Menu ✖

Mode Gelap
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

SENI BUDAYA

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

badge-check


 Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Perayaan Hari Didong yang digelar Musara Gayo Jabodetabek di Jalan Keni Gayo, Setu, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (15/8/2026), berlangsung meriah dan penuh kegembiraan. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus upaya memperkenalkan dan melestarikan seni tradisi Didong Gayo di tengah masyarakat perantauan.

Salah satu momen menarik dalam perayaan tersebut adalah kehadiran Ibu Silvia Kim dari Korea Selatan. Silvia Kim tidak hanya hadir menyaksikan pertunjukan, tetapi juga ikut berdidong bersama para seniman perempuan Gayo.

Dalam kesempatan itu, Silvia Kim menyampaikan ucapan selamat Hari Didong sekaligus apresiasinya terhadap kebudayaan Gayo yang menurutnya memiliki keunikan, kekayaan nilai, dan daya tarik tersendiri.

Perayaan Hari Didong ditandai dengan Didong bersama yang melibatkan perempuan Gayo dari Grup Didong Rembune, Peteri Pukes, serta Ibu Hidayah dari Takengon. Kebersamaan tersebut menciptakan suasana hangat dan penuh semangat, sekaligus memperlihatkan peran penting perempuan dalam menjaga keberlangsungan seni Didong.

Grup Didong Rembune Jakarta yang dipimpin Ceh Aka Inen Aina dan kawan-kawan juga mempersembahkan penampilan terbaiknya. Tabuhan tepukan tangan, syair, dan lantunan Didong berpadu menjadi pertunjukan yang mendapat perhatian para peserta dan tamu undangan.

Perayaan semakin istimewa dengan kehadiran LK Ara, penyair besar Indonesia asal Gayo. Kehadirannya menjadi bagian penting dalam perhelatan budaya tersebut, mengingat perjalanan panjang LK Ara dalam dunia sastra dan kebudayaan Indonesia.

Penyair Salman Yoga turut tampil membacakan puisi Kegusaran Wilhelmina di Rimba Raya. Pembacaan puisi tersebut menghadirkan refleksi sejarah dan kegelisahan tentang perjalanan masyarakat Gayo dan Aceh, sekaligus memperkaya rangkaian acara dengan sentuhan sastra.

Pembukaan Hari Didong yang diadakan di sekretariat Muara Gayo Jabodetabek.

Nuansa seni dan budaya Aceh juga semakin terasa melalui penampilan Meri Musara Aceh Tengah dan Pegayon. Beragam ekspresi seni yang ditampilkan menjadikan perayaan Hari Didong bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan berbagai unsur kebudayaan Gayo dan Aceh.

Pesan kebudayaan juga disampaikan maestro Didong Ceh Udin Musara. Ia mengingatkan pentingnya menjaga Didong sebagai warisan budaya Gayo agar tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi muda.

Bagi masyarakat Gayo di Jabodetabek, Hari Didong menjadi momentum untuk kembali merawat identitas budaya di tanah rantau. Didong bukan hanya seni pertunjukan, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan nasihat, sejarah, kritik sosial, persaudaraan, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Gayo.

Perayaan Hari Didong Musara Gayo Jabodetabek tahun ini akhirnya menjadi sebuah panggung kebersamaan. Dari para seniman, penyair, tokoh budaya, perempuan Gayo, hingga tamu dari Korea Selatan, semuanya berbaur dalam satu semangat: merawat Didong, menjaga budaya, dan mempererat persaudaraan Gayo di perantauan.*** (Septiadi)

Baca Lainnya

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik

1 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

1 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, KKP Siapkan Produk Perikanan untuk Menu MBG

30 September 2026 - 18:39 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

KPU Fakfak Tetapkan Data Pemilih Triwulan III 2026, Naik 808 Jiwa

30 September 2026 - 13:41 WIB

Trending di RAGAM