Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan sebagai salah satu alternatif perjalanan bagi masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026. Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari upaya KAI dalam memperluas kapasitas angkutan sekaligus memberikan pilihan perjalanan yang nyaman dengan tarif yang tetap terjangkau.
Hingga 13 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan tercatat 22.355 tiket dari total 27.368 tempat duduk yang disediakan atau sekitar 82 persen okupansi. Angka tersebut diperkirakan masih akan terus meningkat seiring meningkatnya permintaan perjalanan menjelang puncak arus mudik Lebaran.

Pada tiga hari pertama masa operasionalnya, yakni 11 sampai dengan 13 Maret 2026, Kereta Ekonomi Kerakyatan telah melayani sebanyak 3.071 pelanggan. Capaian ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap hadirnya layanan tersebut sebagai alternatif perjalanan Lebaran yang nyaman dan terjangkau.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa Kereta Ekonomi Kerakyatan dihadirkan untuk memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat dengan kapasitas yang lebih besar serta pengalaman perjalanan yang lebih nyaman.
“Kereta Ekonomi Kerakyatan kami hadirkan untuk memperluas pilihan perjalanan masyarakat pada masa Lebaran. Dengan kapasitas yang bertambah serta pengaturan kursi yang lebih nyaman, layanan ini diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menjaga keterjangkauan tarif perjalanan kereta api,” ujar Bobby, Jumat (14/3/2026).
Kereta Ekonomi Kerakyatan dirangkaikan pada KA Tambahan relasi Pasarsenen–Lempuyangan dengan komposisi lima kereta eksekutif dan empat kereta ekonomi kerakyatan. Total kapasitas dalam rangkaian tersebut mencapai 250 tempat duduk kelas eksekutif dan 372 tempat duduk kelas ekonomi kerakyatan.
Rangkaian tersebut beroperasi melalui perjalanan:
- KA 7039 Tambahan Lempuyangan–Pasarsenen, berangkat 06.00 WIB dan tiba 13.56 WIB
- KA 7040 Tambahan Pasarsenen–Lempuyangan, berangkat 15.25 WIB dan tiba 22.57 WIB
Kereta Ekonomi Kerakyatan menghadirkan pengaturan tempat duduk yang lebih ergonomis dan lapang untuk perjalanan jarak jauh. Setiap unit memiliki 93 tempat duduk dengan konfigurasi 3–2, lebih lega dibandingkan susunan sebelumnya yang berkapasitas 106 kursi.
Selain itu, kursi pada kereta ini dilengkapi fitur reversible sehingga arah kursi dapat disesuaikan dengan arah perjalanan kereta api, memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggan selama perjalanan.
Dari sisi tarif, layanan ini diposisikan di atas Kereta Ekonomi bersubsidi Public Service Obligation (PSO) dan di bawah Kereta Ekonomi Reguler. Untuk relasi terjauh pada periode Angkutan Lebaran tahun ini, tarif Kereta Ekonomi Kerakyatan ditetapkan mulai dari Rp175.000, sehingga tetap memberikan pilihan perjalanan yang terjangkau dengan peningkatan kenyamanan bagi pelanggan.
Bobby menambahkan bahwa optimalisasi sarana yang telah dimiliki menjadi bagian dari inovasi layanan untuk meningkatkan kapasitas angkutan pada periode dengan mobilitas masyarakat yang tinggi seperti Lebaran.
“Melalui pengaturan sarana yang ada, kapasitas perjalanan dapat ditingkatkan sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan. Kami ingin memastikan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan terjangkau selama masa Angkutan Lebaran,” tutup Bobby.
Melalui pengoperasian Kereta Ekonomi Kerakyatan, KAI memperluas akses transportasi publik berbasis rel, mendukung kelancaran arus mudik, serta menjaga keterjangkauan layanan bagi berbagai segmen pelanggan selama Angkutan Lebaran 2026.(fahmi)






























