Menu ✖

Mode Gelap
Penumpang KA Joglosemarkerto Tembus 1,1 Juta hingga September 2026, Naik 9,73 Persen Tarif TransJakarta Disesuaikan 2027 Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% APJAPI Nilai Layanan Bagasi Citilink Bertentangan dengan Aturan Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private

RAGAM

Perayaan Hari Didong Didorong Miliki Landasan Perda

badge-check


 Perayaan Hari Didong Didorong Miliki Landasan Perda Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Perayaan Hari Didong 2026 di Jakarta menjadi momentum penting untuk mendorong penguatan perlindungan hukum terhadap Didong sebagai warisan budaya Gayo.

Ketua Musara Gayo Jabodetabek, Almujaini Abdul Karim, mengusulkan agar penetapan Hari Didong memiliki landasan hukum berupa peraturan daerah (Perda) di tiga daerah asal tradisi Didong, yakni Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues.

“Kita harapkan ketiga daerah menerbitkan masing-masing Perda untuk penetapan Hari Didong dan dirayakan tiap tahun dalam rangka menyelamatkan dan melindungi warisan budaya,” kata Almujaini dalam perayaan Hari Didong 2026 di halaman Musara Gayo Jabodetabek, Setu, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Almujaini, Perda diperlukan agar Hari Didong tidak berhenti sebagai sebuah deklarasi budaya, tetapi memiliki legalitas dan kekuatan kelembagaan dalam kebijakan pemerintah daerah.

Ia berharap pemerintah daerah di Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues dapat mengambil langkah bersama untuk menetapkan Hari Didong melalui regulasi daerah. Dengan demikian, peringatan setiap 5 Agustus tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menyelamatkan, melindungi dan mengembangkan Didong.

“Ini penting agar warisan budaya kita memiliki perlindungan dan terus dirayakan setiap tahun,” ujarnya.

Berawal dari Seminar Didong 2023

Gagasan tersebut memiliki pijakan sejarah yang jelas. 5 Agustus 2023 disepakati dan dideklarasikan sebagai Hari Didong dalam Seminar Didong yang berlangsung di Lut Tawar Grand Ballroom Parkside Hotel Takengon.

Penanggung jawab sekaligus inisiator seminar, dr. Eddi Juanidi, SpOG, SH, MKes, kembali menjelaskan sejarah tersebut dalam perayaan Hari Didong di Jakarta.

Menurut Eddi, seminar di Takengon itu dihadiri sekitar 200 peserta yang berasal dari Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues. Peserta terdiri atas seniman Didong, akademisi, tokoh adat dan budaya, jurnalis serta unsur pemerintah daerah.

Seminar tersebut juga dihadiri Pj Bupati Bener Meriah Haili Yoga, Pj Bupati Gayo Lues Alhudri, serta Pj Bupati Aceh Tengah Teuku Mirzuan yang diwakili Ir. Khaidir.

“Seminar itulah yang menyepakati dan mendeklarasikan 5 Agustus sebagai Hari Didong,” ujar Eddi.

Karena itu, usulan penerbitan Perda yang disampaikan Almujaini dinilai menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat kesepakatan budaya yang telah lahir melalui seminar tersebut.

Dihadiri Perwakilan Korea Selatan

Perayaan Hari Didong 2026 di Jakarta berlangsung meriah. Selain masyarakat Gayo di Jabodetabek, kegiatan juga dihadiri Silvia Kim, perwakilan dari Korea Selatan.

Silvia tidak hanya hadir sebagai tamu. Ia bahkan ikut berdidong bersama grup Rembune dan Peteri Pukes dengan Ceh Ibu Hidayah dari Takengon. Keterlibatannya menjadi simbol bahwa seni tradisi Gayo dapat membuka ruang perjumpaan budaya lintas negara.

Puncak acara ditandai pertunjukan Didong Jalu antara Grup Meri Musara Aceh Tengah dan Pegayon Jakarta. Meri Musara diperkuat Ceh Iwan Rama Bintang dan Azzam Musara, sedangkan Pegayon tampil dengan Ceh Ikhsan Yoga, Rahmaddan Burak dan kawan-kawan.

Perayaan juga diisi pembacaan puisi oleh penyair senior LK Ara dan penyair Salman Yoga, yang hadir mewakili Delegasi Rimba Raya.

LK Ara dalam kesempatan tersebut menyerahkan piagam penghargaan kepada maestro Didong Udin Musara, atau yang dikenal sebagai Ceh Musara Bintang. Maestro Didong yang kini berusia sekitar 81 tahun itu kemudian mendendangkan satu syair Didong di hadapan para peserta.

Penampilan Saman dari Duta Saman Institute turut menyemarakkan kegiatan. Kelompok tersebut baru kembali dari Busan, Korea Selatan, setelah mengikuti kegiatan seni dan budaya di negara tersebut.

Selain pertunjukan seni, perayaan Hari Didong 2026 juga diramaikan bazar UMKM yang menghadirkan berbagai makanan khas Tanah Gayo.***

(Fikar W Eda)

Baca Lainnya

Kekeringan Hampir Empat Bulan, Bupati Fakfak Kerahkan Seluruh OPD Bantu Salurkan Air Bersih

6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Almujaini Abdul Karim Kembali Pimpin Musara Gayo Jabodetabek

6 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Kabut Asap Selimuti Karas, Polisi Sektor Karas Bagikan Masker kepada Warga Malakuli.

6 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Becak Listrik Prabowo: Ketika Teknologi Datang ke Jalanan Rakyat

6 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Putra Aceh Dipercaya Duduki Kursi BPK RI, Khaidir Abdurrahman Siap Emban Amanah

6 Oktober 2026 - 06:21 WIB

118 Bus Shuttle DAMRI Siap Layani Mobilitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

6 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026

6 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Sembilan Tahun Ruang Baca, Doa untuk Negeri Mengiringi Perayaan

5 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Sepuluh Tahun Menanti, Masjid Giok Jadi Saksi Perjalanan Luhay Ahmad Memeluk Islam

5 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Komunitas Ruang Baca Rayakan HUT ke-9 Lewat Galeri Esai di Warung Kopi

5 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Trending di RAGAM