Menu

Mode Gelap
KAI Commuter Siagakan 126 Personel di Stasiun Strategis Antisipasi Aksi Massa Kembali ke Kampus, Wabup Bireuen Razuardi Jadi Pemateri PKKMB Universitas Almuslim 2026 PARFI ’56 Ingin Bangun Dana Abadi untuk Seniman Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api

Uncategorized

Tidak Masuk Daftar Terdampak Bencana, Alumni FTUI Bangun Huntara di Desa Gewat, Linge Aceh Tengah

badge-check


 Tidak Masuk Daftar Terdampak Bencana, Alumni FTUI Bangun Huntara di Desa Gewat, Linge Aceh Tengah Perbesar

Wartatran.com, ACEH TENGAH  -– Hunian sementara (huntara) mulai dibangun di Desa Gewat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah oleh tim Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia (ILUNI FTUI).

Tim survei yang dipimpin langsung oleh Ketua ILUNI FTUI, Farrizky Astrawinata, bersama Satuan Tugas Kebencanaan FTUI, Ardiyansyah, turun langsung melihat kondisi desa yang masih memprihatinkan meskipun telah berlalu sekitar 90 hari pascabencana banjir bandang akibat siklus siklon pada akhir November 2025.

Dalam kunjungan tersebut, tim juga menyalurkan bantuan sembako melalui program UI Peduli kepada warga yang masih terdampak bencana.

Reje Desa Gewat, Sandi Suardi, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan.

“Kami sangat bersyukur Alumni UI datang ke desa kami untuk membantu pengadaan 11 unit huntara. Sudah 90 hari berlalu, namun masih ada saudara kami yang tidur di tenda darurat,” ujarnya.

Pembangunan huntara telah dimulai sejak 7 Maret 2026. Hingga saat ini, satu unit rumah sudah berdiri dan proses pembersihan lahan untuk 11 unit lainnya telah dilakukan.

Desa Gewat sendiri dihuni oleh sekitar 65 kepala keluarga, dengan mayoritas mata pencaharian sebagai pekebun kopi dan penyadap getah pinus. Bencana longsor yang terjadi di lereng gunung sebelumnya menyebabkan akses jalan masuk ke desa terputus serta banyak rumah warga mengalami kerusakan.

Tim menargetkan 4 unit huntara selesai sebelum Lebaran, sementara 7 unit lainnya akan diselesaikan dalam waktu 30 hari setelah libur Lebaran.

Huntara yang dibangun memiliki ukuran 4 x 7,2 meter dan dirancang agar dapat digunakan secara layak oleh warga selama masa pemulihan pascabencana.

Program bantuan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang tidak hanya mencakup pembangunan huntara, tetapi juga sarana prasarana pendukung serta program pemulihan masyarakat.

Model huntara yang digunakan merupakan pengembangan terbaru dari desain hunian darurat yang sebelumnya diterapkan pada penanganan bencana di Lombok, Palu pada 2018, serta Cianjur. Model ini dikenal dengan nama Antara Versi 3, yang desainnya terinspirasi dari rumah adat Gayo Uma Pitu Ruang, dengan konsep rumah panggung berbahan kayu yang kokoh dan adaptif terhadap kondisi alam setempat.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kembali ke Kampus, Wabup Bireuen Razuardi Jadi Pemateri PKKMB Universitas Almuslim 2026

27 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Trending di RAGAM