Menu

Mode Gelap
KMP Ile Labalekan dan KMP Ile Ape ASDP Hadir Dukung Pemulihan NTT Pascagempa NTT, DAMRI Pastikan Layanan Tetap Berjalan dan Dukung Distribusi Logistik Pelindo Raih Apresiasi atas Dukungan Mudik Gratis Sulsel 2026 KKI Ritel Bidik 10% Transaksi Kartu Kredit Bandara Ngurah Rai Bali Mulai Operasikan Jembatan Transfer Penumpang Antarterminal Mari Rayakan Warisan Rasa dalam Ekspresi yang Paling Elegan di ROSO Yogya

ANJUNGAN

KMP Ile Labalekan dan KMP Ile Ape ASDP Hadir Dukung Pemulihan NTT

badge-check


 Kapal penyeberangan angkut orang dan barang bantuan ke NTT Perbesar

Kapal penyeberangan angkut orang dan barang bantuan ke NTT

Wartatrans.com, JAKARTA – Ketika bencana datang, pemulihan membutuhkan lebih dari sekadar bantuan. Dibutuhkan akses, mobilisasi, dan keberanian untuk bergerak menuju wilayah yang terdampak.

Di Nusa Tenggara Timur (NTT), konektivitas laut menjadi salah satu jalur penting untuk memastikan dukungan dapat menjangkau masyarakat terdampak gempa.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mengoptimalkan peran tersebut melalui dua armada tangguh, KMP Ile Labalekan dan KMP Ile Ape, yang dikerahkan untuk mendukung penanganan dan pemulihan pascagempa di NTT.

Keduanya membawa dukungan yang berbeda sesuai kebutuhan di lapangan, namun memiliki tujuan yang sama: membantu mempercepat masyarakat dan wilayah terdampak untuk kembali bangkit.

Sebagai bagian dari dukungan kemanusiaan, mobilisasi personel, kendaraan, peralatan, dan bantuan penanganan bencana melalui kedua armada tersebut tidak dipungut biaya.

Dukungan ini merupakan bentuk komitmen ASDP untuk membantu memastikan kebutuhan penanganan darurat dapat bergerak cepat menuju masyarakat terdampak.

Terbaru, pada Selasa (18/8), KMP Ile Ape diberangkatkan dari Pelabuhan Kewapante, Maumere, menuju Palue, Kabupaten Sikka.

Kapal membawa personel Polres Sikka, tenaga medis, kendaraan, serta alat berat yang dibutuhkan untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan material akibat bencana.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengemukakan, dalam situasi darurat, konektivitas penyeberangan memiliki peran strategis karena memungkinkan personel, tenaga medis, peralatan, dan sumber daya bergerak menuju wilayah yang membutuhkan dukungan secara bersamaan.

“ASDP terus berkomitmen mendukung penanganan bencana di NTT melalui konektivitas penyeberangan yang kami miliki. Mobilisasi personel, tenaga medis, maupun alat berat menjadi bagian penting untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak,” jelas Heru, Rabu (19/8/2026).

KMP Ile Ape bertolak dari Kewapante pada pukul 17.30 WITA dan tiba di Palue pada pukul 22.25 WITA.

Pelayaran tersebut membawa 35 penumpang dewasa, terdiri atas anggota Polres Sikka, termasuk lima dokter, serta kendaraan dan peralatan pendukung penanganan bencana.

Adapun muatan yang dibawa meliputi enam unit kendaraan Golongan II R-2, tiga unit kendaraan Golongan IV Barang R-4, serta dua unit alat berat excavator Golongan IX.

Peralatan tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan material di wilayah terdampak bencana di Palue, Kabupaten Sikka.

Sebelumnya, KMP Ile Labalekan juga telah dikerahkan untuk mendukung mobilisasi bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.

“Kehadiran kedua armada tersebut memperkuat peran ASDP dalam memastikan kebutuhan penanganan bencana dapat bergerak melalui jalur penyeberangan,” ungkapnya.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menegaskan, dukungan kemanusiaan tetap dilakukan dengan mengutamakan keselamatan pelayaran dan kesiapan operasional.

“Dalam setiap mobilisasi bantuan, keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas. KMP Ile Ape diberangkatkan setelah melalui koordinasi dengan pihak terkait dan memeroleh izin operasi dari KSOP setempat. Kondisi kapal dan seluruh kru juga dalam keadaan baik dan sehat,” jelas Windy.

Sebagai operator penyeberangan nasional, ASDP akan terus berkoordinasi dengan pemerintah, aparat, dan instansi terkait untuk mendukung kebutuhan mobilisasi bantuan di wilayah NTT.

Dukungan dilakukan melalui armada, fasilitas kepelabuhanan, dan konektivitas penyeberangan agar sumber daya yang dibutuhkan dapat bergerak lebih cepat menuju masyarakat terdampak.

Bagi ASDP, konektivitas bukan sekadar menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya.

“Dalam situasi bencana, konektivitas menjadi jalur hadirnya pertolongan—membawa manusia untuk membantu, membawa peralatan untuk memulihkan, dan menghadirkan harapan agar masyarakat NTT dapat segera bangkit,” tutup Windy. (omy)

 

 

Baca Lainnya

Pascagempa NTT, DAMRI Pastikan Layanan Tetap Berjalan dan Dukung Distribusi Logistik

19 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Pelindo Raih Apresiasi atas Dukungan Mudik Gratis Sulsel 2026

19 Agustus 2026 - 17:19 WIB

KKI Ritel Bidik 10% Transaksi Kartu Kredit

19 Agustus 2026 - 17:13 WIB

Mari Rayakan Warisan Rasa dalam Ekspresi yang Paling Elegan di ROSO Yogya

19 Agustus 2026 - 14:25 WIB

GMF Rampungkan Modernisasi Hercules TNI AU Usia Operasional Bertambah hingga 20 Tahun

19 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Bantu Penanganan Pascagempa NTT, Ditjen Hubdat Optimalkan Angkutan Penyeberangan

19 Agustus 2026 - 07:52 WIB

IPCC Perkuat Keselamatan Kerja TKBM melalui Pelatihan Basic K3

18 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Perpres Ojol Masuk Tahap Final, Aturan Tarif hingga Pengantaran Barang dan Makanan Segera Terbit

18 Agustus 2026 - 20:36 WIB

2.200 Rusun MBR Manggarai Segera Dibangun

18 Agustus 2026 - 19:09 WIB

81 Tahun Indonesia Merdeka dan 50 Tahun Gapasdap, Saatnya Transportasi Penyeberangan Berdiri Setara

18 Agustus 2026 - 16:26 WIB

Trending di ANJUNGAN