Wartatrans.com, ACEH — Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, bersama Wakil Gubernur Aceh, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Firman, Dandim, Kapolres, Kajari, serta sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Syahrial dan Syukur, menggelar pertemuan dengan warga di kawasan Enang-Enang untuk menyerap aspirasi sekaligus membahas penanganan akses jalan dan Jembatan Enang-Enang.
Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan sebagai langkah awal dalam mengatasi persoalan transportasi yang selama ini menjadi kendala bagi masyarakat setempat.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang telah berinisiatif memperbaiki akses jalan secara swadaya. Menurutnya, kepedulian warga menjadi bukti kuat bahwa masyarakat memiliki komitmen tinggi dalam menjaga konektivitas wilayah.
Namun, berdasarkan hasil peninjauan lapangan dan pembahasan bersama, kondisi Jembatan Enang-Enang dinilai masih rawan untuk dilalui sehingga membutuhkan penanganan teknis secara khusus demi menjamin keselamatan pengguna jalan.
Sebagai solusi sementara, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan arus transportasi melalui jalur alternatif Werlah hingga penanganan jembatan dapat dilakukan.
Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mempercepat penanganan infrastruktur di kawasan tersebut. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu menghadirkan solusi yang aman, efektif, dan berkelanjutan bagi akses transportasi warga Enang-Enang.*** (Kamaruzzaman)


























