Menu ✖

Mode Gelap
Hamdi Afkar Hadirkan Keindahan Alam Aceh dalam Kanvas di Pameran Internasional USK Thomas Oentoro jadi Dirut Garuda Indonesia, ini Profilnya KKP Luncurkan Aturan Pengelolaan Alat Tangkap Tertinggal, Hilang, dan Rusak Krishna Sakti Buktikan Talenta Anak Indonesia, Rilis Dua Single dengan Dua Wajah Berbeda PELNI Salurkan Ribuan Life Jacket, Perkuat Kespel Masyarakat Pesisir Perlintasan Tak Dijaga Dominasi Kecelakaan, KAI Perkuat Keselamatan

EKOBIS

Thomas Oentoro jadi Dirut Garuda Indonesia, ini Profilnya

badge-check


 Thomas Oentoro Perbesar

Thomas Oentoro

Wartatrans.com, JAKARTA – Thomas Sugiarto Oentoro ditetapkan sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Kamis (8/10/2026).

Ia menggantikan Glenny H. Kairupan setelah sebelumnya menjabat Wakil Direktur Utama sejak Oktober 2025.

Sedangkan Glenny melanjutkan mandat sebagai Komisaris Utama, menggantikan Fadjar Prasetyo.

Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat momentum perbaikan kinerja Garuda, seiring pertumbuhan pendapatan, pemulihan armada, dan penyusutan kerugian.

Kesinambungan transformasi menjadi perhatian untuk memastikan pemulihan bisnis terus diikuti penguatan kondisi keuangan dan operasional perusahaan.

Sebelum menjabat Wakil Direktur Utama, Thomas merupakan Komisaris Independen Garuda Indonesia pada 2023–2024. Pengalaman di tingkat pengawasan dan pengurusan memberinya perspektif atas proses pembenahan serta tantangan yang dihadapi perusahaan.

Latar Belakang Investasi dan Manajemen Risiko

Sebelum bergabung dengan jajaran direksi Garuda, Thomas menjabat Chief Risk Officer Indonesia Investment Authority atau INA pada 2024–2025. Perjalanan kariernya juga mencakup posisi Vice President Mezzanine Capital Unit di OCBC dan Managing Director di KV Asia Capital.

Thomas menempuh pendidikan bidang keuangan di NYU Stern School of Business dan meraih gelar MBA dari University of Chicago Booth School of Business.

Latar belakang investasi dan manajemen risiko tersebut relevan dengan kebutuhan Garuda sebagai maskapai padat modal.

Pemulihan armada dan pengembangan jaringan memerlukan keselarasan keputusan keuangan, operasional, dan komersial agar tambahan kapasitas turut memperkuat pendapatan serta arus kas perusahaan.

Bersamaan dengan penunjukan Thomas, susunan pengurus Garuda diperkuat sejumlah profesional dengan pengalaman internasional, baik di jajaran direksi maupun dewan komisaris.

Posisi Direktur Komersial diisi Alan McIntyre, yang memiliki pengalaman sebagai Executive Manager Strategy di Qantas Group serta Chief Customer and Commercial Officer di Jetstar.

Pengalaman tersebut relevan untuk mendukung penguatan strategi jaringan, pengelolaan pendapatan, dan pengalaman pelanggan.

Pada jajaran Dewan Komisaris, Jaan Albrecht dan Trey Urbahn ditunjuk sebagai Komisaris Independen.

Jaan memiliki rekam jejak sebagai CEO Saudia Airlines, Austrian Airlines, dan Star Alliance.

Sementara itu, pengalaman Trey mencakup peran penasihat dan pengawasan di sejumlah perusahaan penerbangan, termasuk Spirit Airlines, Etihad Airways, serta TAP Air Portugal.

Keterlibatan profesional internasional dapat dipahami dalam konteks kebutuhan kompetensi untuk menjalankan transformasi maskapai yang beroperasi di industri global.

Pengalaman dari berbagai pasar diharapkan memperkaya pertimbangan bisnis dan penerapan praktik industri yang relevan dengan kebutuhan Garuda serta karakteristik pasar Indonesia.

Dalam kerangka tata kelola, direksi menjalankan pengurusan perusahaan, sementara dewan komisaris melakukan pengawasan dan memberikan nasihat.

Seluruh pengurus tetap dituntut mengedepankan kepentingan perusahaan, menjaga profesionalisme, dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan mandatnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Nilai tambah pengalaman internasional juga perlu diwujudkan melalui alih pengetahuan dan pengembangan talenta nasional.

Kolaborasi dengan profesional serta karyawan Garuda menjadi penting agar penguatan kompetensi melekat pada organisasi dan mendukung kesinambungan transformasi.

Pengalaman dari dalam industri penerbangan nasional turut hadir melalui Eric Ferdinand Sofyal sebagai Direktur Operasi.

Ia sebelumnya menjabat Direktur Operasi Citilink dan menduduki sejumlah posisi operasional di Garuda Indonesia.

Sementara itu, Dina Sandri Fani mengisi posisi Direktur Human Capital & Corporate Service dengan pengalaman pengelolaan sumber daya manusia di perusahaan nasional dan internasional.

Memperkuat Momentum Perbaikan Kinerja

Garuda Indonesia Group membukukan pendapatan US$1,80 miliar sepanjang semester I 2026, meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Rugi bersih menyusut 23,2 persen menjadi US$113 juta, sementara laba sebelum bunga dan pajak atau EBIT tumbuh 12,7 persen menjadi US$74 juta.

Perbaikan tersebut berlangsung di tengah kenaikan beban avtur sebesar 43,6 persen.

Pertumbuhan pendapatan dan penyusutan kerugian menunjukkan kemajuan pemulihan bisnis di tengah tekanan biaya yang masih tinggi.

Dari sisi operasional, jumlah armada operasional Garuda Indonesia Group mencapai 104 pesawat hingga akhir Juni 2026.

Ketersediaan pesawat menjadi penopang penguatan jaringan Garuda dan Citilink, peningkatan frekuensi penerbangan, serta pemenuhan permintaan perjalanan.

Capaian semester pertama merupakan hasil kerja kolektif manajemen dan karyawan, dengan Thomas sebagai bagian dari jajaran pimpinan saat itu.

Susunan pengurus yang baru diharapkan memperkuat pelaksanaan agenda tersebut melalui pengelolaan likuiditas, pengendalian biaya, peningkatan produktivitas armada, dan konsistensi layanan.

Dengan agenda penyehatan yang masih berlanjut, tantangan kepemimpinan Thomas adalah menerjemahkan momentum pemulihan menjadi perbaikan keuangan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing Garuda sebagai maskapai nasional.

Susunan direksi sebelum RUPSLB

* Direktur Utama: Glenny H. Kairupan
* Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
* Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
* Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan
* Direktur Teknik sekaligus Plt. Direktur Niaga: Mukhtaris
* Direktur Human Capital & Corporate Service: Frans Dicky Tamara
* Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills

Susunan direksi setelah RUPSLB

* Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
* Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
* Direktur Operasi: Eric Ferdinand Sofyal
* Direktur Teknik: Mukhtaris
* Direktur Komersial: Alan McIntyre
* Direktur Human Capital & Corporate Service: Dina Sandri Fani
* Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills

Susunan dewan komisaris setelah RUPSLB

* Komisaris Utama: Glenny H. Kairupan
* Komisaris: Sugito Anjasmoro
* Komisaris: Chairal Tanjung
* Komisaris Independen: Mawardi Yahya
* Komisaris Independen: Jaan Albrecht
* Komisaris Independen: Trey Urbahn. (omy)

Baca Lainnya

PELNI Salurkan Ribuan Life Jacket, Perkuat Kespel Masyarakat Pesisir

8 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Pemerintah Resmi Terbitkan Perpres No. 27 Tahun 2026 Terkait Ojol

8 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Via wondr, BNI Perkuat Layanan Digital Emerald dan Private

8 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Terminal Kijing Perkuat Peran sebagai Simpul Logistik dan Perdagangan Strategis di Kalbar

8 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

26 UMKM Binaan PLN UID Jakarta Raup Rp200 Juta Selama FIFA ASEAN Cup

7 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal

6 Oktober 2026 - 17:04 WIB

BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85%

6 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private

6 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Trending di EKOBIS