Menu

Mode Gelap
ASDP: Pendaftaran Mudik Gratis Libur Lebaran Mulai 12 Februari ASDP Dukung Stimulus Transportasi Lebaran, Siap Hadirkan Layanan Mudik Aman dan Terjangkau Klub Sepakbola Persiwah Mempawah Kalimantan Barat Siap Melaju di Kejuaraan Nasional. KAI Daop 1 Jakarta Umumkan Daftar KA Diskon 30 Persen, Berlaku Mulai 14-29 Maret 2026 Kementerian-KP Kirim 1.852 Kontainer Udang Bersertifikat Bebas Cesium ke AS dalam Tiga Bulan MKJ Resmikan Kepengurusan 2025–2030 Lewat Perhelatan Malam Kesenian Jakarta

PERISTIWA

Kisah di Balik Lawatan Eropa Affandi: Cerita Jhon, Sang Saksi Sunyi Tentang Lukisan Sitor Situmorang

badge-check


 Kisah di Balik Lawatan Eropa Affandi: Cerita Jhon, Sang Saksi Sunyi Tentang Lukisan Sitor Situmorang Perbesar

Wartatrans.com, YOGYAKARTA — Sebuah kisah menarik tentang maestro pelukis Indonesia, Affandi, terungkap dari cerita lisan Jhon, sopir pribadi Affandi, yang disampaikan sebelum ia meninggal dunia. Kisah itu diceritakan Jhon di rumahnya di Yogyakarta, mengalir sebagai kenangan tentang perjalanan seni dan persahabatan lintas zaman.

Jhon menuturkan sejumlah pengalaman ketika Affandi melakukan lawatan melukis ke berbagai negara di Eropa. Salah satu kisah yang paling membekas terjadi di Amsterdam, Belanda. Di kota itu, Affandi bertemu kembali dengan sahabat lamanya, penyair besar Indonesia, Sitor Situmorang.

Pertemuan dua tokoh seni tersebut berlangsung di sebuah restoran yang cukup mewah. Setelah lama terpisah oleh jarak dan waktu, keduanya seakan membayar kerinduan yang tertahan bertahun-tahun. Percakapan mereka pun mengalir hangat, sarat kenangan dan refleksi perjalanan hidup.

Dalam pertemuan itu, Sitor Situmorang melontarkan sebuah pertanyaan yang terdengar sederhana, namun menyimpan makna mendalam.

“Kapan bung selesaikan lukisan wajahku?”

Pertanyaan tersebut bukan sekadar basa-basi, melainkan penagihan “utang” seni—lukisan potret wajah Sitor yang sejak lama dijanjikan Affandi, namun tak pernah terwujud. Berbagai prahara politik, situasi zaman, dan dinamika kehidupan telah menghalangi proses penciptaannya.

Kisah ini menjadi potongan penting dari mosaik sejarah seni dan sastra Indonesia, memperlihatkan relasi personal para tokoh besar yang kerap luput dari catatan resmi. Melalui cerita Jhon, sosok Affandi tidak hanya tampil sebagai maestro lukis, tetapi juga sebagai manusia dengan persahabatan, janji, dan pergulatan zamannya.

Sepenggal cerita ini kini menjadi pemantik imajinasi dan wacana kebudayaan. Kelanjutannya, sebagaimana harapan sang pencerita, mungkin suatu hari akan diwujudkan dalam bentuk film cerita tentang Affandi dan lingkaran tokoh-tokoh sezamannya—sebuah penghormatan visual bagi sejarah seni Indonesia.*** (Daniel RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MKJ Resmikan Kepengurusan 2025–2030 Lewat Perhelatan Malam Kesenian Jakarta

11 Februari 2026 - 11:03 WIB

Jelang Imlek 2026, Merry Riana dan Ratusan Keturunan Tionghoa Gabung Partai Demokrat

11 Februari 2026 - 10:16 WIB

Dukung Puskesmas Pesisir, Terminal Teluk Lamong Salurkan Bantuan Alat Kesehatan

10 Februari 2026 - 21:21 WIB

Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Pembagian Sembako Warnai Program Bulan K3 Nasional 2026 di Pelindo Regional 2 Tanjung Priok

10 Februari 2026 - 21:12 WIB

Relawan Satria Kencana Nusantara Distribusikan 100 Ton Air Bersih untuk Korban Bencana di Lereng Gunung Slamet

10 Februari 2026 - 20:20 WIB

Trending di RAGAM