Menu

Mode Gelap
Waduh! Kepatuhan Bus AKAP Masuk Terminal Hanya 57 Persen Ditjen Hubud-DGAC Prancis Perbarui Kerja Sama Teknis Penerbangan Sipil Dirjen Hubdat Sebut Penerima Diskon Tarif Penyeberangan Tembus 90 Persen Pelita Air-BNI Hadirkan Promo Diskon Tiket Domestik hingga Rp360 Ribu Kembali ke SCTV, Fandy Christian Siap Adu Akting dengan Rizky Nazar dan Zoe Abbas Jackson di Sebening Cinta HIPMA Gowa Komisariat UIN Alauddin Makassar: Kepentingan Rakyat Harus Di Atas Kepentingan Elite Politik

Uncategorized

Tidak Masuk Daftar Terdampak Bencana, Alumni FTUI Bangun Huntara di Desa Gewat, Linge Aceh Tengah

badge-check


 Tidak Masuk Daftar Terdampak Bencana, Alumni FTUI Bangun Huntara di Desa Gewat, Linge Aceh Tengah Perbesar

Wartatran.com, ACEH TENGAH  -– Hunian sementara (huntara) mulai dibangun di Desa Gewat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah oleh tim Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia (ILUNI FTUI).

Tim survei yang dipimpin langsung oleh Ketua ILUNI FTUI, Farrizky Astrawinata, bersama Satuan Tugas Kebencanaan FTUI, Ardiyansyah, turun langsung melihat kondisi desa yang masih memprihatinkan meskipun telah berlalu sekitar 90 hari pascabencana banjir bandang akibat siklus siklon pada akhir November 2025.

Dalam kunjungan tersebut, tim juga menyalurkan bantuan sembako melalui program UI Peduli kepada warga yang masih terdampak bencana.

Reje Desa Gewat, Sandi Suardi, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan.

“Kami sangat bersyukur Alumni UI datang ke desa kami untuk membantu pengadaan 11 unit huntara. Sudah 90 hari berlalu, namun masih ada saudara kami yang tidur di tenda darurat,” ujarnya.

Pembangunan huntara telah dimulai sejak 7 Maret 2026. Hingga saat ini, satu unit rumah sudah berdiri dan proses pembersihan lahan untuk 11 unit lainnya telah dilakukan.

Desa Gewat sendiri dihuni oleh sekitar 65 kepala keluarga, dengan mayoritas mata pencaharian sebagai pekebun kopi dan penyadap getah pinus. Bencana longsor yang terjadi di lereng gunung sebelumnya menyebabkan akses jalan masuk ke desa terputus serta banyak rumah warga mengalami kerusakan.

Tim menargetkan 4 unit huntara selesai sebelum Lebaran, sementara 7 unit lainnya akan diselesaikan dalam waktu 30 hari setelah libur Lebaran.

Huntara yang dibangun memiliki ukuran 4 x 7,2 meter dan dirancang agar dapat digunakan secara layak oleh warga selama masa pemulihan pascabencana.

Program bantuan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang tidak hanya mencakup pembangunan huntara, tetapi juga sarana prasarana pendukung serta program pemulihan masyarakat.

Model huntara yang digunakan merupakan pengembangan terbaru dari desain hunian darurat yang sebelumnya diterapkan pada penanganan bencana di Lombok, Palu pada 2018, serta Cianjur. Model ini dikenal dengan nama Antara Versi 3, yang desainnya terinspirasi dari rumah adat Gayo Uma Pitu Ruang, dengan konsep rumah panggung berbahan kayu yang kokoh dan adaptif terhadap kondisi alam setempat.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Desa Gunung Bakti Bersatu Dukung Salamudin Syah (Edy Orga) Maju Pimpin Desa

6 Juli 2026 - 00:05 WIB

Sumur Minyak Tradisional di Darul Ihsan Aceh Timur Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

5 Juli 2026 - 23:59 WIB

LDII Sulsel Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Sulsel, Tegaskan Komitmen Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Juli 2026 - 20:12 WIB

20 Muharram 1448 H: Momentum Memperkuat Iman, Hijrah, dan Kepedulian Sosial

5 Juli 2026 - 12:45 WIB

Walikota Langsa Rombak Kabinet Secara Besar besaran 

5 Juli 2026 - 05:24 WIB

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Krakatau Bergerak ke Barat, Belum Berdampak pada Bandara dan Jalur Penerbangan

4 Juli 2026 - 15:09 WIB

Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban 

4 Juli 2026 - 06:38 WIB

Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

3 Juli 2026 - 21:59 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

3 Juli 2026 - 15:29 WIB

Trending di RAGAM