Menu ✖

Mode Gelap
KAI Angkut 191 Ribu Ton Barang Retail hingga September 2026, Dorong Efisiensi Logistik Kemenhub dan Kemenlu Fasilitasi Kepulangan 4 Awak Kapal Korban Pembajakan di Somalia Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo B50 Jadi Program Utama KAI, Target Pangkas Emisi 133.676 Ton CO₂e Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan Alhamdulillah, Biaya yang Ditanggung Jemaah Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta

RAGAM

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

badge-check


 Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang Perbesar

Wartatrans.com, NAGAN RAYA — Di balik gugusan pegunungan yang mengelilingi Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, terdapat empat kampung yang hingga kini tetap hidup harmonis dengan alam. Kampung Blang Puuk, Meurandeh, Blang Teungoh, dan Babah Suak menjadi potret kehidupan masyarakat yang menggantungkan kesejahteraannya pada kelestarian hutan.

Bagi masyarakat Beutong Ateuh, kemakmuran tidak selalu diukur dari besarnya penghasilan atau megahnya pembangunan. Kekayaan yang sesungguhnya adalah hutan yang tetap hijau, sungai yang jernih, tanah yang subur, serta udara yang bersih.

Hutan di kawasan tersebut menjadi sumber penghidupan masyarakat melalui hasil alam seperti pala, pinang, rotan, dan berbagai hasil hutan lainnya. Sementara itu, Daerah Aliran Sungai (DAS) Beutong menyediakan ikan air tawar yang menjadi sumber pangan sehari-hari. Air bersih pun tersedia melimpah tanpa harus dibeli.

Masyarakat setempat mengaku hanya menginginkan akses jalan yang lebih layak dan jaringan komunikasi yang memadai agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik dapat berjalan lebih baik. Selain kebutuhan dasar tersebut, mereka merasa alam telah mencukupi kehidupan mereka.

“Kami tidak sudi jika tanah Beutong Ateuh dieksplorasi. Kami tidak ingin hutan yang menjadi sumber kehidupan kami ditelanjangi demi kepentingan sesaat,” ungkap salah seorang warga.

Menurut mereka, keberadaan tambang bukanlah solusi bagi kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, eksploitasi sumber daya alam justru dikhawatirkan akan menghilangkan sumber kehidupan yang selama ini telah diwariskan turun-temurun.

Masyarakat meyakini bahwa Allah SWT telah mencukupkan kebutuhan mereka melalui alam yang tetap lestari. Selama hutan dijaga, air akan terus mengalir, tanah tetap subur, dan hasil alam akan terus menjadi sumber rezeki bagi generasi sekarang maupun mendatang.

Peristiwa banjir bandang yang melanda kawasan Beutong Ateuh pada penghujung 2025 menjadi pelajaran yang sangat berharga. Warga menilai kerusakan hutan akibat aktivitas penebangan liar telah memperparah bencana yang menghanyutkan dua kampung di sepanjang aliran sungai.

Tragedi tersebut menjadi pengingat bahwa kerusakan hutan tidak hanya menghilangkan pepohonan, tetapi juga mengancam keselamatan, sumber penghidupan, dan masa depan masyarakat yang bergantung pada alam.

Bagi warga Beutong Ateuh, menjaga hutan berarti menjaga sumber air, mencegah longsor, mempertahankan keberlangsungan sungai, sekaligus mewariskan lingkungan yang sehat kepada anak cucu.

“Kami tidak membutuhkan uang dengan menjual kekayaan alam ini. Kami tidak membutuhkan kerakusan untuk bisa hidup. Kami hanya ingin menjaga alam agar tetap indah,” ujar warga.

Beutong Ateuh menjadi contoh bahwa kesejahteraan tidak selalu harus dibangun melalui eksploitasi sumber daya alam. Di tengah derasnya dorongan pembangunan berbasis pertambangan, masyarakat di kawasan pedalaman Aceh ini memilih mempertahankan hutan sebagai kekayaan sejati yang terus memberikan kehidupan.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Alhamdulillah, Biaya yang Ditanggung Jemaah Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta

7 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Pelindo Mengajar, Ajak Siswa SMKN 1 Mempawah Mengenal Dunia Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Perempuan Aceh Bicara di Jakarta, Rumuskan Peta Jalan Kepemimpinan Perempuan Aceh 2045

7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Apa yang Dibahas Jokowi Saat Sambangi Prabowo di Kertanegara Jelang MK Putus Perkara Gibran?

7 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Usai Putusan MK, Wakil Ketua DPRD Sukabumi Turunkan Foto Gibran dari Ruang Kerjanya

7 Oktober 2026 - 16:58 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SLTA Gibran, Buku Rismon Kembali Disorot

7 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Bengkel Kreatif Aceh Multi Vision, 15 Tahun Mengembangkan Karya dan Ekonomi Kreatif Aceh

7 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Pengurus APPSI Aceh Tengah Periode 2025–2030 Siap Dilantik

7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Trending di RAGAM