Menu ✖

Mode Gelap
Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja KAI Angkut 191 Ribu Ton Barang Retail hingga September 2026, Dorong Efisiensi Logistik Kemenhub dan Kemenlu Fasilitasi Kepulangan 4 Awak Kapal Korban Pembajakan di Somalia Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo B50 Jadi Program Utama KAI, Target Pangkas Emisi 133.676 Ton CO₂e Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

NASIONAL

Pascagempa, Kemenkes Siapkan Rumkitlap di Flores dengan 100 Tempat Tidur

badge-check


 Rumkitlap Kemenkes di Flores Perbesar

Rumkitlap Kemenkes di Flores

Wartatrans.com, JAKARTA –  Kementerian Kesehatan mengerahkan dua rumah sakit lapangan (rumkitlap) di Ruteng, Manggarai, dan Aeramo, Nagekeo, untuk menjaga layanan medis setelah gempa M7,7.

Rumkitlap Ruteng dirancang mencapai 100 tempat tidur dan dilengkapi ruang operasi, sementara keduanya sudah melayani pasien, termasuk tindakan operasi trauma.

Kebutuhan fasilitas bergerak itu muncul ketika rumah sakit permanen terdampak dan aktivitas seismik belum mereda. BNPB mencatat 3.752 gempa susulan hingga Kamis (20/8/2026) pukul 16.00 WITA, sedangkan BMKG memperkirakan proses peluruhan gempa susulan masih berlangsung tiga hingga empat minggu.

Konfigurasi rumkitlap Ruteng menunjukkan fasilitas ini tidak sekadar menjadi tempat memindahkan pasien keluar gedung.

Kemenkes menyiapkan tiga tenda rawat inap dengan kapasitas awal 60 tempat tidur, kemudian menambah kapasitas hingga minimal 100 tempat tidur, serta ruang operasi untuk menangani kebutuhan bedah.

Ketua Satgas Bencana Kemenkes Sumarjaya pada Rabu (19/8/2026) mengatakan, “Di Rumah Sakit Ruteng karena cukup parah dan hari ini telah melakukan operasi di tenda, termasuk juga di Rumah Sakit Aeramo Nagekeo, kita operasikan hari ini, sudah berjalan.”

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, kedua rumkitlap sudah melakukan operasi, terutama untuk patah tulang yang banyak dialami penyintas.

Sekitar 40 keluarga disebut telah mendapatkan pelayanan dari dua rumah sakit lapangan tersebut.

Kebutuhan operasi trauma membuat konfigurasi rumkitlap harus dibaca sebagai satu sistem. Bukan hanya kamar operasi dan tempat tidur, tetapi juga anestesi, tenaga IGD, sterilisasi, pasokan obat, listrik, air, komunikasi, serta jalur rujukan harus tetap berfungsi ketika gempa kembali mengguncang.

Di Flores, tantangan rumkitlap karena itu bukan hanya kapasitas 100 tempat tidur.

Fasilitas tersebut harus mampu mempertahankan operasi ketika akses antardaerah terganggu, rumah sakit permanen belum sepenuhnya pulih, dan ribuan gempa susulan masih mengancam.

Kapasitas medis harus berjalan bersama ketahanan logistik, energi, air, komunikasi, dan evakuasi.

Bila sistem pendukungnya stabil, rumah sakit lapangan dapat menjadi jembatan layanan sampai fasilitas permanen kembali aman dan beroperasi. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Alhamdulillah, Biaya yang Ditanggung Jemaah Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta

7 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Kabut Asap Selimuti Karas, Polisi Sektor Karas Bagikan Masker kepada Warga Malakuli.

6 Oktober 2026 - 09:37 WIB

118 Bus Shuttle DAMRI Siap Layani Mobilitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

6 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026

6 Oktober 2026 - 05:25 WIB

KKP Perketat Perlindungan dan Perekrutan Awak Kapal Perikanan

5 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Aceh Tengah Bersama Kodim 0106 Raih Juara Stand Terbaik Indonesia Fest 2026

5 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Dugaan Pelecehan Seksual di Polinef, BEM Desak Wadir I Dicopot

5 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Tanjung Lesung Kini Terhubung Dengan Bandara Soekarno-Hatta Melalui Layanan DAMRI

4 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Trending di JALUR