Menu

Mode Gelap
Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB Menhub Dudy Tegaskan Evaluasi dan Pembenahan Menyeluruh Keselamatan Pelayaran KMP Ile Labalekan dan KMP Ile Ape ASDP Hadir Dukung Pemulihan NTT Pascagempa NTT, DAMRI Pastikan Layanan Tetap Berjalan dan Dukung Distribusi Logistik Pelindo Raih Apresiasi atas Dukungan Mudik Gratis Sulsel 2026 KKI Ritel Bidik 10% Transaksi Kartu Kredit

RAGAM

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

badge-check


 Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang Perbesar

Wartatrans.com, NAGAN RAYA — Di balik gugusan pegunungan yang mengelilingi Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, terdapat empat kampung yang hingga kini tetap hidup harmonis dengan alam. Kampung Blang Puuk, Meurandeh, Blang Teungoh, dan Babah Suak menjadi potret kehidupan masyarakat yang menggantungkan kesejahteraannya pada kelestarian hutan.

Bagi masyarakat Beutong Ateuh, kemakmuran tidak selalu diukur dari besarnya penghasilan atau megahnya pembangunan. Kekayaan yang sesungguhnya adalah hutan yang tetap hijau, sungai yang jernih, tanah yang subur, serta udara yang bersih.

Hutan di kawasan tersebut menjadi sumber penghidupan masyarakat melalui hasil alam seperti pala, pinang, rotan, dan berbagai hasil hutan lainnya. Sementara itu, Daerah Aliran Sungai (DAS) Beutong menyediakan ikan air tawar yang menjadi sumber pangan sehari-hari. Air bersih pun tersedia melimpah tanpa harus dibeli.

Masyarakat setempat mengaku hanya menginginkan akses jalan yang lebih layak dan jaringan komunikasi yang memadai agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik dapat berjalan lebih baik. Selain kebutuhan dasar tersebut, mereka merasa alam telah mencukupi kehidupan mereka.

“Kami tidak sudi jika tanah Beutong Ateuh dieksplorasi. Kami tidak ingin hutan yang menjadi sumber kehidupan kami ditelanjangi demi kepentingan sesaat,” ungkap salah seorang warga.

Menurut mereka, keberadaan tambang bukanlah solusi bagi kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, eksploitasi sumber daya alam justru dikhawatirkan akan menghilangkan sumber kehidupan yang selama ini telah diwariskan turun-temurun.

Masyarakat meyakini bahwa Allah SWT telah mencukupkan kebutuhan mereka melalui alam yang tetap lestari. Selama hutan dijaga, air akan terus mengalir, tanah tetap subur, dan hasil alam akan terus menjadi sumber rezeki bagi generasi sekarang maupun mendatang.

Peristiwa banjir bandang yang melanda kawasan Beutong Ateuh pada penghujung 2025 menjadi pelajaran yang sangat berharga. Warga menilai kerusakan hutan akibat aktivitas penebangan liar telah memperparah bencana yang menghanyutkan dua kampung di sepanjang aliran sungai.

Tragedi tersebut menjadi pengingat bahwa kerusakan hutan tidak hanya menghilangkan pepohonan, tetapi juga mengancam keselamatan, sumber penghidupan, dan masa depan masyarakat yang bergantung pada alam.

Bagi warga Beutong Ateuh, menjaga hutan berarti menjaga sumber air, mencegah longsor, mempertahankan keberlangsungan sungai, sekaligus mewariskan lingkungan yang sehat kepada anak cucu.

“Kami tidak membutuhkan uang dengan menjual kekayaan alam ini. Kami tidak membutuhkan kerakusan untuk bisa hidup. Kami hanya ingin menjaga alam agar tetap indah,” ujar warga.

Beutong Ateuh menjadi contoh bahwa kesejahteraan tidak selalu harus dibangun melalui eksploitasi sumber daya alam. Di tengah derasnya dorongan pembangunan berbasis pertambangan, masyarakat di kawasan pedalaman Aceh ini memilih mempertahankan hutan sebagai kekayaan sejati yang terus memberikan kehidupan.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB

19 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Pelindo Raih Apresiasi atas Dukungan Mudik Gratis Sulsel 2026

19 Agustus 2026 - 17:19 WIB

PFN Targetkan Bioskop Sinewara Beroperasi 2027

19 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Perayaan Hari Didong Didorong Miliki Landasan Perda

19 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Meriahkan HUT Ke-81 RI, Terminal Teluk Lamong Gelar Beragam Lomba dan Pesta Rakyat

18 Agustus 2026 - 21:53 WIB

IPCC Perkuat Keselamatan Kerja TKBM melalui Pelatihan Basic K3

18 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Pesan Rakyat Aceh Kepada Juha Christensen

18 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Kids Fest 2026 Hadir di Takengon, Ajak Keluarga Isi Liburan dengan Lomba dan Edukasi Anak

18 Agustus 2026 - 19:33 WIB

9 Bulan Tak Digaji, 60 Honorer Damkar Gayo Lues Pertanyakan Kejelasan Pemda

18 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Haji Fikri Soroti Kesiapan Mitigasi Bencana di Kabupaten Bogor, Pemprov Jabar Diminta Perkuat Ketahanan Wilayah

18 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Trending di RAGAM