Menu

Mode Gelap
Kembang Api di Jembatan Esplanade, Singapura: Harapan Baru Menyambut 2026 Presiden Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Tegaskan Komitmen Pemerintah Tangani Dampak Bencana Sanggar Seni Surawisesa Gelar Diskusi Nasab Leluhur Awali Tahun 2026 KA Bandara Adi Soemarmo Catat Okupansi 129 Persen Selama Nataru, jadi Pilihan Utama Masyarakat Madiun Refleksi Awal Tahun, Noyo Gimbal View Dipadati Wisatawan Pelindo Berbagi Kasih di Akhir Tahun, Santuni 150 Anak Yatim Piatu di Kota Makassar

RAGAM

Jembatan Seling Jadi Akses Bantuan untuk Warga Terisolir di Ketol Aceh Tengah

badge-check


					Jembatan Seling Jadi Akses Bantuan untuk Warga Terisolir di Ketol Aceh Tengah Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Tim Relawan Posko Rakyat Aceh Tengah bersama Tim GEPREKINAJA dan Kepolisian Republik Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan ke empat desa terisolir di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Bantuan disalurkan ke Kampung Burlah, Bintang Pepara, Kekuyang, dan Buge Ara melalui posko induk di Kampung Kala Ketol.
Kala Ketol dipilih sebagai titik distribusi karena akses menuju tiga desa lainnya masih terputus akibat rusaknya jembatan. Saat ini, satu-satunya jalur yang dapat dilalui adalah jembatan darurat berupa seling yang dibangun secara swadaya oleh warga, dengan dukungan material dari Kapolri.

Serah terima bantuan dilakukan di Posko Kampung Kala Ketol yang berlokasi di Sekolah Dasar Negeri 13 Aceh Tengah. Dalam kondisi akses terbatas, empat kepala desa menyeberang menggunakan seling dari desa seberang untuk menerima bantuan secara langsung.

Relawan Posko Rakyat, Tim GEPREKINAJA, dan Polri mendampingi penyaluran bantuan kepada anak-anak, perempuan, dan laki-laki dewasa. Warga mengaku masih membutuhkan perlengkapan dasar, termasuk alas tempat duduk, di lokasi pengungsian.
Di sela distribusi bantuan, Tim GEPREKINAJA menggelar kegiatan pemulihan trauma bagi anak-anak dengan membagikan alat tulis dan perlengkapan menggambar. Aktivitas tersebut mengubah suasana posko menjadi lebih hangat dan meredakan ketegangan anak-anak terdampak bencana.

Tim relawan bersama Polri juga berupaya menjangkau langsung Kampung Burlah yang sempat terisolir. Akses menuju kampung itu kini dapat dilalui menggunakan jembatan seling baru yang dibangun warga dengan dukungan bantuan dari Kapolri.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolri atas bantuan jembatan seling sementara ini. Kami berharap ada pembangunan jembatan permanen, MCK, dan sarana air bersih,” kata Johan, warga Kampung Burlah.

Johan merupakan saksi mata peristiwa longsornya jembatan Burlah. Ia berada di atas jembatan saat kejadian, ketika hendak menyeberang ke desa seberang—sebuah pengalaman yang hingga kini masih membekas bagi warga setempat.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kembang Api di Jembatan Esplanade, Singapura: Harapan Baru Menyambut 2026

2 Januari 2026 - 01:10 WIB

Presiden Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Tegaskan Komitmen Pemerintah Tangani Dampak Bencana

1 Januari 2026 - 21:37 WIB

Sanggar Seni Surawisesa Gelar Diskusi Nasab Leluhur Awali Tahun 2026

1 Januari 2026 - 21:20 WIB

Refleksi Awal Tahun, Noyo Gimbal View Dipadati Wisatawan

1 Januari 2026 - 18:57 WIB

Pelindo Berbagi Kasih di Akhir Tahun, Santuni 150 Anak Yatim Piatu di Kota Makassar

1 Januari 2026 - 18:14 WIB

Trending di ANJUNGAN