Menu ✖

Mode Gelap
KKP Latih 2.886 Nelayan di 16 Provinsi untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kecakapan Melaut Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun Imperial Suites DAMRI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Premium Jakarta–Surabaya–Malang dengan Bus Double Decker Pelindo Mengajar, Inspirasi Generasi Emas di Makassar Era AI Ubah Wajah Industri Musik, Dr. Mohammad Amin Ingatkan Pentingnya Kreativitas dan Hak Pencipta The Morbius Rilis Single Ketiga 2026, “Semu” Angkat Kisah Pengkhianatan Komitmen

Uncategorized

Hampir 42 Persen KA Jarak Jauh dari Gambir dan Pasar Senen Gunakan Kereta New Generation

badge-check


 Hampir 42 Persen KA Jarak Jauh dari Gambir dan Pasar Senen Gunakan Kereta New Generation Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta terus mempercepat transformasi layanan melalui modernisasi sarana kereta api.

Hingga Rabu (5/8), sebanyak 32 dari total 75 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen telah menggunakan rangkaian Kereta New Generation maupun Stainless Steel (SS) New Generation.

Jumlah tersebut setara dengan hampir 42 persen dari seluruh keberangkatan KA Jarak Jauh dari dua stasiun utama di Jakarta pada hari yang sama. Dari total tersebut, sebanyak 28 perjalanan menggunakan sarana Stainless Steel New Generation, sedangkan empat perjalanan lainnya menggunakan Kereta New Generation hasil modernisasi Balai Yasa Manggarai.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan peningkatan penggunaan sarana generasi baru merupakan bagian dari komitmen KAI menghadirkan transportasi yang lebih modern, aman, nyaman, dan sesuai dengan harapan pelanggan.

“Transformasi layanan KAI tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui modernisasi sarana yang langsung dirasakan pelanggan. Kini masyarakat dapat menikmati perjalanan dengan kereta yang lebih nyaman, interior yang lebih modern, tempat duduk ergonomis, ruang kabin yang lebih lega, serta berbagai fasilitas pendukung yang meningkatkan kualitas perjalanan,” ujar Franoto.

Ia menjelaskan, Kereta New Generation merupakan hasil peningkatan atau upgrade sarana yang dilakukan secara mandiri oleh KAI melalui Balai Yasa Manggarai. Modernisasi tersebut meliputi penggantian kursi menjadi lebih ergonomis, seluruh kursi menghadap arah perjalanan, ruang kaki (legroom) yang lebih luas, serta pembaruan interior sehingga memberikan kenyamanan yang lebih baik dibandingkan sarana sebelumnya.

Sementara itu, Stainless Steel New Generation merupakan sarana baru berbodi baja nirkarat produksi PT INKA (Persero). Kereta ini hadir dengan desain yang lebih modern dan dilengkapi berbagai teknologi, seperti kursi berkonfigurasi 2-2 yang dapat direbahkan dan diputar mengikuti arah perjalanan (reclining dan revolving seat), pintu otomatis elektrik, Passenger Information Display System (PIDS), kabin yang lebih senyap, sistem pencahayaan LED modern, serta interior yang lebih elegan dan lapang.

“Kedua jenis sarana ini sama-sama memberikan peningkatan kualitas perjalanan. New Generation merupakan bukti kemampuan KAI dalam melakukan inovasi dan modernisasi secara mandiri, sedangkan Stainless Steel New Generation menjadi representasi kemajuan industri perkeretaapian nasional melalui produk terbaru PT INKA,” jelas Franoto.

Di Stasiun Gambir, sebanyak 16 perjalanan telah menggunakan rangkaian Stainless Steel New Generation. Kereta tersebut melayani berbagai relasi, di antaranya menuju Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Malang, dan Surabaya melalui KA Argo Semeru, Argo Muria, Parahyangan, Taksaka, Argo Dwipangga, Argo Sindoro, Argo Lawu, Bima, Gajayana, Anggrek, serta Batavia.

Sementara itu, dari Stasiun Pasar Senen terdapat 16 perjalanan yang menggunakan rangkaian New Generation maupun Stainless Steel New Generation. Beberapa di antaranya adalah KA Fajar Utama Solo, Dharmawangsa Ekspres, Tegal Bahari, Gayabaru Malam Selatan, Matarmaja, Jaka Tingkir, Blambangan Ekspres, Bangunkarta, Brantas, Majapahit, Bogowonto, Gumarang, Mataram, Singasari, Jayabaya, dan Progo.

Franoto menambahkan, komposisi rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kebutuhan operasional, kesiapan sarana, serta pola perjalanan kereta api. Meski demikian, seluruh sarana yang dioperasikan telah melalui pemeriksaan menyeluruh guna memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan sesuai standar yang berlaku.

“Modernisasi sarana merupakan bagian penting dari transformasi berkelanjutan KAI. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa setiap perjalanan dengan kereta api kini semakin nyaman, modern, dan menyenangkan. Kehadiran New Generation dan Stainless Steel New Generation diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk memilih kereta api sebagai moda transportasi andalan dalam bepergian antarkota,” tutup Franoto.(fahmi)

 

Baca Lainnya

Mubes IKA SMA Negeri 1 Takengon Tahun 2026, Momentum Menyatukan Alumni dan Memajukan Almamater

4 November 2026 - 03:09 WIB

Management Walkthrough Dorong Optimalisasi Pengawasan dan Perluasan Area Kerja di Surabaya

30 Oktober 2026 - 17:08 WIB

INKA Buka Suara soal KRL CLI-225 Bermasalah, Perbaikan Dipercepat

28 Oktober 2026 - 17:16 WIB

IPCM Catat Pertumbuhan Pendapatan 5,33% hingga Kuartal III 2026

28 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Chairil Gibran Ramadhan Perjuangkan Film Biografi Ismail Marzuki

24 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Demonstrasi AMSR di Semarang Disertai Aksi Vandalisme

23 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Aksi Demo di Jakarta, KAI Pastikan Kereta dari Gambir Tetap Berangkat Sesuai Jadwal

20 Oktober 2026 - 10:48 WIB

​Seleksi Ketat! 60 Calon Kepala Sekolah di Fakfak Ikuti Pelatihan dan OJT Hingga 28 Oktober

19 Oktober 2026 - 10:09 WIB

KKP Segel Tambak Udang 7,71 Hektare di Karimunjawa, Ada Apa?

14 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Indonesia Raih Kenaikan Kuota Tuna Sirip Biru Selatan 25 Persen, Jadi 1.670 Ton per Tahun

12 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Trending di Uncategorized