Menu

Mode Gelap
Wakil Bupati Kudus Bellinda Mengangkat Adik Mendikdasmen Sebagai ‘Anak Buahnya’ Naik Kereta Saat Lebaran 2026, Pelanggan KAI Bantu Tekan Emisi hingga Puluhan Juta Kg CO₂e Gerakan Penanganan dari Hulu Ke Hilir menuju Kendaraan Zero ODOL 2027 KAI Wisata Hadirkan “Scenic Chill April Thrill”, Tawarkan Perjalanan Premium Mulai Rp300 Ribu Operasi Gaktibplin dan Tes Urine di Polsek Sunda Kelapa Seluruh Personel Negatif Narkoba Indonesia AirAsia Sesuaikan Jadwal, Janji Layanan Tetap Terjaga

RAGAM

Jembatan Seling Jadi Akses Bantuan untuk Warga Terisolir di Ketol Aceh Tengah

badge-check


 Jembatan Seling Jadi Akses Bantuan untuk Warga Terisolir di Ketol Aceh Tengah Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Tim Relawan Posko Rakyat Aceh Tengah bersama Tim GEPREKINAJA dan Kepolisian Republik Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan ke empat desa terisolir di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Bantuan disalurkan ke Kampung Burlah, Bintang Pepara, Kekuyang, dan Buge Ara melalui posko induk di Kampung Kala Ketol.
Kala Ketol dipilih sebagai titik distribusi karena akses menuju tiga desa lainnya masih terputus akibat rusaknya jembatan. Saat ini, satu-satunya jalur yang dapat dilalui adalah jembatan darurat berupa seling yang dibangun secara swadaya oleh warga, dengan dukungan material dari Kapolri.

Serah terima bantuan dilakukan di Posko Kampung Kala Ketol yang berlokasi di Sekolah Dasar Negeri 13 Aceh Tengah. Dalam kondisi akses terbatas, empat kepala desa menyeberang menggunakan seling dari desa seberang untuk menerima bantuan secara langsung.

Relawan Posko Rakyat, Tim GEPREKINAJA, dan Polri mendampingi penyaluran bantuan kepada anak-anak, perempuan, dan laki-laki dewasa. Warga mengaku masih membutuhkan perlengkapan dasar, termasuk alas tempat duduk, di lokasi pengungsian.
Di sela distribusi bantuan, Tim GEPREKINAJA menggelar kegiatan pemulihan trauma bagi anak-anak dengan membagikan alat tulis dan perlengkapan menggambar. Aktivitas tersebut mengubah suasana posko menjadi lebih hangat dan meredakan ketegangan anak-anak terdampak bencana.

Tim relawan bersama Polri juga berupaya menjangkau langsung Kampung Burlah yang sempat terisolir. Akses menuju kampung itu kini dapat dilalui menggunakan jembatan seling baru yang dibangun warga dengan dukungan bantuan dari Kapolri.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolri atas bantuan jembatan seling sementara ini. Kami berharap ada pembangunan jembatan permanen, MCK, dan sarana air bersih,” kata Johan, warga Kampung Burlah.

Johan merupakan saksi mata peristiwa longsornya jembatan Burlah. Ia berada di atas jembatan saat kejadian, ketika hendak menyeberang ke desa seberang—sebuah pengalaman yang hingga kini masih membekas bagi warga setempat.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wakil Bupati Kudus Bellinda Mengangkat Adik Mendikdasmen Sebagai ‘Anak Buahnya’

7 April 2026 - 18:38 WIB

Operasi Gaktibplin dan Tes Urine di Polsek Sunda Kelapa Seluruh Personel Negatif Narkoba

7 April 2026 - 16:04 WIB

12 Kepala Keluarga di Selmak Lubok Pusaka Masih Bertahan di Bawah Terpal Pasca Bencana

7 April 2026 - 15:49 WIB

Titi DJ: Mental Jadi Penentu Peserta Raih Gelar Jawara

7 April 2026 - 15:25 WIB

Excavator Nyaris Terseret Banjir di Sungai Burlah yang Meluap

7 April 2026 - 15:18 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa Gelar Sosialisasi Prosedur Kapal Penumpang

7 April 2026 - 14:02 WIB

DLH Aceh Barat Terapkan Sanksi Denda bagi Pembuang Sampah Sembarangan di Meulaboh

7 April 2026 - 06:01 WIB

Ahmad Dhani Meyakini Faktor Rejeki Penentu Seorang Bisa Menjadi Penyanyi Populer

7 April 2026 - 05:09 WIB

Sidokkes Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Bagi Tahanan

6 April 2026 - 20:18 WIB

Istana Di Tengah Hutan Borneo

6 April 2026 - 09:05 WIB

Trending di RAGAM