Menu

Mode Gelap
Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya Dialog Lewat BWL Bupati Pati Nonaktif Sudewo Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Bentrok Antar Pendukung Dikecam Warga Semarang Anggota DPRD Jawa Barat Dorong Penguatan KWT Srikandi Alamanda sebagai Penggerak Ketahanan Pangan dan Ekonomi Perempuan Jonggol 6 Pesawat N219 PTDI Siap Perkuat Armada di TNI-AD KAI Divre III Palembang Perluas PLTS 40 kWp di Dua Depo Tata Kelola dan Akuntabilitas Patroli Kapal Negara Diperkuat

NASIONAL

DPR Apresiasi Layanan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi

badge-check


 Tinjauan jemaah haji Indonesia oleh anggota DPR di Mekah Perbesar

Tinjauan jemaah haji Indonesia oleh anggota DPR di Mekah

Wartatrans.com, MEKAH – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Bambang Haryo Soekartono, mengapresiasi pelayanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Hal itu disampaikannya, usai meninjau langsung kondisi pasien di Klinik Kesehatan Ibadah Haji Indonesia (KKIH), Sabtu (23/5/2026).

“Penanganan medis terhadap jemaah berjalan baik, termasuk ketersediaan obat-obatan yang dinilai masih mencukupi untuk mendukung pelayanan kesehatan selama musim haji 2026,” ucapnya di Mekah, Arab Saudi.

Dia mengungkapkan, terdapat empat pasien yang menjalani rawat inap dan seluruhnya mendapatkan penanganan optimal dari tenaga kesehatan di KKIH.

“Melihat langsung kondisi pasien di KKIH, ada empat pasien yang mengalami rawat inap dan ditangani dengan baik. Namun, masih terdapat Obat-obatan sisa tahun lalu sekitar 60 persen dan stok baru sekitar 40 persen, sehingga beberapa pasien bisa diobati hingga sembuh,” ujar lelaki yang akrab disapa BHS.

BHS juga menyoroti angka jemaah yang wafat hingga menjelang puncak ibadah haji tahun 2026 yang mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Saat ini jumlah jemaah yang wafat tidak lebih dari 5 persen dibanding tahun lalu. Ini menjadi bukti bahwa perawatan dan penanganan kesehatan jemaah berjalan cukup baik,” Ujar BHS.

Menurut BHS, upaya pencegahan penyakit di tingkat kelompok terbang (kloter) juga berjalan cukup maksimal meski masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu di evaluasi.

Dia menilai deteksi dini terhadap kondisi kesehatan jemaah mampu mencegah penyakit berkembang menjadi lebih parah.

“Saya apresiasi kepada tim kesehatan karena jumlah jemaah yang wafat pada musim haji tahun ini jauh menurun dibanding tahun lalu. Saat ini tercatat 64 jemaah yang wafat hingga menjelang puncak haji. Ini bukti bahwa perawatan jemaah cukup bagus sehingga bisa ditangani dengan baik,” ujarnya.

Selain meninjau pelayanan kesehatan, BHS bersama anggota Timwas Haji DPR RI lainnya juga menyerap aspirasi dari tenaga medis dan masyarakat terkait sejumlah kendala layanan kesehatan di lapangan, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia (SDM) atau tenaga pendamping , fasilitas kesehatan yang sudah uzur perlu diganti, hingga fasilitas armada ambulans.

“Saat ini tersedia 15 ambulans dalam keadaan baik dan sembilan ambulans kurang layak untuk dioperasikan. Jumlah tersebut perlu ada peningkatan di tahun depan dalam melayani jemaah yang semakin lebih banyak untuk mendukung pelayanan kesehatan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, anggota DPR Daerah Pemilihan Jawa Timur I Surabaya-Sidoarjo itu juga menyoroti perlunya penguatan koordinasi lintas kementerian dalam penyelenggaraan KKIH.

Karena, KKIH akan dipindahkan ke kementerian haji sedangkan penanganan kesehatan ini sangat teknis.

“Saran saya, sebaiknya  dilakukan oleh kementerian kesehatan di bawah koordinasi kementerian haji, sehingga kementerian haji bisa mengkoordinir sebagai leading sektor yaitu Kementerian Perhubungan dibidang transportasi, Kementerian Kesehatan dibidang kesehatan, Ekonomi kreatif dan UMKM dibidang pelayanan akomodasi dan makanan sehingga diharapkan koordinasi antar kementerian ini dapat mensukseskan pelayanan jamaah haji, khususnya pelayanan kesehatan,” tutur BHS.

Dia mengapresiasi kualitas penyajian makanan yang cukup berlimpah, baik dan bergizi. Menurutnya, ketersediaan makanan seperti ayam, ikan, sayur, buah-buahan, hingga susu turut membantu menjaga kondisi kesehatan jemaah selama menjalankan ibadah haji.

“Pola konsumsi yang bergizi dan pelayanan kesehatan yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi jemaah tetap sehat selama menjalankan ibadah haji. Inilah yang turut berdampak pada menurunnya jumlah jemaah yang mengalami sakit,” tutupnya. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya Dialog Lewat BWL

22 September 2026 - 18:16 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Pastikan Kelancaran Pasokan Gandum untuk Industri Pangan Nasional

22 September 2026 - 12:28 WIB

KKP Amankan 1.048 Ton Udang Impor di Jatim, Potensi Kerugian Negara Rp405,8 Miliar

22 September 2026 - 12:23 WIB

KKP Musnahkan 1.075 Kg Pakan Ikan Ilegal dan 15 Alat Tangkap Merusak di Banda Aceh

22 September 2026 - 12:18 WIB

Menuju Go Live, Pelindo Solusi Digital Gandeng ASDEKI Perkuat Integrasi Layanan Digital Pelabuhan dan Hinterland

21 September 2026 - 09:46 WIB

Perkuat Tata Kelola & Kepatuhan, PT Federal International Finance Raih Sertifikasi ISO 37301:2021

21 September 2026 - 09:39 WIB

Menjaga Mereka yang Setiap Hari Menjaga Perjalanan: DAMRI Hadirkan Unit Kesehatan Kerja

19 September 2026 - 21:46 WIB

Hari Perhubungan Nasional 2026, DAMRI Raih Penghargaan atas Pengabdian, Inovasi, dan Keselamatan Transportasi

19 September 2026 - 21:24 WIB

Komisi V DPR Tinjau Layanan Pelabuhan Makassar

19 September 2026 - 19:25 WIB

IDSurvey Resmikan Arunika Lounge, Perluas Akses Pasar dan Perkuat Daya Saing UMKM Binaan

19 September 2026 - 19:07 WIB

Trending di EKOBIS