Menu

Mode Gelap
KAI Daop 7 Madiun Layani 492 Ribu Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026 Awal Libur Panjang Paskah, Volume Penumpang Kereta Api Tembus 183 Ribu KCIC Imbau Masyarakat Pesan Tiket Whoosh Lebih Awal Jelang Libur Panjang Paskah Mantap, Program Motis DJKA Angkut 12.419 Motor Pemudik Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah Pascagempa 7,6 SR, TPK Bitung dan TPK Ternate Beroperasi Kembali

PERISTIWA

Kisah di Balik Lawatan Eropa Affandi: Cerita Jhon, Sang Saksi Sunyi Tentang Lukisan Sitor Situmorang

badge-check


 Kisah di Balik Lawatan Eropa Affandi: Cerita Jhon, Sang Saksi Sunyi Tentang Lukisan Sitor Situmorang Perbesar

Wartatrans.com, YOGYAKARTA — Sebuah kisah menarik tentang maestro pelukis Indonesia, Affandi, terungkap dari cerita lisan Jhon, sopir pribadi Affandi, yang disampaikan sebelum ia meninggal dunia. Kisah itu diceritakan Jhon di rumahnya di Yogyakarta, mengalir sebagai kenangan tentang perjalanan seni dan persahabatan lintas zaman.

Jhon menuturkan sejumlah pengalaman ketika Affandi melakukan lawatan melukis ke berbagai negara di Eropa. Salah satu kisah yang paling membekas terjadi di Amsterdam, Belanda. Di kota itu, Affandi bertemu kembali dengan sahabat lamanya, penyair besar Indonesia, Sitor Situmorang.

Pertemuan dua tokoh seni tersebut berlangsung di sebuah restoran yang cukup mewah. Setelah lama terpisah oleh jarak dan waktu, keduanya seakan membayar kerinduan yang tertahan bertahun-tahun. Percakapan mereka pun mengalir hangat, sarat kenangan dan refleksi perjalanan hidup.

Dalam pertemuan itu, Sitor Situmorang melontarkan sebuah pertanyaan yang terdengar sederhana, namun menyimpan makna mendalam.

“Kapan bung selesaikan lukisan wajahku?”

Pertanyaan tersebut bukan sekadar basa-basi, melainkan penagihan “utang” seni—lukisan potret wajah Sitor yang sejak lama dijanjikan Affandi, namun tak pernah terwujud. Berbagai prahara politik, situasi zaman, dan dinamika kehidupan telah menghalangi proses penciptaannya.

Kisah ini menjadi potongan penting dari mosaik sejarah seni dan sastra Indonesia, memperlihatkan relasi personal para tokoh besar yang kerap luput dari catatan resmi. Melalui cerita Jhon, sosok Affandi tidak hanya tampil sebagai maestro lukis, tetapi juga sebagai manusia dengan persahabatan, janji, dan pergulatan zamannya.

Sepenggal cerita ini kini menjadi pemantik imajinasi dan wacana kebudayaan. Kelanjutannya, sebagaimana harapan sang pencerita, mungkin suatu hari akan diwujudkan dalam bentuk film cerita tentang Affandi dan lingkaran tokoh-tokoh sezamannya—sebuah penghormatan visual bagi sejarah seni Indonesia.*** (Daniel RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah

2 April 2026 - 19:36 WIB

Cerita dari Bukit Sinyonya: FIFGROUP Wujudkan Desa Sejahtera dan Sekolah yang Lebih Layak 

2 April 2026 - 18:29 WIB

Advokad Wahyudi Perkuat Lini Hukum Wartatrans.com, Respons Meningkatnya Risiko Sengketa Media Digital

2 April 2026 - 16:48 WIB

Pengaturan Gate Pass Terkoordinasi dan Terukur, Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Lancar

2 April 2026 - 16:45 WIB

Advokat Nourman, SH Gabung Di Wartatrans.com sebagai Kuasa Hukum, Perkuat Profesionalisme Media

2 April 2026 - 16:32 WIB

Sumur Bor untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Utara Rampung, Aktivis: Ini Awal Pemulihan

2 April 2026 - 15:49 WIB

Pengukuhan Imuem Syiek Abu Indrapuri Picu Polemik, Kuasa Hukum BKM Minta Polda Periksa Bupati Aceh Besar

2 April 2026 - 14:56 WIB

Gempa Berpotensi Tsunami Sulut dan Mulut Bisa Picu ke Aceh? Ini Kata BMKG

2 April 2026 - 10:06 WIB

Di Galery Ruang Darmin, Yahya TS Tegaskan Identitas Betawi Lewat Pameran “Betawie Punye Yahye”

2 April 2026 - 09:20 WIB

Pelindo Regional 4 Layani 758.000 Penumpang Selama Lebaran 2026, Naik 10,41% YoY

2 April 2026 - 09:10 WIB

Trending di ANJUNGAN