Menu

Mode Gelap
Marlina Ditolak Jadi Pramugari, Perempuan Asli Papua Ini Justru Cetak Sejarah sebagai Pilot Airbus A320 Neno Warisman: Puisi Bukan Sekadar Rangkaian Kata, tetapi Cara Merawat Warisan Budaya Prabowo Pimpin Rapat Antisipasi El Nino, Pemerintah Diminta Perkuat Ketahanan Pangan dan Air KAI Gandeng BRIN Kembangkan Teknologi Automatic Train Protection untuk Tingkatkan Keselamatan Kereta Api BKM Masjid Bani Salim Rutin Gelar Kajian Fikih, Tauhid, dan Tasawuf Sejak Ramadan TJSL AirNav, Hadirkan Rumah Inspirasi Aceh Tamiang

Uncategorized

Neno Warisman: Puisi Bukan Sekadar Rangkaian Kata, tetapi Cara Merawat Warisan Budaya

badge-check


 Neno Warisman: Puisi Bukan Sekadar Rangkaian Kata, tetapi Cara Merawat Warisan Budaya Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Hari Puisi Indonesia menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa puisi bukan sekadar rangkaian kata yang tersusun indah. Puisi adalah ruang untuk menyampaikan rasa, merekam perjalanan kehidupan, sekaligus merawat nilai dan kebudayaan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Pandangan tersebut menjadi salah satu pesan yang mengemuka dalam perayaan Hari Puisi Indonesia 2026 yang digelar pada 26 Juli 2026. Pegiat seni budaya dan penyair Neno Warisman turut hadir dan membacakan puisi dalam perhelatan yang mengusung tema “Menebalkan Makna pada Segala” tersebut.

Bagi Neno, membacakan puisi merupakan salah satu cara untuk ikut menjaga warisan sastra agar tetap hidup, relevan, dan mampu memberikan inspirasi bagi generasi masa kini maupun generasi mendatang.

“Puisi bukan sekadar rangkaian kata. Puisi menjadi ruang untuk menyampaikan rasa, merekam perjalanan hidup, serta merawat nilai dan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi,” demikian pesan Neno dalam refleksinya tentang Hari Puisi Indonesia.

Menurutnya, tradisi membaca dan menghidupkan puisi merupakan bagian penting dari upaya menjaga ingatan kebudayaan bangsa. Ketika sebuah puisi dibacakan, kata-kata tidak hanya hadir sebagai teks, tetapi juga menjadi suara yang membawa pengalaman, perasaan, dan nilai kehidupan kepada masyarakat.

“Membacakan puisi adalah cara saya ikut menjaga warisan tersebut agar tetap hidup dan terus menginspirasi,” ujar Neno.

Perayaan Hari Puisi Indonesia 2026 menjadi semakin istimewa karena merupakan tahun pertama setelah 26 Juli ditetapkan sebagai bagian dari agenda kebudayaan negara melalui Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 161 Tahun 2025. Penetapan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang perjuangan untuk memberikan ruang yang lebih kuat bagi puisi dalam kehidupan kebudayaan nasional.

Panggung Hari Puisi Indonesia tahun ini juga mempertemukan tokoh dari berbagai latar belakang dan lintas generasi. Selain Neno Warisman, tampil pula sejumlah penyair, sastrawan, tokoh budaya, diplomat, akademisi, hingga generasi muda. Di antaranya Helvy Tiana Rosa, Hasan Aspahani, Nissa Rengganis, Sutardji Calzoum Bachri, serta penyair senior LK Ara yang menerima Anugerah Penyair Adiluhung 2026.

Bagi Neno, kehadiran berbagai generasi dalam satu panggung puisi menunjukkan bahwa sastra memiliki kekuatan untuk menjembatani perbedaan usia, pengalaman, dan latar belakang. Puisi dapat menjadi ruang perjumpaan, tempat manusia saling berbagi rasa dan menemukan kembali makna dari perjalanan kehidupan.

Perayaan Hari Puisi Indonesia 2026 dengan tema “Menebalkan Makna pada Segala” pun menegaskan bahwa puisi memiliki peran lebih luas daripada sekadar karya sastra. Puisi dapat menjadi ruang untuk mendengarkan suara hati, merawat nurani, memperkuat kemanusiaan, serta menjaga kearifan dan keberagaman Indonesia.

Melalui pembacaan puisi dan keterlibatan para tokoh lintas generasi, Hari Puisi Indonesia diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan tahunan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa sastra perlu terus dihidupkan dalam keseharian, terutama sebagai bagian dari upaya merawat identitas dan kebudayaan bangsa.

Pada akhirnya, puisi tidak hanya berbicara tentang kata-kata. Ia berbicara tentang manusia, tentang ingatan, tentang rasa, dan tentang nilai-nilai yang ingin diwariskan kepada generasi berikutnya.*** (Septi)

Baca Lainnya

MK Larang Kuota Data Selular Hangus

25 Juli 2026 - 18:40 WIB

Ketika Dua Tokoh Pembangun Jembatan Gayo Bertemu

25 Juli 2026 - 17:26 WIB

KAI Menangkan Gugatan, Pengadilan Eksekusi Lahan 7.820 Meter Persegi di Stasiun Cicurug

23 Juli 2026 - 13:21 WIB

InJourney Peringati Hari Anak Nasional, Ajak 500 Anak Kenali Warisan Budaya

23 Juli 2026 - 11:19 WIB

Transformasi Danantara Perkuat Kinerja InJourney Airports

23 Juli 2026 - 09:47 WIB

Pembangunan Transportasi Modern Mastran di Cekungan Bandung Dimulai

22 Juli 2026 - 19:28 WIB

KAI Services Pelajari Pengelolaan Layanan Pelanggan di Contact Center 121 KAI

22 Juli 2026 - 13:04 WIB

Petugas Logistik KAI Services Pastikan Ketersediaan Konsumsi Penumpang Kereta Api

21 Juli 2026 - 11:23 WIB

Prabowo: Motor Listrik Nasional Segera Diluncurkan dalam Beberapa Pekan

18 Juli 2026 - 10:02 WIB

Bachtiar Firdaus: Relawan PKS Wajib Penuhi Persyaratan Organisasi, Termasuk Tidak Terlibat Perilaku LGBT

13 Juli 2026 - 18:32 WIB

Trending di Uncategorized