Menu

Mode Gelap
Kemenhub Gelar Pelatihan ICAO GSI Angkatan KE-2 Bagi 16 Inspektur Penerbangan 6 Negara Ketua BFLF Dampingi Putri Pariwisata Aceh 2026 Raih Dukungan Forkopimda Lhokseumawe Bantu Korban Gempa NTT, Kemenhub Lepas Tim Medis Balai Kesehatan Penerbangan Kemenhub Pantau Dampak Asap Karhutla di Kalimantan terhadap Operasional Penerbangan Clairefontaine-Kudus, PSSI Bangun Jalur Talenta Putri U-17 Ciputra Life Catat Kinerja Positif 2025 dan Berlanjut di Semester I-2026

EKOBIS

Ciputra Life Catat Kinerja Positif 2025 dan Berlanjut di Semester I-2026

badge-check


 Konperensi Pers Ciputra Life Perbesar

Konperensi Pers Ciputra Life

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025, serta melanjutkan pertumbuhan bisnis pada Semester I-2026.

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025 yang telah diaudit sesuai PSAK 117, Ciputra Life membukukan laba bersih sebesar Rp99,3 miliar, tumbuh 95% dibandingkan Rp51,0 miliar pada 2024.

“Laba komprehensif tercatat sebesar Rp122,3 miliar, meningkat 126% dibandingkan Rp54,2 miliar pada tahun sebelumnya,” tutur Direktur Utama Ciputra Life, Hengky Djojosantoso, Jumat (21/8/2026).

Posisi keuangan perusahaan juga menunjukkan perkembangan positif. Pada akhir 2025, total aset mencapai Rp1,3 triliun dan total investasi mencapai Rp1,1 triliun, keduanya telah menembus Rp1 triliun.

Sementara itu, total ekuitas mencapai Rp312,3 miliar, menembus Rp300 miliar. Dibandingkan akhir 2024, total aset tumbuh 29%, investasi 30%, dan ekuitas 64%.

Dari sisi solvabilitas, Risk Based Capital (RBC) Ciputra Life pada akhir 2025 berada pada level 315%, di atas tingkat minimum yang dipersyaratkan regulator.

Dia mengatakan, pencapaian tersebut mencerminkan upaya perusahaan untuk terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, permodalan dan pengelolaan risiko.

“Sepanjang 2025, Ciputra Life mencatatkan pertumbuhan laba, aset, investasi, dan ekuitas berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit. Kami akan terus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis dengan tetap memperhatikan profitabilitas, kecukupan modal dan pengelolaan risiko secara prudent,” katanya.

Pertumbuhan Bisnis Berlanjut pada Semester I -2026

Di tengah tantangan kondisi ekonomi dan geopolitik global, memasuki 2026, Ciputra Life terus mencatatkan pertumbuhan premi yang positif.

Berdasarkan laporan publikasi berkala perusahaan, premi pada Semester I-2026 mencapai Rp387,6 miliar, meningkat 53% dibandingkan Rp253,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh pertumbuhan premi Asuransi Jiwa Kredit (AJK) dan Corporate Solution, serta peningkatan kerja sama dengan seluruh mitra bisnis baik mitra bisnis existing maupun mitra bisnis baru.

“Memasuki 2026, kami terus meningkatkan kerja sama dengan mitra-mitra bisnis kami dan melakukan pengembangan bisnis. Pertumbuhan premi pada Semester I-2026 menunjukkan hasil yang sangat positif dengan peningkatan sebesar 53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun demikian, kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kualitas portofolio dan profitabilitas,” urai Hengky.

Asuransi Jiwa Kredit (AJK) tetap menjadi salah satu bisnis inti Ciputra Life.

Perusahaan kata dia, terus mengembangkan portofolio AJK yang mencakup Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kredit UMKM, Kredit Multiguna (KMG), hingga Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Pengembangan bisnis dilakukan melalui kerja sama dengan lebih dari 50 mitra bisnis, baik perbankan maupun lembaga keuangan non-bank.

Selain AJK, lini Corporate Solution, termasuk solusi asuransi kesehatan kumpulan yang mulai dikembangkan sejak pertengahan 2024, juga terus menunjukkan perkembangan positif dan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis perusahaan.

Pembayaran Klaim dan Manfaat kepada Nasabah

Sejalan dengan perkembangan bisnis perusahaan, klaim dan manfaat yang dibayarkan kepada nasabah pada Semester I-2026 mencapai Rp107,1 miliar, meningkat dibandingkan Rp56,7 miliar pada Semester I-2025.

“Kepercayaan nasabah merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan bisnis asuransi. Karena itu, selain menjaga kesehatan keuangan perusahaan, kami memastikan kewajiban kepada nasabah dipenuhi sesuai dengan ketentuan polis,” ucap Hengky.

Tahun 2025 juga menjadi tonggak penting bagi industri asuransi Indonesia dengan mulai berlakunya PSAK 117 mengenai Kontrak Asuransi, yang merupakan adopsi IFRS 17, sejak 1 Januari 2025.

Ciputra Life telah menyelesaikan implementasi PSAK 117 dan menerapkannya dalam penyusunan laporan keuangan tahun 2025. Laporan keuangan tersebut telah selesai diaudit dengan opini wajar tanpa modifikasian, disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan dipublikasikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

PSAK 117 membawa perubahan mendasar dalam pengukuran, pengakuan dan penyajian kontrak asuransi. Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah premi yang diterima tidak lagi langsung disajikan sebagai pendapatan bagi perusahaan.

Pendapatan bagi perusahaan asuransi kini diakui seiring perusahaan memberikan jasa asuransi kepada nasabah. (omy))

Baca Lainnya

Rumput Laut dan Agar-agar Indonesia Bebas Tarif Tambahan AS, Peluang Pasar Ekspor Makin Terbuka

21 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Kemenhub Perkuat Pengelolaan Keuangan 2026

21 Agustus 2026 - 08:49 WIB

IEE 2026: Industri Baterai Dikejar Kesiapan Energi dan Teknologi

21 Agustus 2026 - 07:02 WIB

Program Relawan BUMN 2026, PTPN Group Beri Manfaaat bagi Masyrakat Desa Bulok

21 Agustus 2026 - 06:45 WIB

Ada Deretan Promo Eksklusif InJourney di ASTINDO Travel Fair 2026 Surabaya

20 Agustus 2026 - 18:18 WIB

Bantuan untuk Korban Gempa NTT dengan KM Tidar Tiba di Maumere

20 Agustus 2026 - 16:35 WIB

50.000 Hunian Qatar di Lahan KAI Dikawal Pemerintah

20 Agustus 2026 - 16:24 WIB

AirNav: Program RBB 2026 di Boyolali Tuntas Hari ini

20 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Pascagempa NTT, InJourney Group Gercep Salurkan Bantuan

20 Agustus 2026 - 09:26 WIB

3 Dekade Bersama, Sefas Akhirnya Akuisisi 100% SPBU Shell

20 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Trending di EKOBIS