Wartatrans.com, BOGOR – Seniman mozaik daur ulang Sri Mulyati kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan melalui sebuah karya bertajuk “Bunga Teratai” yang seluruhnya dibuat dari potongan plastik bekas.
Karya tersebut tidak lahir dalam waktu singkat. Dengan ketelatenan dan kesabaran, Sri Mulyati menyusun satu per satu potongan plastik hingga akhirnya membentuk bunga teratai yang sedang mekar.

Menurut Sri Mulyati, bagi sebagian orang plastik bekas mungkin hanya dipandang sebagai sampah. Namun di balik setiap potongannya masih tersimpan peluang untuk diolah menjadi karya seni yang memiliki nilai estetika sekaligus pesan lingkungan.
“Teratai mengajarkan bahwa keindahan dapat tumbuh dari tempat yang sederhana. Begitu pula kehidupan, selalu ada harapan bagi siapa saja yang mau berproses,” ujar Sri Mulyati, Jumat (07/08/2026).

Sri Mulyati memproses sampah menjadi karya seni.
Ia menuturkan, proses kreatif karya tersebut menjadi perjalanan panjang yang turut disaksikan oleh sahabat dan para pengikutnya di media sosial, mulai dari tahap sketsa hingga penyelesaian akhir.
Sri Mulyati juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan doa selama proses penciptaan karya. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi untuk terus berkarya sekaligus mengampanyekan pentingnya menjaga lingkungan melalui pendekatan seni.
Melalui mozaik “Bunga Teratai”, Sri Mulyati berharap masyarakat semakin menyadari bahwa pelestarian lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, termasuk memanfaatkan limbah plastik menjadi karya yang bernilai seni.
Karya ini sekaligus menjadi contoh bahwa praktik daur ulang tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi sampah plastik, tetapi juga mampu melahirkan kreativitas tanpa batas serta memberi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Dengan semangat eco art, Sri Mulyati membuktikan bahwa dari sesuatu yang kerap dianggap tidak berguna dapat lahir sebuah karya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga membawa pesan tentang harapan, ketekunan, dan kecintaan terhadap bumi.*** (MY)






























