Wartatrans.com, MAGELANG —Perjalanan wisata menjadi momentum mempererat kebersamaan bagi ibu-ibu Kelompok PKK Ngaran 1, Borobudur, Magelang, Minggu (4/10/2026). Menggunakan bus mini Armada Dyo Trans, rombongan menyusuri sejumlah destinasi wisata pantai di wilayah Magelang, Purworejo hingga Yogyakarta.
Pantai Dewa Ruci, Pantai Congot dan Pantai Glagah menjadi tujuan perjalanan. Namun, bagi para peserta, perjalanan tersebut bukan semata-mata tentang destinasi wisata. Kebersamaan, silaturahmi dan melepas penat dari rutinitas sehari-hari menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.
Sejak perjalanan dimulai, suasana di dalam bus berlangsung meriah. Tawa, cerita dan nyanyian silih berganti. Karaoke bersama membuat suasana semakin hangat sekaligus mempererat hubungan antaranggota PKK.

Di sela perjalanan, pembicaraan juga berkembang pada berbagai persoalan lingkungan serta harapan dan rencana untuk kemajuan masyarakat Ngaran 1.
Kepala Dusun Ngaran 1, Maryoto, turut mendampingi rombongan. Kehadirannya tidak hanya memberikan dukungan, tetapi juga memastikan perjalanan berlangsung aman dan lancar.
Sementara itu, Ibu Kadus Siti Robikah tampak antusias mengikuti kegiatan. Kehadirannya semakin menambah keakraban di tengah rombongan.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh peserta makan bersama. Kesederhanaan justru melahirkan kehangatan. Bahkan, saat sesi bernyanyi berlangsung, para ibu secara spontan saling menyawer, memunculkan gelak tawa dan kegembiraan.
Bagi mereka, momen tersebut menjadi jeda dari rutinitas rumah tangga yang setiap hari menyita tenaga dan perhatian. Bernyanyi, tertawa dan bercengkerama menjadi cara sederhana untuk menyegarkan kembali semangat.
Perjalanan itu akhirnya bukan hanya meninggalkan foto dan cerita tentang pantai-pantai yang dikunjungi. Lebih dari itu, ia menjadi kenangan tentang persaudaraan dan kebersamaan warga Ngaran 1.
Dari perjalanan tersebut, para ibu pulang membawa hati yang lebih ringan, semangat yang kembali terisi, serta ikatan kebersamaan yang semakin kuat.
Sebab, terkadang kebahagiaan tidak membutuhkan sesuatu yang mewah. Cukup perjalanan sederhana, tawa yang lepas dan orang-orang yang saling berbagi cerita.*** (Priyo)

























