Wartatrans.com, TAKENGON — Hujan deras kembali memicu bencana tanah longsor di Kabupaten Aceh Tengah. Kali ini, longsor menerjang Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, pada Minggu sore, 13 September 2026.
Material longsor berasal dari tebing yang berada di sekitar permukiman dan langsung mengarah ke rumah warga. Akibat kejadian tersebut, sejumlah rumah mengalami kerusakan dan belasan warga menjadi korban.

Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika, dua rumah mengalami rusak berat, masing-masing milik Aliyah dan Nurhayati. Sementara rumah milik Rosita mengalami rusak ringan dan satu rumah milik Jarkasi turut terdampak material longsor.
Satu Anak Meninggal Dunia
Tragedi tersebut menyebabkan seorang anak berusia 9 tahun, Nazila, meninggal dunia setelah terkena material longsor. Korban diketahui merupakan warga Kampung Paya Reje, Kecamatan Kebayakan. Saat kejadian, korban berada di rumah Aliyah yang sedang menggelar acara keluarga.
Selain korban meninggal dunia, 13 orang lainnya mengalami luka-luka, terdiri dari enam warga Kampung Sanehen dan tujuh warga dari luar Sanehen. Mereka berasal dari beberapa wilayah, di antaranya Paya Reje, Genuren Bintang dan Paya Kolak.
Sejumlah korban langsung dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis di fasilitas kesehatan. Laporan lain menyebut proses evakuasi dilakukan masyarakat bersama warga yang berada di sekitar lokasi ketika longsor terjadi.
Hujan Deras Kembali Jadi Ancaman
Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Aceh Tengah sejak Minggu sore. Kondisi tanah yang berada di kawasan perbukitan membuat sejumlah permukiman kembali menghadapi ancaman pergerakan tanah.
Peristiwa di Sanehen menjadi peringatan serius bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor, terutama ketika hujan deras berlangsung dalam waktu cukup lama.
BPBD Aceh Tengah telah bergerak melakukan penanganan dan membersihkan material longsor di lokasi kejadian.*** (Kamaruzzaman)






























