Menu ✖

Mode Gelap
Pelanggan KA Purwojaya Tembus 408 Ribu, Rute Cilacap–Jakarta Makin Diminati KAI: Lima Stasiun di Dekat Pelabuhan Catat Hampir 12 Juta Aktivitas Pelanggan KAI Angkut 4,44 Juta Ton Petikemas, Naik 19,57 Persen KKP-BPOM Bersinergi Jamin Keamanan Produk Perikanan untuk MBG KAI Daop 1 Jakarta Mulai Tempatkan Petugas Jaga di Lima Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang Anggota DPR RI FPDIP Komarudin Watubun Minta Gibran Mundur, DPR Buka Opsi Tindak Lanjuti Putusan MK

NASIONAL

Wamenhaj Tinjau Kesiapan Layanan Kesehatan Haji di Makkah

badge-check


 Wamenhaj Tinjau Kesiapan Layanan Kesehatan Haji di Makkah Perbesar

Wartatrans.com, MAKKAH – Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau kesiapan mitra pelayanan kesehatan haji di Makkah sebagai bagian dari upaya memastikan layanan optimal bagi jemaah haji Indonesia.

Wamenhaj mengunjungi Saudi German Hospital yang akan berkolaborasi dengan Pusat Kesehatan Haji dan para petugas kesehatan haji dalam melayani jemaah haji Indonesia.

Dia menegaskan bahwa isu kesehatan menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya, terutama mengingat tingginya jumlah jemaah lansia dan risiko kesehatan tinggi.

“Isu kesehatan haji adalah isu utama dari tahun ke tahun, mengingat sekitar 25 persen jemaah haji Indonesia adalah lansia dan 177 ribu lainnya masuk kategori risiko tinggi. Karena itu, model pelayanan kesehatan harus banyak berubah,” ujar Wamenhaj, Ahad (29/03/2026).

Sebagai langkah konkret, pemerintah akan memaksimalkan keberadaan klinik satelit di sektor-sektor serta menghadirkan mobile clinic di wilayah Armuzna guna memperkuat pelayanan dan pengawasan kesehatan jemaah.

“Kami akan memaksimalkan klinik satelit dan mobile clinic di Armuzna untuk melayani dan mengawasi kesehatan jemaah secara lebih optimal,” ungkapnya.

Penguatan layanan kesehatan juga akan dilakukan di dalam negeri melalui penyediaan klinik permanen di asrama haji yang beroperasi sepanjang tahun, termasuk untuk melayani jemaah umrah.

Hal serupa juga akan diperkuat melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Arab Saudi.

“Ke depan, asrama haji akan dilengkapi klinik permanen agar pelayanan kesehatan bisa berjalan sepanjang tahun, baik untuk haji maupun umrah,” tutup dia.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelindungan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia, sehingga dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan sehat. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KKP-BPOM Bersinergi Jamin Keamanan Produk Perikanan untuk MBG

10 Oktober 2026 - 01:13 WIB

Anggota DPR RI FPDIP Komarudin Watubun Minta Gibran Mundur, DPR Buka Opsi Tindak Lanjuti Putusan MK

9 Oktober 2026 - 20:17 WIB

APPSI Aceh Siap Kawal Rantai Pasok MBG, Cegah Monopoli dan Lindungi Pedagang Lokal

9 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Wali Kota Semarang Bantah Gedung Pandanaran Dijadikan Hotel, MP3 dan Warganet Tidak Percaya

9 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Perlindungan Pantura Jawa tidak Hanya Mengandalkan Giant Sea Wall  

9 Oktober 2026 - 12:13 WIB

Wasda DPRD Jawa Barat di Jonggol, H. Fikri Hudi Oktiarwan Serap Aspirasi Pengurus DKM tentang Keagamaan dan Persoalan Sosial

9 Oktober 2026 - 10:32 WIB

DAMRI Resmi Hubungkan Putussibau dan Kuching, Perkuat Konektivitas Indonesia–Malaysia

9 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Jembatan Putus dan Kabar Bendungan Alami, Warga Reje Payung Mengungsi ke Tiga Desa

8 Oktober 2026 - 21:42 WIB

IPCM Perluas Pasar, Perkuat Kesiapan Operasional di Balikpapan dan Tarakan

8 Oktober 2026 - 20:31 WIB

KKP Luncurkan Aturan Pengelolaan Alat Tangkap Tertinggal, Hilang, dan Rusak

8 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Trending di NASIONAL