Wartatrans.com, ACEH UTARA — Bagi korban bencana di Aceh terus mengalir. Relawan dari BFLF dan Gemantara LSM’ ACUT dengan pengawalan Pasukan Brigif 25/Siwah menyalurkan bantuan makanan, minuman, pakaian layak pakai, serta perlengkapan mandi langsung kepada masyarakat Langkahan yang masih terdampak parah akibat bencana alam yang terjadi sejak 25 November 2025.
Bencana yang telah berlangsung lebih dari dua pekan tersebut menyebabkan puluhan korban jiwa, ribuan rumah rusak dan tertimbun lumpur, serta banyak akses jalan terputus. Minimnya pasokan logistik sempat membuat sejumlah wilayah, termasuk Langkahan, terisolasi selama berhari-hari. Warga tidak dapat menyelamatkan diri karena jalan tidak bisa dilalui dan rumah-rumah hancur diterjang banjir serta longsor.

“Alhamdulillah sekarang kita sudah bisa masuk ke Langkahan,” ujar Mutia, Ketua BFLF LSM’ ACUT.
Lebih jauh Mutia menjelaskan, ia dan teamnya turun dan ikut membantu karena masyarakat di sini masih sangat membutuhkan.

“Syukurlah banyak komunitas lain juga sudah datang membantu sejak kemarin. Semoga kolaborasi ini meringankan beban saudara-saudara kita,” kata Mutia.
Dalam kegiatan penyaluran hari ini, relawan membawa berbagai bantuan dari para donatur, di antaranya: 15.000 kue basah dari Ibu Rosmawar, 50 dus air mineral dari Ibu Jalasenastri Kota Sabang, Pakaian layak pakai setengah truk, titipan BFLF Kota Sabang, 20 dus roti kering, 5 dus mi instan dari Mayor Gusti Harto Bais, Bantuan logistik dari Qothrunnadaa Learning Center (QLC) Bekasi.
“Total sekitar 3000 kue dan berbagai kebutuhan dasar lainnya berhasil disalurkan kepada masyarakat,” jelas Mutia.
Penyaluran dilakukan langsung ke warga tanpa perantara, agar bantuan dapat segera dinikmati oleh penerima manfaat. Selain makanan dan minuman, relawan juga membagikan perlengkapan mandi seperti sabun, pasta gigi, dan sikat gigi.
Pengawalan di lapangan dilakukan oleh Brigif 25/Siwah yang diwakili oleh Lettu Agam Akmal beserta beberapa anggota Brigif lainnya. Ketua Gemantara Aceh, Nazaruddin, turut mendampingi sebagai penunjuk jalur selama proses distribusi.
Meski bantuan mulai masuk, kondisi di Langkahan masih memprihatinkan. Banyak warga yang mengungsi tanpa tenda dan terpaksa tidur di alam terbuka. Relawan berharap bantuan tenda darurat segera dapat disalurkan.
“Semoga musibah ini cepat berlalu. Kita berharap semakin banyak bantuan datang agar rumah-rumah yang tertimbun lumpur bisa segera dibersihkan,” harap Mutia.
Relawan BFLF juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh para donatur dan pihak yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.*** (Jasa)




















