Menu

Mode Gelap
Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat Pelayanan & Pengamanan Penumpang Kapal Kepulauan Seribu di Dermaga Muara Angke KAI Daop 7 Madiun Ganti Rangkaian Bangunkarta dan Singasari dengan Stainless Steel New Generation mulai 15 April KAI Layani 4,65 Juta Pelanggan PSO pada Triwulan I 2026, Naik 13,91 Persen Liburan Hemat dari Jakarta ke Purwakarta Mulai Rp8.000, Perjalanan Singkat dengan KRL dan KA Lokal ASDP Tunda Pengalihan Lintasan Siwa–Kolaka, Tetap Jaga Kelancaran Layanan Operasional

EKOBIS

METI Melihat Aceh Berpeluang Jadi Provinsi Percontohan Energi Terbarukan

badge-check


 METI Melihat Aceh Berpeluang Jadi Provinsi Percontohan Energi Terbarukan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Aceh dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi provinsi percontohan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Selain kekayaan sumber daya alam, Aceh juga memiliki kekhususan kewenangan yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong kebijakan strategis di sektor energi bersih. Hal itu dikemukakan oleh Wakil Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Aceh, Ihsanuddin Zulkarnaen, Selasa (27/01/2026).

Ihsanuddin mengatakan Aceh memiliki posisi strategis untuk diusulkan langsung kepada Presiden sebagai lumbung energi baru terbarukan nasional. Menurut dia, potensi tersebut tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga membuka peluang ekspor energi ke negara tetangga seperti Singapura.

“Dengan potensi angin, surya, air, dan biomassa yang besar, Aceh bisa menjadi pionir. Bahkan, Aceh memungkinkan untuk mengekspor energi langsung ke Singapura dan negara-negara kawasan,” kata Ihsanuddin saat menjadi Tamu Redaksi Wartatrans.com, membahas isu energi terbarukan.

Ihsanuddin menegaskan, METI perlu mengambil peran lebih aktif dalam pembangunan bangsa ke depan dengan mengedepankan transisi energi. Menurut dia, pengembangan EBT bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga kemandirian energi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

“METI harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah. Energi terbarukan adalah masa depan, dan Aceh punya semua prasyarat untuk menjadi contoh nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan regulasi, komitmen pemerintah pusat dan daerah, serta kesiapan infrastruktur menjadi kunci agar Aceh benar-benar mampu bertransformasi menjadi pusat energi bersih. Jika dikelola secara serius, Aceh tidak hanya berkontribusi pada target bauran energi nasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta energi regional.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat

12 April 2026 - 20:48 WIB

Pemkot Semarang Tidak Melaksanakan WFH, Wamendagri Perintahkan untuk Memviralkan

12 April 2026 - 13:57 WIB

The Meru Sanur Sabet Penghargaan Best New Hotel Indonesia 2026

12 April 2026 - 12:47 WIB

Semangat Kartini Di Cijeruk Bersama Halimah Munawir

11 April 2026 - 14:18 WIB

Pelabuhan Pangkal Balam Perkuat Komitmen Jaga Layanan Bersama Mitra

11 April 2026 - 11:39 WIB

Pelukis “Garis Liris” Titis Djabarudin Berpulang, Dunia Seni Kehilangan Sosok Puitik

11 April 2026 - 00:06 WIB

Pidie Jaya Kembali Terendam, Jalan Nasional Lumpuh

10 April 2026 - 20:38 WIB

Survei Tunjukkan Kepuasan Publik Tinggi, ASDP Dinilai Sukses Kelola Mudik 2026

10 April 2026 - 20:20 WIB

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pascalebaran Lebih Terkendali

10 April 2026 - 13:07 WIB

Perkuat Ekosistem Logistik Nasional, Pelindo Dukung Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat

10 April 2026 - 12:58 WIB

Trending di ANJUNGAN