Wartatrans.com, SEMARANG — Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang mencatat jumlah penumpang yang turun di seluruh wilayah operasionalnya mencapai 15.407 orang pada 10 – 14 September 2026. Ini terjadi menjelang digelarnya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang tanggal 11 hingga 20 September 2026.
Dari total jumlah di atas, sebanyak 6.675 penumpang akan turun di Semarang. Rinciannya, pada stasiun Poncol 5.164 orang, dan stasiun Tawang 1.511 penumpang. Namun, KAI Daop 4 Semarang menegaskan bahwa angka tersebut dapat bertambah dan tidak mengidentifikasi tujuan perjalanan penumpang, termasuk apakah mereka datang untuk menghadiri MTQ Nasional XXXI.

Asal tahu, lebih 10.000 orang diperkirakan hadir dalam rangkaian acara MTQ Nasional XXXI di Ibukota Jawa Tengah. Mereka terdiri atas tamu undangan, kafilah peserta, pendamping, juga masyarakat yang ingin menyaksikan berbagai kegiatannya.
Yang jelas, Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang selalu mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama Semarang menjadi lokasi berbagai kegiatan berskala nasional termasuk MTQ XXXI. Hal ini dikatakan sang Manager Humas Luqman Arif, Sabtu (12/09/2026).
“MTQ Nasional XXXI merupakan momentum besar bagi kota Semarang karena menghadirkan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagai bagian transportasi, KAI Daop 4 Semarang siap mendukung kelancaran mobilitas masyarakat secara aman, nyaman, dan optimal,” ujar Luqman.

Taj Yasin Panitia MTQ Nasional XXXI menyambut langsunh kedatangan kafilah di stasiun Keramaian di stasiun Pincol dan Tawang Semarang jelang pembukaan MTQ Nasional XXXI
KAI Daop 4 Semarang juga akan terus memantau kondisi operasional dan pelayanan di stasiun. Keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta pelayanan kepada pelanggan menjadi prioritas dalam menghadapi perubahan volume perjalanan.
“Kami memahami bahwa mobilitas masyarakat menuju Semarang akan terus bergerak selama rangkaian kegiatan berlangsung. Karena itu, kami memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan. Pelayanan terbaik kepada pelanggan tetap menjadi prioritas,” katanya.
Selanjutnya Luqman mengimbau calon penumpang melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi dan memastikan jadwal keberangkatan sesuai dengan rencana perjalanan.
Penumpang juga dianjurkan tiba lebih awal di stasiun pemberangkatan. Waktu tambahan diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan kepadatan di area pelayanan, pemeriksaan tiket, hingga proses boarding.***
(Slamet Widodo)


























