Menu ✖

Mode Gelap
KAI Group Layani 394,4 Juta Pelanggan hingga September 2026, Tumbuh 7,06 Persen Kendaraan Roda Tiga, Menakar Peluang dan Tantangan jadi Angkutan Umum Kemenhub Dorong Penguatan Kolaborasi Ekosistem Maritim Kemenhub Dorong Layanan Penumpang Lebih Mudah dan Terintegrasi saat di Bandara Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja KAI Angkut 191 Ribu Ton Barang Retail hingga September 2026, Dorong Efisiensi Logistik

EKOBIS

KKI Ritel Bidik 10% Transaksi Kartu Kredit

badge-check


 KKI Perbesar

KKI

Wartatrans.com, JAKARTA – Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen ritel resmi diluncurkan Bank Indonesia (BI) Senin (17/8/2026).

Ketua Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso Liem menyebut, sekitar 10 persen transaksi kartu kredit berpotensi berpindah ke KKI, terutama untuk transaksi domestik.

Delapan bank menjadi penerbit awal, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Mega Tbk, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Pada tahap awal, KKI tersedia dalam bentuk kartu digital sebagai sumber dana transaksi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Scan dan QRIS Tap.

“Pengembangan selanjutnya mencakup pembayaran daring dan kartu fisik,” ujar Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti.

Dia menyebut, KKI sebagai alternatif instrumen deferred payment domestik yang efisien, prudent, dan terintegrasi dengan infrastruktur sistem pembayaran nasional.

Sederhananya, masyarakat dapat menggunakan KKI sebagai sumber dana kredit saat bertransaksi melalui QRIS.

Di sisi lain, pelaku usaha dapat menerima pembayaran melalui jaringan QRIS yang sudah tersedia.

Hingga semester I-2026, BI mencatat 65,77 juta pengguna QRIS dan 44,86 juta merchant. Sebanyak 96,68 persen merchant merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sementara transaksi QRIS mencapai 12,55 miliar senilai Rp1,12 kuadriliun.

Besarnya ekosistem pembayaran digital itu juga membuka peluang KKI menjangkau pengguna kredit yang selama ini sudah terbiasa bertransaksi secara digital.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Ryan Rizaldy mengatakan, “Paling tidak pangsa masyarakat yang memang akhir-akhir ini digerakkan oleh generasi Z dan generasi milenial, pengguna sumber dana kredit ini bisa masuk ke dalam KKI segmen retail.”

Dari sisi industri, ruang perpindahan paling besar dinilai berada pada transaksi domestik.

Menurut Ketua ASPI Santoso, porsi transaksi kartu kredit sekitar 15 persen, tetapi sebagian transaksi memiliki karakter berbeda karena bernilai tinggi atau digunakan di luar negeri.

“Kita harapkan di antara 15% itu mungkin 10% akan pindah. Karena sisanya, karena ticket size-nya tinggi dan biasanya digunakan ke luar negeri, kita harapkan mungkin akan tetap bertahan sekitar 5%,” katanya.

Proyeksi tersebut belum berarti KKI akan menggantikan Visa dan Mastercard secara keseluruhan. Jaringan pembayaran internasional tetap memiliki ruang pada transaksi lintas negara dan pembayaran bernilai tinggi, sedangkan KKI berpotensi memperbesar porsi transaksi kredit domestik.

Di sisi konsumen, pengamat sistem pembayaran Bowo Setiyono menilai keberhasilan KKI juga bergantung pada implementasi dan perlindungan konsumen. Ia menyoroti perlunya standardisasi bunga, biaya, dan denda antarbank penerbit agar ketentuan yang diterima konsumen lebih jelas.

Dengan demikian, KKI bukan sekadar kartu kredit dalam bentuk digital. Tantangan berikutnya adalah membuktikan apakah instrumen domestik tersebut mampu mengalihkan sebagian transaksi kredit dalam negeri sekaligus memberikan biaya dan perlindungan konsumen yang kompetitif. (Artha Tidar)

 

Baca Lainnya

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

26 UMKM Binaan PLN UID Jakarta Raup Rp200 Juta Selama FIFA ASEAN Cup

7 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal

6 Oktober 2026 - 17:04 WIB

BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85%

6 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private

6 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Joumpa Masuk di Layanan wondr, BNI Perluas Ekosistem Perjalanan

6 Oktober 2026 - 04:54 WIB

Hajatan FIFGROUP Pondok Gede Hadirkan Beragam Promo, Hiburan, dan Kegiatan Sosial untuk Masyarakat

4 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Apresiasi Pencapaian Prestasi Bank Jakarta oleh Kamaksi

4 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Kolaborasi Diperkuat, Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak Tingkatkan Pelayanan Kapal

3 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Trending di ANJUNGAN