BANDA ACEH — Aceh Tengah kembali menunjukkan daya saingnya. Bersama Kodim 0106/Aceh Tengah, kabupaten berhawa sejuk di dataran tinggi Gayo itu berhasil meraih Juara Stand Terbaik Indonesia Fest 2026 yang digelar Kodam Iskandar Muda dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI.
Indonesia Fest 2026 berlangsung di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, mulai 25 hingga 30 September 2026. Kegiatan tersebut dibuka Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo pada Jumat, 25 September 2026, dan melibatkan unsur pemerintah daerah, instansi, komunitas, generasi muda, pelaku UMKM serta masyarakat.
Bagi Aceh Tengah, keikutsertaan dalam festival tersebut bukan sekadar menjadi bagian dari kemeriahan HUT TNI. Stand yang dibangun bersama Kodim 0106 diarahkan menjadi ruang untuk memperkenalkan kekuatan ekonomi, produk unggulan, kreativitas serta potensi daerah.
Bidang ekonomi menjadi leading sector dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Konsep tersebut membuat stand Aceh Tengah tidak hanya mengandalkan tampilan visual, tetapi juga membawa narasi mengenai potensi daerah dan produk masyarakat Gayo.
Kolaborasi pemerintah daerah dengan jajaran Kodim 0106 menjadi salah satu kekuatan utama. Pemerintah daerah menghadirkan potensi ekonomi dan produk unggulan, sementara unsur kewilayahan TNI memperkuat semangat kebersamaan serta kemanunggalan dengan masyarakat.
Penghargaan sebagai stand terbaik menjadi bukti bahwa potensi daerah dapat tampil kuat ketika dikerjakan melalui sinergi lintas sektor.
Indonesia Fest sendiri bukan hanya menghadirkan pameran. Rangkaian kegiatan juga diisi berbagai agenda kebangsaan, seni, budaya, kompetisi serta kegiatan masyarakat. Kodam Iskandar Muda menyebut festival tersebut sebagai ruang mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, menumbuhkan kreativitas dan memperkuat kecintaan terhadap bangsa dan tanah air.
Bahkan, puluhan stand UMKM, pemerintah kabupaten/kota se-Aceh dan sejumlah BUMN turut meramaikan festival yang berlangsung hingga 30 September tersebut.
Prestasi Aceh Tengah dalam ajang ini sekaligus mempertegas bahwa promosi daerah tidak harus berhenti pada seremoni. Potensi ekonomi, produk lokal dan kekuatan masyarakat dapat menjadi wajah daerah ketika dikemas secara kreatif dan dikerjakan melalui kolaborasi.
Aceh Tengah datang bukan sekadar membawa stand. Aceh Tengah membawa cerita tentang Gayo – tentang potensi, kerja bersama dan keberanian tampil di ruang yang lebih luas.*** (Jasa)


























