Menu

Mode Gelap
Jika Tarif Transjakarta Naik, Jakarta Terancam Hadapi Gelombang Kemacetan Baru Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan KAI Siapkan Stasiun Gambir Jadi Hub Transportasi Terintegrasi KAJJ, KRL hingga Monas Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik Aset KAI Group Meningkat Jadi Rp105,43 Triliun pada 2025, Perkuat Layanan Berbasis Rel

EKOBIS

METI Melihat Aceh Berpeluang Jadi Provinsi Percontohan Energi Terbarukan

badge-check


 METI Melihat Aceh Berpeluang Jadi Provinsi Percontohan Energi Terbarukan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Aceh dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi provinsi percontohan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Selain kekayaan sumber daya alam, Aceh juga memiliki kekhususan kewenangan yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong kebijakan strategis di sektor energi bersih. Hal itu dikemukakan oleh Wakil Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Aceh, Ihsanuddin Zulkarnaen, Selasa (27/01/2026).

Ihsanuddin mengatakan Aceh memiliki posisi strategis untuk diusulkan langsung kepada Presiden sebagai lumbung energi baru terbarukan nasional. Menurut dia, potensi tersebut tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga membuka peluang ekspor energi ke negara tetangga seperti Singapura.

“Dengan potensi angin, surya, air, dan biomassa yang besar, Aceh bisa menjadi pionir. Bahkan, Aceh memungkinkan untuk mengekspor energi langsung ke Singapura dan negara-negara kawasan,” kata Ihsanuddin saat menjadi Tamu Redaksi Wartatrans.com, membahas isu energi terbarukan.

Ihsanuddin menegaskan, METI perlu mengambil peran lebih aktif dalam pembangunan bangsa ke depan dengan mengedepankan transisi energi. Menurut dia, pengembangan EBT bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga kemandirian energi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

“METI harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah. Energi terbarukan adalah masa depan, dan Aceh punya semua prasyarat untuk menjadi contoh nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan regulasi, komitmen pemerintah pusat dan daerah, serta kesiapan infrastruktur menjadi kunci agar Aceh benar-benar mampu bertransformasi menjadi pusat energi bersih. Jika dikelola secara serius, Aceh tidak hanya berkontribusi pada target bauran energi nasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta energi regional.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan

7 Juli 2026 - 23:54 WIB

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

7 Juli 2026 - 20:20 WIB

TDA Takengon Gelar Sharing dan Diskusi Kunci Mengelola Bisnis di Premium Coffee

7 Juli 2026 - 20:04 WIB

13 Keuchik Kluet Tengah Bersatu Desak Pemerintah Segera Tetapkan WPR

7 Juli 2026 - 13:10 WIB

Mustafa Gaseu Soroti 60 Unit Rumah Bantuan APBA di Aceh Barat Mangkrak, Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Pembangunan

7 Juli 2026 - 12:15 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran

6 Juli 2026 - 17:30 WIB

For-PAS Soroti Belanja Publikasi Media Online Rp260 Juta, Minta Dinas Pariwisata Berlaku Adil kepada Seluruh Media

6 Juli 2026 - 17:01 WIB

Meski Terima Investasi TikTok Rp24,5 Triliun, PHK di Tokopedia Tetap Ada?

6 Juli 2026 - 16:56 WIB

Trending di EKOBIS