Menu

Mode Gelap
KKP dan BP Batam Perkuat Pengawasan Mutu Ekspor Perikanan, Sertifikasi Ditargetkan Lebih Cepat KAI Kembangkan Stasiun Bogor, Peron SF12 Beroperasi Penuh dan Eskalator ke Bogor Paledang Disiapkan Perkuat Kolaborasi Penanganan Masalah Hukum, Pelindo Regional 2 Banten dan Kejaksaan Negeri Cilegon Perpanjang Nota Kesepahaman Hadapi Dinamika Global, IPCC Bukukan Pertumbuhan Kinerja Keuangan Berkelanjutan pada Semester I 2026 Wakil Bupati Aceh Timur Beri Waktu 2 X 24 Jam Kepada “Dun Belanda” Untuk Klarifikasi Terkait Video Viral FPRM Aceh Sesalkan Temuan BPK: Barang Bantuan “Busuk” di Gudang Dinsos Kota Langsa Akibat Tidak Terawat

NASIONAL

DPR Apresiasi Layanan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi

badge-check


 Tinjauan jemaah haji Indonesia oleh anggota DPR di Mekah Perbesar

Tinjauan jemaah haji Indonesia oleh anggota DPR di Mekah

Wartatrans.com, MEKAH – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Bambang Haryo Soekartono, mengapresiasi pelayanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Hal itu disampaikannya, usai meninjau langsung kondisi pasien di Klinik Kesehatan Ibadah Haji Indonesia (KKIH), Sabtu (23/5/2026).

“Penanganan medis terhadap jemaah berjalan baik, termasuk ketersediaan obat-obatan yang dinilai masih mencukupi untuk mendukung pelayanan kesehatan selama musim haji 2026,” ucapnya di Mekah, Arab Saudi.

Dia mengungkapkan, terdapat empat pasien yang menjalani rawat inap dan seluruhnya mendapatkan penanganan optimal dari tenaga kesehatan di KKIH.

“Melihat langsung kondisi pasien di KKIH, ada empat pasien yang mengalami rawat inap dan ditangani dengan baik. Namun, masih terdapat Obat-obatan sisa tahun lalu sekitar 60 persen dan stok baru sekitar 40 persen, sehingga beberapa pasien bisa diobati hingga sembuh,” ujar lelaki yang akrab disapa BHS.

BHS juga menyoroti angka jemaah yang wafat hingga menjelang puncak ibadah haji tahun 2026 yang mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Saat ini jumlah jemaah yang wafat tidak lebih dari 5 persen dibanding tahun lalu. Ini menjadi bukti bahwa perawatan dan penanganan kesehatan jemaah berjalan cukup baik,” Ujar BHS.

Menurut BHS, upaya pencegahan penyakit di tingkat kelompok terbang (kloter) juga berjalan cukup maksimal meski masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu di evaluasi.

Dia menilai deteksi dini terhadap kondisi kesehatan jemaah mampu mencegah penyakit berkembang menjadi lebih parah.

“Saya apresiasi kepada tim kesehatan karena jumlah jemaah yang wafat pada musim haji tahun ini jauh menurun dibanding tahun lalu. Saat ini tercatat 64 jemaah yang wafat hingga menjelang puncak haji. Ini bukti bahwa perawatan jemaah cukup bagus sehingga bisa ditangani dengan baik,” ujarnya.

Selain meninjau pelayanan kesehatan, BHS bersama anggota Timwas Haji DPR RI lainnya juga menyerap aspirasi dari tenaga medis dan masyarakat terkait sejumlah kendala layanan kesehatan di lapangan, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia (SDM) atau tenaga pendamping , fasilitas kesehatan yang sudah uzur perlu diganti, hingga fasilitas armada ambulans.

“Saat ini tersedia 15 ambulans dalam keadaan baik dan sembilan ambulans kurang layak untuk dioperasikan. Jumlah tersebut perlu ada peningkatan di tahun depan dalam melayani jemaah yang semakin lebih banyak untuk mendukung pelayanan kesehatan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, anggota DPR Daerah Pemilihan Jawa Timur I Surabaya-Sidoarjo itu juga menyoroti perlunya penguatan koordinasi lintas kementerian dalam penyelenggaraan KKIH.

Karena, KKIH akan dipindahkan ke kementerian haji sedangkan penanganan kesehatan ini sangat teknis.

“Saran saya, sebaiknya  dilakukan oleh kementerian kesehatan di bawah koordinasi kementerian haji, sehingga kementerian haji bisa mengkoordinir sebagai leading sektor yaitu Kementerian Perhubungan dibidang transportasi, Kementerian Kesehatan dibidang kesehatan, Ekonomi kreatif dan UMKM dibidang pelayanan akomodasi dan makanan sehingga diharapkan koordinasi antar kementerian ini dapat mensukseskan pelayanan jamaah haji, khususnya pelayanan kesehatan,” tutur BHS.

Dia mengapresiasi kualitas penyajian makanan yang cukup berlimpah, baik dan bergizi. Menurutnya, ketersediaan makanan seperti ayam, ikan, sayur, buah-buahan, hingga susu turut membantu menjaga kondisi kesehatan jemaah selama menjalankan ibadah haji.

“Pola konsumsi yang bergizi dan pelayanan kesehatan yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi jemaah tetap sehat selama menjalankan ibadah haji. Inilah yang turut berdampak pada menurunnya jumlah jemaah yang mengalami sakit,” tutupnya. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perkuat Kolaborasi Penanganan Masalah Hukum, Pelindo Regional 2 Banten dan Kejaksaan Negeri Cilegon Perpanjang Nota Kesepahaman

27 Juli 2026 - 21:11 WIB

Hadapi Dinamika Global, IPCC Bukukan Pertumbuhan Kinerja Keuangan Berkelanjutan pada Semester I 2026

27 Juli 2026 - 21:00 WIB

IDSurvey Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Pendidikan Anak Lewat Program “Berdaya Bersama, Melayani dengan Hati”

25 Juli 2026 - 14:27 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kinerja, Operasional Tumbuh Positif pada Semester I 2026

25 Juli 2026 - 08:47 WIB

Optimalkan Produktivitas Bongkar Muat, IPC TPK Teluk Bayur Teken Kontrak Pelayanan dengan Empat Mitra Pelayaran

24 Juli 2026 - 21:41 WIB

AHY Dorong TOD Summarecon Bekasi Jadi Percontohan Pengembangan Kota Berbasis Transportasi Publik

24 Juli 2026 - 21:23 WIB

Perkuat Budaya K3, TPK Teluk Lamong Gelar Safety Forum untuk Operasional Andal

24 Juli 2026 - 08:14 WIB

Pelindo Dorong Tarif Jasa Pemanduan dan Penundaan yang Transparan dan Berkelanjutan

23 Juli 2026 - 16:11 WIB

Perkuat Perlindungan Hukum dan Aset, Pelindo Regional 2 Pontianak Teken Kerjasama dengan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat

23 Juli 2026 - 16:04 WIB

DAMRI Hadirkan Diskon Tiket Bus Hingga 20 Persen, Bepergian Lebih Hemat!

23 Juli 2026 - 12:57 WIB

Trending di JALUR