Wartatrans.com, JAKARTA – PT KAI Services terus memperkuat kompetensi para frontliner untuk menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan. Pembinaan dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan yang mencakup kemampuan teknis, hospitality, hingga keterampilan berkomunikasi.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelayanan, KAI Services menempatkan petugas yang berinteraksi langsung dengan pelanggan sebagai salah satu unsur penting dalam membangun pengalaman perjalanan yang nyaman.
Direktur Utama KAI Services Krisna Arianto mengatakan, pelatihan dan pembinaan diberikan kepada seluruh frontliner yang tersebar di Regional 1 hingga Regional 11 di Pulau Jawa dan Sumatera.
“Secara konsisten kami memberikan pelatihan dan pembinaan kepada seluruh frontliner. Saat ini kami juga memiliki Training Center yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas simulasi untuk mendukung proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi, yang berada di Purwokerto, Jawa Tengah,” ujar Krisna dalam keterangan resminya, Rabu (23/9).
Menurut Krisna, frontliner merupakan representasi perusahaan yang berhadapan langsung dengan pelanggan. Karena itu, standar pelayanan harus dijaga secara konsisten di seluruh wilayah operasional KAI Services.
“Saya selalu menekankan kepada para frontliner KAI Services bahwa baik buruknya dan ramah tidaknya wajah KAI ada di tangan mereka. Untuk itu, kualitas pelayanan yang mereka tampilkan harus benar-benar dijaga agar dapat dirasakan langsung oleh pelanggan,” ungkap Krisna.
Ia mengatakan, konsistensi menjadi tantangan tersendiri karena KAI Services memiliki sekitar 28.000 pekerja yang tersebar di berbagai wilayah.
“Dengan jumlah personel yang begitu besar dan tersebar di berbagai wilayah, kunci yang paling penting adalah konsistensi. Bagaimana seluruh insan KAI Services dapat memberikan pelayanan yang sesuai standar, di mana pun mereka bertugas,” tambahnya.
Pelatihan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis. KAI Services juga membekali frontliner dengan keterampilan interpersonal melalui pelatihan hospitality.
Materi tersebut mencakup kemampuan berkomunikasi, bahasa tubuh, hingga cara membangun interaksi positif dengan pelanggan. Pembekalan itu diharapkan dapat membantu petugas memberikan pelayanan yang ramah dan profesional saat menjalankan tugas.
Salah seorang prami KAI Services, Zara, mengatakan pelatihan hospitality memberikan manfaat yang dapat diterapkan secara langsung saat bertugas di dalam kereta.
“Saya selalu mengikuti pelatihan hospitality yang dilakukan KAI Services karena banyak materi pengembangan diri yang bisa saya dapatkan. Mulai dari bagaimana menggunakan bahasa tubuh yang baik saat berhadapan dengan pelanggan hingga cara berkomunikasi yang sopan agar dapat memberikan kesan yang baik saat melayani pelanggan di kereta,” ungkap Zara.(fahmi)


























