Wartatrans.com, BANDA ACEH — Bengkel Kreatif Aceh Multi Vision telah lebih dari 15 tahun bergelut di bidang broh putoeh, sekaligus menjadi salah satu ruang kreatif yang terus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di kalangan seniman dan perajin Aceh.
Di bawah kreativitas Salman Farizi, pemilik tempat kreatif tersebut, Aceh Multi Vision tidak hanya menghasilkan karya dekoratif, tetapi juga membuka ruang bagi para seniman rupa dan pengrajin untuk terus mengembangkan kemampuan serta menciptakan karya yang lebih inovatif.
Para pengrajin gerabah, misalnya, didorong untuk tidak sekadar mempertahankan bentuk dan teknik tradisional, tetapi juga berani melakukan eksplorasi terhadap bentuk, fungsi, material, serta nilai artistik sehingga menghasilkan karya yang memiliki daya tarik lebih luas.
Aceh Multi Vision banyak bergerak di bidang dekorasi pameran, expo, dan berbagai kegiatan kreatif, dengan mengangkat potensi lokal sebagai sumber inspirasi. Konsep tersebut menjadikan karya yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga membawa identitas budaya Aceh.
Melalui Broh Putoeh Production, proses alam dan budaya lokal dipadukan menjadi sebuah karya visual yang artistik. Material dan unsur-unsur yang berasal dari lingkungan sekitar diolah melalui sentuhan kreativitas sehingga memiliki nilai baru.
Bagi Salman Farizi, kreativitas bukan hanya tentang menghasilkan sebuah karya, tetapi juga bagaimana karya tersebut mampu menghidupkan ekonomi dan membuka ruang kolaborasi bagi sesama pelaku seni.
Semangat itulah yang terus dibangun Aceh Multi Vision: mengolah potensi lokal, memperkuat kreativitas seniman, serta menghadirkan karya-karya inovatif yang tetap berakar pada alam dan budaya yang beralamat di jalan lamgapang ule Kareng Banda Aceh.*** (Kamaruzzaman)






















