Menu ✖

Mode Gelap
Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja KAI Angkut 191 Ribu Ton Barang Retail hingga September 2026, Dorong Efisiensi Logistik Kemenhub dan Kemenlu Fasilitasi Kepulangan 4 Awak Kapal Korban Pembajakan di Somalia Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo B50 Jadi Program Utama KAI, Target Pangkas Emisi 133.676 Ton CO₂e Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

EKOBIS

50.000 Hunian Qatar di Lahan KAI Dikawal Pemerintah

badge-check


 Mauarar Sirait (ist) Perbesar

Mauarar Sirait (ist)

Wartatrans.com, JAKARTA + Proyek 50.000 hunian vertikal investor Qatar, Al Qilaa International Group, di lahan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI di Kampung Bandan, Jakarta, kini masuk pengawalan lintas lembaga.

Pemerintah membentuk tim untuk memastikan pemanfaatan lahan, validasi data, skema investasi, dan tata kelola proyek berjalan sesuai ketentuan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, tim tersebut melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), KAI, Badan Pusat Statistik (BPS), dan pihak Qatar.

“Untuk rencana investasi di Kampung Bandan, sesuai arahan Kepala BPKP, dibuat tim bersama antara BPKP, BP BUMN, PT KAI, BPS, dan pihak Qatar, sehingga dipastikan semua tata kelolanya benar,” kata Maruarar di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Proyek tersebut merupakan kolaborasi KAI, Kementerian PKP, dan Al Qilaa untuk mendukung Program 3 Juta Rumah.

KAI menyebut pengembangan aset lahannya diarahkan menggunakan konsep Transit Oriented Development (TOD), sedangkan hunian dirancang dalam bentuk smart towers dengan fasilitas sekolah, taman bermain, ruang komunal, dan sistem rumah pintar.

Target 50.000 unit disebut sebagai tahap awal proyek Kampung Bandan. Namun, pada September 2025, Vice Chief Executive Officer (CEO) PT Risjadson Land Abdulbar Mansoer pernah memaparkan rencana awal pembangunan 14 menara dengan sekitar 16.000 unit.

Dari sisi komersial, Al Qilaa telah meluncurkan penjualan perdana pada Kamis (15/1/2026).

Unit yang ditawarkan berukuran 25 dan 36 meter persegi dengan harga mulai Rp360 juta. Nomor Urut Pemesanan (NUP) dibuka, sementara Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) difasilitasi Bank Tabungan Negara (BTN).

Chairman Al Qilaa Global Group Sheikh Abdulaziz Al Thani mengatakan proyek tersebut diarahkan lebih dari sekadar pembangunan tempat tinggal.

“Hunian ini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan bagian dari ekosistem hunian berkelanjutan yang mendukung kehidupan komunitas,” kata Abdulaziz kala itu.

Harga awal Kampung Bandan Rp360 juta perlu diuji terhadap daya beli sasaran. Tantangan proyek kini bukan hanya merealisasikan 50.000 unit, tetapi memastikan tahapan pembangunan, skema investasi, pemanfaatan aset KAI, dan daya serap pasar berjalan terukur. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

26 UMKM Binaan PLN UID Jakarta Raup Rp200 Juta Selama FIFA ASEAN Cup

7 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal

6 Oktober 2026 - 17:04 WIB

BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85%

6 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private

6 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Joumpa Masuk di Layanan wondr, BNI Perluas Ekosistem Perjalanan

6 Oktober 2026 - 04:54 WIB

Hajatan FIFGROUP Pondok Gede Hadirkan Beragam Promo, Hiburan, dan Kegiatan Sosial untuk Masyarakat

4 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Apresiasi Pencapaian Prestasi Bank Jakarta oleh Kamaksi

4 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Kolaborasi Diperkuat, Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak Tingkatkan Pelayanan Kapal

3 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Trending di ANJUNGAN