Menu

Mode Gelap
KCIC Hadirkan 29 UMKM di Stasiun Whoosh, Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Akses Pasar Penumpang KA Lokal Bandung Raya Tembus 11,87 Juta pada Januari–Juli 2026, Naik 8,55 Persen KAI Percepat Penguatan Keselamatan Perlintasan, Rekrutmen PJL Tarik 12.957 Pelamar PTP Nonpetikemas Raih Pengakuan ISRA 2026 Kategori Sustainability Report Kemenhub Perkuat SDM Keselamatan Transportasi Jalan, Lantik 205 Lulusan PKTJ Rencana MRT Bali bakal jadi ART, Ini Tantangannya

RAGAM

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

badge-check


 Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang Perbesar

Wartatrans.com, NAGAN RAYA — Di balik gugusan pegunungan yang mengelilingi Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, terdapat empat kampung yang hingga kini tetap hidup harmonis dengan alam. Kampung Blang Puuk, Meurandeh, Blang Teungoh, dan Babah Suak menjadi potret kehidupan masyarakat yang menggantungkan kesejahteraannya pada kelestarian hutan.

Bagi masyarakat Beutong Ateuh, kemakmuran tidak selalu diukur dari besarnya penghasilan atau megahnya pembangunan. Kekayaan yang sesungguhnya adalah hutan yang tetap hijau, sungai yang jernih, tanah yang subur, serta udara yang bersih.

Hutan di kawasan tersebut menjadi sumber penghidupan masyarakat melalui hasil alam seperti pala, pinang, rotan, dan berbagai hasil hutan lainnya. Sementara itu, Daerah Aliran Sungai (DAS) Beutong menyediakan ikan air tawar yang menjadi sumber pangan sehari-hari. Air bersih pun tersedia melimpah tanpa harus dibeli.

Masyarakat setempat mengaku hanya menginginkan akses jalan yang lebih layak dan jaringan komunikasi yang memadai agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik dapat berjalan lebih baik. Selain kebutuhan dasar tersebut, mereka merasa alam telah mencukupi kehidupan mereka.

“Kami tidak sudi jika tanah Beutong Ateuh dieksplorasi. Kami tidak ingin hutan yang menjadi sumber kehidupan kami ditelanjangi demi kepentingan sesaat,” ungkap salah seorang warga.

Menurut mereka, keberadaan tambang bukanlah solusi bagi kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, eksploitasi sumber daya alam justru dikhawatirkan akan menghilangkan sumber kehidupan yang selama ini telah diwariskan turun-temurun.

Masyarakat meyakini bahwa Allah SWT telah mencukupkan kebutuhan mereka melalui alam yang tetap lestari. Selama hutan dijaga, air akan terus mengalir, tanah tetap subur, dan hasil alam akan terus menjadi sumber rezeki bagi generasi sekarang maupun mendatang.

Peristiwa banjir bandang yang melanda kawasan Beutong Ateuh pada penghujung 2025 menjadi pelajaran yang sangat berharga. Warga menilai kerusakan hutan akibat aktivitas penebangan liar telah memperparah bencana yang menghanyutkan dua kampung di sepanjang aliran sungai.

Tragedi tersebut menjadi pengingat bahwa kerusakan hutan tidak hanya menghilangkan pepohonan, tetapi juga mengancam keselamatan, sumber penghidupan, dan masa depan masyarakat yang bergantung pada alam.

Bagi warga Beutong Ateuh, menjaga hutan berarti menjaga sumber air, mencegah longsor, mempertahankan keberlangsungan sungai, sekaligus mewariskan lingkungan yang sehat kepada anak cucu.

“Kami tidak membutuhkan uang dengan menjual kekayaan alam ini. Kami tidak membutuhkan kerakusan untuk bisa hidup. Kami hanya ingin menjaga alam agar tetap indah,” ujar warga.

Beutong Ateuh menjadi contoh bahwa kesejahteraan tidak selalu harus dibangun melalui eksploitasi sumber daya alam. Di tengah derasnya dorongan pembangunan berbasis pertambangan, masyarakat di kawasan pedalaman Aceh ini memilih mempertahankan hutan sebagai kekayaan sejati yang terus memberikan kehidupan.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Haji Fikri: Putusan MK Harus Jadi Momentum Memperkuat Pendidikan dan Menjamin Anak Indonedia Mendapatkan Akses Makanan Bergizi

7 Agustus 2026 - 10:16 WIB

Percepatan Pemulihan Pascabencana, Satgas PPA Aceh Tengah Perkuat Koordinasi Strategis dengan Pemkab

7 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Sosialisasi Perjanjian Kerja Bersama, Pelindo Perkuat Harmoni Hubungan Industrial

6 Agustus 2026 - 22:26 WIB

IDSurvey Ajak 330 Siswa di Bidara Cina Menjadi Pelopor Transformasi Hijau Indonesia

6 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Perkuat Mitigasi Risiko, IPC TPK Resmi Perpanjang Sinergi Hukum Bersama Kejari Jakut

6 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Pemerintah Aceh Luruskan Bantuan Rp2,5 Triliun dari Kementan: Bukan Dana Tunai, Melainkan Program dan Bantuan untuk Petani

6 Agustus 2026 - 21:33 WIB

22 Penumpang Scoot Tujuan Padang Terlantar di Bandara Changi, Klaim Rugi Lebih dari Rp110 Juta

6 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Pengukuhan DKJ Dipersoalkan, Arie Batubara Nilai Pergub Dilanggar

6 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Dinas Sejarah Angkatan Laut Dukung Pengembangan Film Pahlawan Nasional John Lie sebagai Diplomasi Budaya

6 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Pemkab Aceh Tamiang Terima 114 Unit Huntara dari Mercy Malaysia untuk Korban Banjir

6 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Trending di RAGAM