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama,” ujar Eva.

Jarak Pandang Masinis Dipantau

Selain infrastruktur, kondisi jarak pandang masinis juga menjadi bagian penting dalam pemantauan. Berdasarkan laporan masinis selama perjalanan, jarak pandang di sepanjang lintasan Whoosh masih berada dalam kondisi normal.

Rangkaian Whoosh memiliki wiper yang dilengkapi semprotan air untuk membantu membersihkan debu maupun abu yang menempel pada kaca depan. Fitur tersebut menjaga visibilitas masinis ketika rangkaian melaju di jalur terbuka.

Jika kondisi lapangan berubah dan jarak pandang mengalami penurunan, masinis akan menyesuaikan kecepatan sesuai situasi aktual serta prosedur operasional yang berlaku.

Pemantauan dilakukan di sepanjang lintasan Whoosh sepanjang 142,3 kilometer dari Jakarta hingga kawasan Bandung. Jalur tersebut terdiri atas 82,7 kilometer jalur elevated, 42,78 kilometer jalur at grade, serta 13 terowongan dengan total panjang 16,82 kilometer.

Bagian jalur terbuka mendapat perhatian khusus karena lebih berpotensi terpapar material abu vulkanik.

Komponen Kereta hingga Listrik Turut Diperiksa

KCIC juga memeriksa sejumlah komponen pada rangkaian Whoosh, termasuk filter udara dan CCTV pemantau pantograf. Pemeriksaan prasarana mencakup komponen isolasi, OCS, gardu listrik, persinyalan, serta mekanisme wesel.

Hingga pemantauan terakhir, seluruh perangkat tersebut dilaporkan masih bekerja normal dan belum menunjukkan dampak akibat sebaran abu vulkanik.

Untuk mengantisipasi perubahan kondisi, KCIC turut melakukan Volcanic Ash Risk Assessment dengan menggunakan informasi resmi dari BMKG. Hasil asesmen menjadi dasar dalam menentukan langkah mitigasi tambahan apabila intensitas abu vulkanik meningkat dan berpotensi memengaruhi operasional Whoosh.

Eva mengimbau penumpang tetap memperhatikan kondisi kesehatan selama aktivitas Gunung Anak Krakatau berlangsung.

“Penumpang diimbau menggunakan masker dan kacamata, terutama saat berada di area terbuka stasiun, serta menjaga kondisi kesehatan. Penumpang juga diminta mengikuti arahan petugas dan memantau informasi terkini melalui Contact Center serta media sosial resmi Whoosh,” kata Eva.(fahmi)

Baca Lainnya

KAI Operasikan 9 Gardu Pelintasan, Progres Pembangunan 190 Titik JPL Capai 98 Persen

10 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada

10 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Naik JakLingko dari Stasiun MRT Mulai Senin dapat Gunakan Semua Jenis Kartu Uang Elektronik

10 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Antrean Solar Mengular di SPBU Gintong Pidie, Pengemudi L300 Kesal Menunggu Berjam-jam

10 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Pelanggan KA Purwojaya Tembus 408 Ribu, Rute Cilacap–Jakarta Makin Diminati

10 Oktober 2026 - 05:26 WIB

KAI: Lima Stasiun di Dekat Pelabuhan Catat Hampir 12 Juta Aktivitas Pelanggan

10 Oktober 2026 - 05:03 WIB

KAI Angkut 4,44 Juta Ton Petikemas, Naik 19,57 Persen

10 Oktober 2026 - 01:35 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Mulai Tempatkan Petugas Jaga di Lima Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang

10 Oktober 2026 - 00:28 WIB

KAI Services Resmikan TPS3R di Stasiun Gambir, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi

9 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Angkutan Perkebunan Melesat, KAI Catat 480.121 Ton hingga September 2026

9 Oktober 2026 - 05:12 WIB

Trending di PERON