Menu

Mode Gelap
Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur KAI Services Perkuat Kemitraan Strategis melalui Mitra Gathering 2026

PERISTIWA

Yatim Pemulung di Bireuen Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Berat

badge-check


 Yatim Pemulung di Bireuen Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Berat Perbesar

Wartatrans.com, BIREUN — Seorang anak perempuan berusia 8 tahun berinisial SN di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, mengalami trauma berat setelah menjadi korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang pria dewasa berinisial MY. Peristiwa memilukan ini terjadi pada akhir Desember 2025 sekitar pukul 09.00 WIB.

SN, yang sehari-hari membantu ibunya memulung untuk bertahan hidup, awalnya tengah bermain bersama teman-temannya di persimpangan desa. Situasi yang semula biasa berubah menjadi tragedi ketika pelaku datang menggunakan sepeda motor dan membujuk korban dengan iming-iming uang Rp5.000 serta buah durian.

Korban sempat menolak ajakan tersebut dan berniat meminta izin kepada ibunya. Namun pelaku diduga memaksa SN dan membawanya ke sebuah rangkang di tengah kebun durian yang sepi. Di lokasi itulah aksi keji tersebut terjadi, tanpa ada yang mendengar tangisan dan perlawanan korban.

Setelah kejadian, pelaku memulangkan SN hanya dengan uang lima ribu rupiah dan satu buah durian. Dampak dari peristiwa itu masih dirasakan korban hingga kini. SN dilaporkan sering mengeluh sakit saat buang air kecil, mengalami gangguan tidur, serta kerap terbangun dalam ketakutan pada malam hari.

Kondisi korban semakin memprihatinkan karena ia merupakan anak yatim dari keluarga kurang mampu. Ibunya, yang bekerja sebagai pemulung, menjadi satu-satunya tempat bergantung, di tengah keterbatasan ekonomi dan beban psikologis yang dihadapi anaknya.

Menanggapi kasus ini, anggota DPR RI H. Sudirman mengecam keras tindakan tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal proses hukum pelaku serta memastikan korban mendapatkan pendampingan yang layak agar dapat pulih dari trauma.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi anak-anak di lingkungan sekitar, khususnya mereka yang berada dalam situasi rentan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa masih ada anak-anak yang menderita dalam diam. Diharapkan, penanganan hukum yang tegas serta dukungan sosial yang memadai dapat memberikan keadilan bagi korban sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor

25 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Kalimantan Makin Meluas, Presiden Prabowo Turun Tangan

23 Agustus 2026 - 05:56 WIB

Pascagempa, Kemenkes Siapkan Rumkitlap di Flores dengan 100 Tempat Tidur

21 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Kemenhub Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Gempa Flores NTT

20 Agustus 2026 - 15:03 WIB

Di Istana Kepresidenan Yogyakarta IPEMAH LUTYO Tampilkan Didong Gayo dan Tari Guel Meriahkan Pesta Rakyat HUT RI ke-81

17 Agustus 2026 - 22:03 WIB

Menteri KKP Trenggono Kerahkan Kapal Pengawas Perikanan Angkut Bantuan ke NTT

17 Agustus 2026 - 17:27 WIB

Indonesia Alami 3 Gempa Besar dalam Sehari

17 Agustus 2026 - 08:02 WIB

3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops

16 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Trending di NASIONAL