Menu ✖

Mode Gelap
Tarif TransJakarta Disesuaikan 2027 Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% APJAPI Nilai Layanan Bagasi Citilink Bertentangan dengan Aturan Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private 8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai

RAGAM

Jembatan Seling Jadi Akses Bantuan untuk Warga Terisolir di Ketol Aceh Tengah

badge-check


 Jembatan Seling Jadi Akses Bantuan untuk Warga Terisolir di Ketol Aceh Tengah Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Tim Relawan Posko Rakyat Aceh Tengah bersama Tim GEPREKINAJA dan Kepolisian Republik Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan ke empat desa terisolir di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Bantuan disalurkan ke Kampung Burlah, Bintang Pepara, Kekuyang, dan Buge Ara melalui posko induk di Kampung Kala Ketol.
Kala Ketol dipilih sebagai titik distribusi karena akses menuju tiga desa lainnya masih terputus akibat rusaknya jembatan. Saat ini, satu-satunya jalur yang dapat dilalui adalah jembatan darurat berupa seling yang dibangun secara swadaya oleh warga, dengan dukungan material dari Kapolri.

Serah terima bantuan dilakukan di Posko Kampung Kala Ketol yang berlokasi di Sekolah Dasar Negeri 13 Aceh Tengah. Dalam kondisi akses terbatas, empat kepala desa menyeberang menggunakan seling dari desa seberang untuk menerima bantuan secara langsung.

Relawan Posko Rakyat, Tim GEPREKINAJA, dan Polri mendampingi penyaluran bantuan kepada anak-anak, perempuan, dan laki-laki dewasa. Warga mengaku masih membutuhkan perlengkapan dasar, termasuk alas tempat duduk, di lokasi pengungsian.
Di sela distribusi bantuan, Tim GEPREKINAJA menggelar kegiatan pemulihan trauma bagi anak-anak dengan membagikan alat tulis dan perlengkapan menggambar. Aktivitas tersebut mengubah suasana posko menjadi lebih hangat dan meredakan ketegangan anak-anak terdampak bencana.

Tim relawan bersama Polri juga berupaya menjangkau langsung Kampung Burlah yang sempat terisolir. Akses menuju kampung itu kini dapat dilalui menggunakan jembatan seling baru yang dibangun warga dengan dukungan bantuan dari Kapolri.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolri atas bantuan jembatan seling sementara ini. Kami berharap ada pembangunan jembatan permanen, MCK, dan sarana air bersih,” kata Johan, warga Kampung Burlah.

Johan merupakan saksi mata peristiwa longsornya jembatan Burlah. Ia berada di atas jembatan saat kejadian, ketika hendak menyeberang ke desa seberang—sebuah pengalaman yang hingga kini masih membekas bagi warga setempat.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kekeringan Hampir Empat Bulan, Bupati Fakfak Kerahkan Seluruh OPD Bantu Salurkan Air Bersih

6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Almujaini Abdul Karim Kembali Pimpin Musara Gayo Jabodetabek

6 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Kabut Asap Selimuti Karas, Polisi Sektor Karas Bagikan Masker kepada Warga Malakuli.

6 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Becak Listrik Prabowo: Ketika Teknologi Datang ke Jalanan Rakyat

6 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Putra Aceh Dipercaya Duduki Kursi BPK RI, Khaidir Abdurrahman Siap Emban Amanah

6 Oktober 2026 - 06:21 WIB

118 Bus Shuttle DAMRI Siap Layani Mobilitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

6 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026

6 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Sembilan Tahun Ruang Baca, Doa untuk Negeri Mengiringi Perayaan

5 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Sepuluh Tahun Menanti, Masjid Giok Jadi Saksi Perjalanan Luhay Ahmad Memeluk Islam

5 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Komunitas Ruang Baca Rayakan HUT ke-9 Lewat Galeri Esai di Warung Kopi

5 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Trending di RAGAM