Menu

Mode Gelap
PTPN I Tempuh Restorative Justice, Mujiran Bebas dari Tuntutan Hukum Jelang Idul Adha, Kapal PELNI Angkut 825 Sapi dari Kupang ke Jakarta Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Antisipasi Guantibmas dan Kejahatan Jalanan Patroli Cipta Kondisi Stasioner Ciptakan Rasa Aman dan Cegah Gangguan Kamtibmas Puncak Ibadah Haji 1447 H, DAMRI Telah Layani 72 Ribu Jemaah pada Fase Keberangkatan di Berbagai Embarkasi Indonesia KCIC Beri Cashback hingga 50 Persen untuk Tiket PP Whoosh Saat Libur Panjang

NASIONAL

DPR Apresiasi Layanan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi

badge-check


 Tinjauan jemaah haji Indonesia oleh anggota DPR di Mekah Perbesar

Tinjauan jemaah haji Indonesia oleh anggota DPR di Mekah

Wartatrans.com, MEKAH – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Bambang Haryo Soekartono, mengapresiasi pelayanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Hal itu disampaikannya, usai meninjau langsung kondisi pasien di Klinik Kesehatan Ibadah Haji Indonesia (KKIH), Sabtu (23/5/2026).

“Penanganan medis terhadap jemaah berjalan baik, termasuk ketersediaan obat-obatan yang dinilai masih mencukupi untuk mendukung pelayanan kesehatan selama musim haji 2026,” ucapnya di Mekah, Arab Saudi.

Dia mengungkapkan, terdapat empat pasien yang menjalani rawat inap dan seluruhnya mendapatkan penanganan optimal dari tenaga kesehatan di KKIH.

“Melihat langsung kondisi pasien di KKIH, ada empat pasien yang mengalami rawat inap dan ditangani dengan baik. Namun, masih terdapat Obat-obatan sisa tahun lalu sekitar 60 persen dan stok baru sekitar 40 persen, sehingga beberapa pasien bisa diobati hingga sembuh,” ujar lelaki yang akrab disapa BHS.

BHS juga menyoroti angka jemaah yang wafat hingga menjelang puncak ibadah haji tahun 2026 yang mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Saat ini jumlah jemaah yang wafat tidak lebih dari 5 persen dibanding tahun lalu. Ini menjadi bukti bahwa perawatan dan penanganan kesehatan jemaah berjalan cukup baik,” Ujar BHS.

Menurut BHS, upaya pencegahan penyakit di tingkat kelompok terbang (kloter) juga berjalan cukup maksimal meski masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu di evaluasi.

Dia menilai deteksi dini terhadap kondisi kesehatan jemaah mampu mencegah penyakit berkembang menjadi lebih parah.

“Saya apresiasi kepada tim kesehatan karena jumlah jemaah yang wafat pada musim haji tahun ini jauh menurun dibanding tahun lalu. Saat ini tercatat 64 jemaah yang wafat hingga menjelang puncak haji. Ini bukti bahwa perawatan jemaah cukup bagus sehingga bisa ditangani dengan baik,” ujarnya.

Selain meninjau pelayanan kesehatan, BHS bersama anggota Timwas Haji DPR RI lainnya juga menyerap aspirasi dari tenaga medis dan masyarakat terkait sejumlah kendala layanan kesehatan di lapangan, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia (SDM) atau tenaga pendamping , fasilitas kesehatan yang sudah uzur perlu diganti, hingga fasilitas armada ambulans.

“Saat ini tersedia 15 ambulans dalam keadaan baik dan sembilan ambulans kurang layak untuk dioperasikan. Jumlah tersebut perlu ada peningkatan di tahun depan dalam melayani jemaah yang semakin lebih banyak untuk mendukung pelayanan kesehatan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, anggota DPR Daerah Pemilihan Jawa Timur I Surabaya-Sidoarjo itu juga menyoroti perlunya penguatan koordinasi lintas kementerian dalam penyelenggaraan KKIH.

Karena, KKIH akan dipindahkan ke kementerian haji sedangkan penanganan kesehatan ini sangat teknis.

“Saran saya, sebaiknya  dilakukan oleh kementerian kesehatan di bawah koordinasi kementerian haji, sehingga kementerian haji bisa mengkoordinir sebagai leading sektor yaitu Kementerian Perhubungan dibidang transportasi, Kementerian Kesehatan dibidang kesehatan, Ekonomi kreatif dan UMKM dibidang pelayanan akomodasi dan makanan sehingga diharapkan koordinasi antar kementerian ini dapat mensukseskan pelayanan jamaah haji, khususnya pelayanan kesehatan,” tutur BHS.

Dia mengapresiasi kualitas penyajian makanan yang cukup berlimpah, baik dan bergizi. Menurutnya, ketersediaan makanan seperti ayam, ikan, sayur, buah-buahan, hingga susu turut membantu menjaga kondisi kesehatan jemaah selama menjalankan ibadah haji.

“Pola konsumsi yang bergizi dan pelayanan kesehatan yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi jemaah tetap sehat selama menjalankan ibadah haji. Inilah yang turut berdampak pada menurunnya jumlah jemaah yang mengalami sakit,” tutupnya. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Puncak Ibadah Haji 1447 H, DAMRI Telah Layani 72 Ribu Jemaah pada Fase Keberangkatan di Berbagai Embarkasi Indonesia

25 Mei 2026 - 20:04 WIB

Pelindo Sunda Kelapa Terima Kunjungan Wisata Edukasi 12 Jalur Destinasi Jakarta Utara

24 Mei 2026 - 02:22 WIB

FIFGROUP Raih Penghargaan Diamond di Ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards 2026

24 Mei 2026 - 01:30 WIB

Apresiasi Pelanggan dan Warga, FIFGROUP Gelar Hajatan Cabang Depok II

24 Mei 2026 - 01:06 WIB

Pelindo Regional 2 Raih Digital Innovation Award 2026 untuk Inovasi Layanan Publik

23 Mei 2026 - 22:32 WIB

Pererat Solidaritas, DPP HMTI Konsolidasikan Organisasi Masyarakat Tabagsel di Jabodetabek

23 Mei 2026 - 22:23 WIB

Prabowo Panen Raya Udang Vaname di BUBK Kebumen

23 Mei 2026 - 16:10 WIB

Wapres Gibran: K-SIGN Rote Ndao Tonggak Kemandirian Garam Nasional

23 Mei 2026 - 08:16 WIB

Forum Kehumasan Pelindo Regional 4, Perkuat Kompetensi Komunikasi dan Keterbukaan Informasi

22 Mei 2026 - 15:24 WIB

IPCM Ukir Prestasi Lewat Penghargaan Indonesia Best CSR untuk Sektor Pilotage & Towage

22 Mei 2026 - 15:16 WIB

Trending di ANJUNGAN