Menu

Mode Gelap
Suroto Ketua RW 06 Cengbar Jakbar, Si “Ketua RW Viral” yang Peduli Warga 24 Jam dan Siap Jalani Program Gubernur DKI Afternoon Coffee KSOP Muara Angke, Bahas Manifest, Kespel, dan Kesiapsiagaan Darurat Ultrajaya dan Frisian Flag Bersatu, Peta Susu RI Berubah Jakarta-New York: Diplomasi Kota, Transportasi, dan Rp5,2 Triliun Akses Utama Pemkab Fakfak Ditutup Tanpa Alasan Jelas, Pelayanan Publik Dipertanyakan Sanfest 2026: Ketika Santri Menggerakkan Ayat Al-Qur’an Melalui Film

Uncategorized

Sri Mulyati Buat Kreasi Mozaik Bunga dari Plastik Bekas, Bukti Sampah Bisa Menjadi Karya Seni Bernilai

badge-check


 Sri Mulyati Buat Kreasi Mozaik Bunga dari Plastik Bekas, Bukti Sampah Bisa Menjadi Karya Seni Bernilai Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR – Seniman mozaik daur ulang Sri Mulyati kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan melalui sebuah karya bertajuk “Bunga Teratai” yang seluruhnya dibuat dari potongan plastik bekas.

Karya tersebut tidak lahir dalam waktu singkat. Dengan ketelatenan dan kesabaran, Sri Mulyati menyusun satu per satu potongan plastik hingga akhirnya membentuk bunga teratai yang sedang mekar.

Menurut Sri Mulyati, bagi sebagian orang plastik bekas mungkin hanya dipandang sebagai sampah. Namun di balik setiap potongannya masih tersimpan peluang untuk diolah menjadi karya seni yang memiliki nilai estetika sekaligus pesan lingkungan.

“Teratai mengajarkan bahwa keindahan dapat tumbuh dari tempat yang sederhana. Begitu pula kehidupan, selalu ada harapan bagi siapa saja yang mau berproses,” ujar Sri Mulyati, Jumat (7/8/2026).

Sri Mulyati memproses sampah menjadi karya seni.

Ia menuturkan, proses kreatif karya tersebut menjadi perjalanan panjang yang turut disaksikan oleh sahabat dan para pengikutnya di media sosial, mulai dari tahap sketsa hingga penyelesaian akhir.

Sri Mulyati juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan doa selama proses penciptaan karya. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi untuk terus berkarya sekaligus mengampanyekan pentingnya menjaga lingkungan melalui pendekatan seni.

Melalui mozaik “Bunga Teratai”, Sri Mulyati berharap masyarakat semakin menyadari bahwa pelestarian lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, termasuk memanfaatkan limbah plastik menjadi karya yang bernilai seni.

Karya ini sekaligus menjadi contoh bahwa praktik daur ulang tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi sampah plastik, tetapi juga mampu melahirkan kreativitas tanpa batas serta memberi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Dengan semangat eco art, Sri Mulyati membuktikan bahwa dari sesuatu yang kerap dianggap tidak berguna dapat lahir sebuah karya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga membawa pesan tentang harapan, ketekunan, dan kecintaan terhadap bumi.*** (MY)

Baca Lainnya

Afternoon Coffee KSOP Muara Angke, Bahas Manifest, Kespel, dan Kesiapsiagaan Darurat

21 September 2026 - 22:25 WIB

Ultrajaya dan Frisian Flag Bersatu, Peta Susu RI Berubah

21 September 2026 - 21:53 WIB

Jakarta-New York: Diplomasi Kota, Transportasi, dan Rp5,2 Triliun

21 September 2026 - 21:47 WIB

Akses Utama Pemkab Fakfak Ditutup Tanpa Alasan Jelas, Pelayanan Publik Dipertanyakan

21 September 2026 - 20:27 WIB

Sanfest 2026: Ketika Santri Menggerakkan Ayat Al-Qur’an Melalui Film

21 September 2026 - 19:30 WIB

Menteri PU Pastikan Daerah Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Sudah Tidak Terisolir Lagi

21 September 2026 - 18:18 WIB

Pegayon Angkat Motif Pepir Gayo, Forum Budaya Disiapkan untuk Hidupkan Seni di Kem Seni Antara

20 September 2026 - 15:47 WIB

PPA Aceh Tengah Tindak Lanjut Proposal Bantuan ke PT THL

18 September 2026 - 07:33 WIB

Kemenekraf Gelar Bazar Sinema Rakyat Seharian di GOS Takengon

17 September 2026 - 16:35 WIB

Tanoh Gayo Siap Lahirkan Sineas Muda, Kemenekraf Gelar Workshop Sinema Rakyat di Takengon

17 September 2026 - 16:27 WIB

Trending di Uncategorized