Wartatrans.com, KALIMANTAN — Pada akhir Agustus 2026 ini, terjadi lonjakan titik kebakaran hutan dan lahan gambut di Kalimantan. Tiap hari, kepulan asap tebal menyelimuti area pemukiman warga hingga melumpuhkan aktivitasnya.
Hal ini dikatakan Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ardhasena Sopaheluwakan dalam siaran persnya, Jumat (21/08/2026).

Dijelaskan bahwa banyaknya titik api dipicu kondisi iklim sangat kering akibat El Niño. Situasi ekstrem ini memicu vegetasi tanaman mengering sempurna sehingga mudah terbakar.

BMKG juga mendeteksi sebaran titik panas melonjak drastis sepanjang periode 17 hingga 19 Agustus 2026 di tiga provinsi utama. Wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta Kalimantan Selatan mencatat kenaikan jumlah lokasi kebakaran paling dominan.
Angka awal yang semula hanya 123 titik pada 17 Agustus melompat drastis menjadi 518 titik pada 19 Agustus. Total kumulatif dalam tiga hari tersebut menembus angka 750 titik panas.
Di Kalimantan Barat sendiri, wilayah yang terbakar sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai 38.310,86 hektare. Kabupaten Ketapang yang wilayahnya sudah terbakar 12.443 hektare, menjadi daerah terpapar karhutla terluas. Disusul Kubu Raya 8.614, Mempawah 6.144, dan Sambas 2.318. Semua dalam ukuran hektare.

Lebih lanjut Ardhasena mengemukakan upaya penanggulangan yang dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mengalami hambatan karena tidak ada potensi awan hujan. Penyemaian garam hanya mampu memfokuskan hujan buatan pada area utara seperti Sanggau, Bengkayang, dan Sambas.
Prediksinya, potensi ancaman kebakaran lahan tetap bertahan hingga akhir September 2026. Masyarakat diimbau mewaspadai penurunan kualitas udara serta gangguan pernapasan akibat debu asap. Sinergi seluruh elemen warga sangat dibutuhkan demi memutus rantai penyebaran titik api baru.
Kabar terakhir Sabtu (22/08/2026), Presiden Prabowo Subianto di Mako Lanud Supadio Kalimantan Barat, memimpin langsung rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bersama kementerian terkait, pemerintah daerah, BMKG dan BPBD, Prabowo mengevaluasi kondisi terkini dengan mengunjungi desa Limbung, Kubu Raya Kalimantan Barat yang terpapar kebakaran.***
(Aditiya Widodo Putra)


























