Wartatrans.com, JAKARTA – KAI Commuter menyampaikan hingga kini pihaknya tengah menyiapkan pengoperasian kereta rel listrik (KRL) baru buatan PT INKA.
“Tergetnya Juli-Agustus (Semester 2) mulai melayani penumpang,” ungkap Direktur Utama KAI Commuter Mochamad Purnomosidi di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Saat ini sejumlah rangkaian sudah tiba di depo dan tengah menunggu proses sertifikasi dan uji operasional.
“Enam itu sudah di depo, nunggu sertifikasi. Tujuh sudah di depo menunggu selesai sertifikasi. Karena kemarin kepotong masa posko, tim penguji juga terbagi. Nanti sampai 16 trainset, berarti delapan lagi. Total ada 16 trainset yang kita pesan ke INKA,” ujarnya.
Dia menambahkan seluruh rangkaian ditargetkan sudah terkirim sebelum mulai beroperasi penuh tahun ini.
Untuk pengoperasiannya, kata dia, prioritas untuk lintas Bogor dan Cikarang, mengingat KRL baru tersebut dirancang dengan konfigurasi 12 kereta (SF12), sehingga akan diprioritaskan melayani lintas dengan permintaan penumpang tinggi.
“Karena ini SF-nya 12, maka yang bisa mungkin itu adalah Bogor dan Cikarang. Rencana kita juga akan coba geser ke Green Line atau lintas Rangkasbitung,” ucap Purnomosidi.
Lintas Rangkasbitung–Tanah Abang atau Green Line disebut memiliki potensi penumpang besar, namun masih menghadapi kendala pada kapasitas pasokan listrik.
Kendala Daya Listrik di Green Line
Menurut Purnomosidi, penambahan daya listrik di lintas Rangkasbitung–Tanah Abang masih dalam proses oleh regulator.
Hal ini menjadi faktor penting sebelum KRL rangkaian panjang dapat beroperasi optimal di jalur tersebut.
“Kementerian masih proses penambahan daya. Sekarang sudah mulai berjalan untuk lintas Rangkasbitung–Tanah Abang,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, uji coba sebelumnya menunjukkan daya listrik belum memadai untuk menopang operasi rangkaian panjang.
“Kemarin sudah kita coba di Green Line, power-nya belum kuat. Pernah ngetrip di Cisauk. Kalau ngetrip di jalan, keretanya bisa mandek dan butuh waktu untuk recovery. Untuk mereset saja perlu waktu,” ujarnya.
Karena itu, KAI Commuter mendorong percepatan peningkatan daya listrik agar layanan KRL baru bisa segera dimanfaatkan masyarakat.
“Kami dorong pemerintah agar mempercepat penyelesaian penambahan daya di lintas Rangkasbitung ini,” kata Purnomosidi.
Saat ini baru ada tiga gardu yang tersedia. Diperlukan lebih banyak lagi, agar jarak antargardu tidaklah terlalu jauh. (omy)































