Menu ✖

Mode Gelap
INACA Dorong Percepatan Pembebasan Pajak Suku Cadang Pesawat AHY Menanggapi Penghentian Pembangunan Pusat Data AI oleh Gubernur Jabar KDM Ditjenpas Jabar Gandeng PWI untuk Perkuat Komunikasi Publik Alam Pedang Berkibar di Takengon, Zam Zam Mubarak: Momentum Kebangkitan Identitas Historis Gayo H. Fikri Prihatin Kenakalan Remaja Kembali Marak di Kabupaten Bogor, Semua Pihak Diminta Turun Tangan Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan

EKOBIS

Meski Terima Investasi TikTok Rp24,5 Triliun, PHK di Tokopedia Tetap Ada?

badge-check


 TikTok dan Tokopedia Perbesar

TikTok dan Tokopedia

Wartatrans.com, JAKARTA – Gelombang pemutusan hubungan kerja kembali mengguncang PT Tokopedia meski perusahaan baru menerima investasi US$1,5 miliar atau setara Rp24,5 triliun dari ByteDance Ltd., induk TikTok.

Akuisisi 75,01 persen saham Tokopedia oleh ByteDance yang rampung akhir 2025 itu, justru diikuti rasionalisasi karyawan di sejumlah divisi. Manajemen TikTok membenarkan adanya penyesuaian struktur.

“Kami melakukan keselarasan pada organisasi riset dan pengembangan untuk pertumbuhan jangka panjang,” kata juru bicara TikTok Indonesia, Kamis (2/6/2026).

Namun, perusahaan belum mengungkap jumlah pasti karyawan terdampak PHK.

Kementerian Ketenagakerjaan telah menerjunkan tim Mediator Hubungan Industrial untuk memverifikasi rumor PHK massal.

Kepala Biro Humas Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, menegaskan pihaknya belum menerima laporan resmi.

“Hingga Sabtu, 4 Juli 2026, belum ada pemberitahuan resmi dari manajemen Tokopedia terkait PHK,” ujar Faried.

Pengetatan struktur ini bukan yang pertama. Sepanjang 2024 hingga semester I-2025, Tokopedia telah merumahkan ratusan pekerja. Pemangkasan menyasar divisi teknologi, keuangan, hingga administrasi.

Langkah tersebut terjadi setelah ByteDance mengambil alih kendali operasional. Kini GoTo hanya menggenggam 24,99 persen saham Tokopedia.

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies, Nailul Huda, menilai PHK pasca-akuisisi sulit dihindari.

“Narasi akuisisi tanpa reduksi karyawan adalah utopia,” kata Nailul, Ahad (5/7/2026).

Menurut Nailul, setiap merger pasti memunculkan unit kerja serupa.

“Biaya harus diefisiensikan, sehingga PHK menjadi opsi paling mudah,” ujarnya.

Data Celios mencatat, 68 persen akuisisi korporasi digital di Asia Tenggara dalam tiga tahun terakhir diikuti rasionalisasi tenaga kerja di tahun pertama.

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia, Budi Primawan, menyebut penyesuaian staf merupakan wilayah internal korporasi. “Terlalu dini mengaitkan pemangkasan modal manusia dengan masifnya adopsi kecerdasan buatan,” kata Budi, di waktu berbeda.

Sia merujuk pada tren industri. Laporan idEA Mei 2026 menunjukkan hanya 12 persen perusahaan e-commerce yang memangkas karyawan murni karena otomatisasi AI. Sisanya karena duplikasi fungsi pasca-merger.

Manajemen TikTok menyatakan tetap memberi dukungan transisi bagi karyawan terdampak. Perusahaan juga berjanji melanjutkan investasi pada ekosistem lokal.

Namun, janji investasi Rp24,5 triliun itu mayoritas mengalir sebagai pembelian saham ke GoTo. Alokasi untuk belanja modal dan operasional Tokopedia tidak dibuka ke publik.

Dengan struktur baru, ByteDance menargetkan efisiensi untuk bersaing dengan Shopee dan Lazada.

Kedua kompetitor tercatat memiliki rasio biaya operasional terhadap pendapatan 19–22 persen pada 2025, jauh lebih rendah dari gabungan TikTok Shop-Tokopedia, yang masih di 31 persen, menurut riset Momentum Works. (Artha Tidar)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

INACA Dorong Percepatan Pembebasan Pajak Suku Cadang Pesawat

13 Oktober 2026 - 16:21 WIB

SCI Apresiasi Pelaku Usaha Lewat Indonesia Logistics Awards 2026

13 Oktober 2026 - 11:33 WIB

30 Hektare Lahan Meikarta Disiapkan untuk Rumah Subsidi

12 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Estafet Kepemimpinan Garuda Indonesia, Menilik Kiprah Fadjar dan Glenny Mengawal Pemulihan

11 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

11 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026

11 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Hadir di Multifinance Day 2026, ACC Dukung Inklusi Keuangan OJK

11 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan

10 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Jadi Panelis Forum ICAO 2026, Dirop AirNav Paparkan Penerapan FRTO di Wilayah Kepulauan

10 Oktober 2026 - 11:24 WIB

NPCT1 Raih Penghargaan “Container Terminal Operator of the Year” pada Indonesia Logistics Awards 2026

10 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Trending di ANJUNGAN