Wartatrans.com, JAKARTA — Persaingan program televisi nasional selama bulan suci Ramadan 2026 berlangsung sengit. Berbagai stasiun televisi menghadirkan tayangan unggulan untuk menarik perhatian pemirsa. Namun di tengah ketatnya kompetisi tersebut, grup media EMTEK melalui Indosiar dan SCTV berhasil tampil unggul dengan menguasai perolehan rating dan jumlah penonton nasional.
Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi program yang menghadirkan perpaduan konten religi, hiburan, serta tayangan keluarga yang relevan dengan suasana Ramadan. Kombinasi tersebut terbukti mampu menjangkau berbagai segmen pemirsa dan menjaga loyalitas penonton sepanjang bulan puasa.

Direktur Program dan Produksi Surya Citra Media Tbk (SCM),
Harsiwi Achmad, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, dominasi ini merupakan hasil kerja keras tim produksi yang terus berupaya menghadirkan program berkualitas bagi masyarakat.
“Program Ramadan Indosiar tahun ini sangat variatif dan kuat di berbagai slot waktu. Alhamdulillah, Indosiar kembali menjadi televisi nomor satu. Ini adalah perjalanan panjang yang patut kita syukuri bersama,” ujar Harsiwi Achmad saat ditemui di SCTV Tower, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
AKSI dan Shihab & Shihab Jadi Andalan
Salah satu kekuatan Indosiar dalam meraih perhatian pemirsa datang dari program dakwah unggulan AKSI (Akademi Sahur Indonesia) yang konsisten menjadi favorit masyarakat pada waktu sahur. Program ini menghadirkan kompetisi dakwah para ustaz dan ustazah muda dengan gaya penyampaian yang inspiratif sekaligus menghibur.
Selain itu, tayangan Shihab & Shihab juga menjadi magnet tersendiri menjelang waktu berbuka puasa. Program dialog keislaman yang menghadirkan ulama terkemuka Prof. M. Quraish Shihab bersama jurnalis Najwa Shihab ini menghadirkan pembahasan keagamaan yang mendalam namun tetap mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Menurut Harsiwi, kualitas peserta AKSI tahun ini juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Banyak peserta datang dari kalangan akademisi dengan latar belakang pendidikan tinggi.
“Sekarang peserta AKSI tidak hanya dari kalangan santri atau pelajar. Banyak yang lulusan S1, S2 bahkan S3 dari dalam dan luar negeri. Hal ini membuat materi dakwah yang disampaikan semakin kaya dan berbobot, namun tetap menarik untuk disaksikan pemirsa,” jelasnya.
Dengan strategi program yang konsisten serta kualitas tayangan yang terus diperkuat, Indosiar dan SCTV kembali membuktikan diri sebagai pemain utama dalam persaingan televisi nasional selama Ramadan tahun ini.*** (Buyil)




























