Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat peningkatan volume penumpang pada momentum libur panjang Imlek dan menjelang Ramadan 2026, dengan puncak arus keberangkatan terjadi pada 14 Februari 2026 yang mencapai 40.336 pelanggan dan okupansi 100,7 persen dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen.
Saat ini, pergerakan penumpang mulai memasuki fase arus balik dengan puncak kedatangan diprediksi terjadi pada 17 Februari 2026.

Pada 13 Februari 2026, tercatat 39.301 pelanggan berangkat (okupansi 99,3 persen) dan 27.926 pelanggan turun. Sementara pada 14 Februari, selain lonjakan keberangkatan, jumlah pelanggan turun meningkat menjadi 33.482 pelanggan.
Memasuki 15 Februari 2026, volume keberangkatan tercatat 35.027 pelanggan dengan okupansi 87,6 persen dan 27.434 pelanggan turun.
Adapun per 16 Februari 2026 pukul 09.00 WIB, jumlah penumpang berangkat tercatat 21.440 pelanggan (okupansi 53,8 persen), sedangkan penumpang turun mencapai 29.275 pelanggan. Tren ini menunjukkan arus kedatangan mulai meningkat dan fase arus balik mulai berlangsung.
KAI Daop 1 Jakarta memprediksi puncak arus kedatangan akan terjadi pada 17 Februari 2026, dengan jumlah penumpang turun diperkirakan mencapai 36.000 pelanggan. Selanjutnya pada 18 Februari 2026, jumlah kedatangan diproyeksikan masih tinggi, yakni sekitar 30.000 pelanggan.
Empat stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi selama periode ini adalah Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, Stasiun Bekasi, dan Stasiun Jatinegara, yang secara konsisten mencatat ribuan pelanggan per hari.
Secara kumulatif periode 13–18 Februari 2026, KAI Daop 1 Jakarta menyediakan rata-rata 39.000 kursi per hari atau sekitar 234.000 kursi selama enam hari. Hingga saat ini, sebanyak 161.823 kursi telah terjual, dengan sisa ketersediaan lebih dari 52 ribu kursi untuk keberangkatan 16–18 Februari 2026.
Untuk mendukung mobilitas masyarakat, KAI Daop 1 Jakarta juga mengoperasikan 9 perjalanan KA tambahan dari Stasiun Gambir.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengantisipasi lonjakan arus balik.
“Puncak keberangkatan telah terjadi pada 14 Februari. Kami memprediksi puncak kedatangan akan berlangsung pada 17 Februari. Seluruh jajaran operasional telah kami siagakan untuk memastikan layanan tetap aman, tertib, dan nyaman bagi pelanggan,” ujar Franoto.
Adapun tujuan favorit pelanggan selama periode ini antara lain Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, serta kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa.
KAI Daop 1 Jakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang andal, aman, dan mengutamakan keselamatan dalam mendukung mobilitas masyarakat selama periode libur panjang dan menjelang Ramadan 2026.(****)






















