Menu ✖

Mode Gelap
Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20% Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

NASIONAL

Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani

badge-check


 Kementerian PU di lokasi pascagempa NTT Perbesar

Kementerian PU di lokasi pascagempa NTT

Wartatrans.com, LABUAN BAJO – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menghadiri rapat koordinasi penanganan darurat pascagempa bumi Magnitudo 7,7 yang melanda kawasan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Ahad (16/8/2026).

Rapat koordinasi dilaksanakan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan terkoordinasi.

Rakor dipimpin Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dan dihadiri sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, unsur TNI dan Polri, serta kepala daerah.

Pertemuan membahas perkembangan kondisi di lapangan sekaligus langkah percepatan penanganan kebutuhan masyarakat terdampak gempa.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Dody menyampaikan perkembangan penanganan yang dilakukan Kementerian PU melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di NTT.

Sejumlah ruas jalan dan jembatan yang terdampak telah diperiksa, sementara penanganan pada titik-titik yang masih mengalami gangguan terus dikoordinasikan, agar akses masyarakat dapat segera kembali normal.

“Pagi tadi kami sudah cek kondisi di lapangan. Untuk beberapa titik sudah mulai tertangani, tetapi masih ada yang perlu kami selesaikan. Ada satu jembatan yang masih harus ditangani dan kami terus berpacu agar bisa segera ditangani,” ungkapnya.

Dia telah menginstruksikan jajaran UPT di lapangan untuk melakukan penanganan pada ruas-ruas jalan yang terdampak.

Penanganan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan akses yang dibutuhkan untuk mobilitas masyarakat serta mendukung distribusi bantuan dan pelayanan kedaruratan.

“Kami sudah koordinasikan dengan teman-teman balai (UPT) untuk bergerak ke titik-titik yang membutuhkan penanganan. Kalau ada kebutuhan tambahan, kami siap membantu dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lain,” imbuh dia.

Selain penanganan konektivitas, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya juga menyiapkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak.

Dukungan tersebut dilakukan melalui penyediaan sarana air bersih dan peralatan pendukung yang dimobilisasi ke lokasi yang membutuhkan.

Di Kabupaten Nagekeo, dukungan berupa tiga unit Mobil Tangki Air (MTA) telah tersedia. Sebanyak dua unit telah berada di lokasi, sementara satu unit lainnya merupakan MTA pinjam pakai dari penanganan banjir Mauponggo yang dapat dilanjutkan pemanfaatannya untuk mendukung penanganan bencana gempa.

Selain MTA, dukungan juga mencakup 16 unit hidran umum (HU). Sebanyak delapan unit merupakan dukungan yang tersedia untuk kebutuhan penanganan saat ini, sedangkan delapan unit lainnya merupakan HU pinjam pakai dari penanganan banjir Mauponggo.

“Terpenting sekarang adalah bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani,” ujar Menteri Dody.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari langkah cepat Kementerian PU dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Mobil tangki air dan hidran umum disiapkan untuk mendukung distribusi air, terutama pada wilayah yang mengalami gangguan terhadap akses atau layanan air bersih akibat gempa.

Menteri Dody menegaskan, penanganan bencana membutuhkan kerja bersama lintas kementerian dan lembaga, termasuk pemerintah daerah, TNI, dan Polri.

Karena itu, Kementerian PU terus melakukan koordinasi untuk memastikan dukungan infrastruktur dasar diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Kementerian PU melalui UPT di NTT akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi infrastruktur terdampak serta mempercepat penanganan pada titik yang mengganggu konektivitas.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan akses masyarakat, distribusi bantuan, serta pemenuhan kebutuhan dasar dapat berjalan selama masa tanggap darurat pascagempa Flores. (omy)

 

Baca Lainnya

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

MTI Ingatkan 3 Momentum September Jangan Hanya sebagai Seremoni Keselamatan

30 September 2026 - 10:21 WIB

Pelindo Solusi Digital dan Surveyor Indonesia Perkuat Kolaborasi Digital untuk Ekosistem Maritim

29 September 2026 - 23:07 WIB

Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

29 September 2026 - 23:00 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Early Booking, Pesan Tiket Lebih Awal Makin Hemat

29 September 2026 - 22:50 WIB

FIFGROUP Raih Penghargaan sebagai Trusted & Populer Brand 2026

29 September 2026 - 22:43 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Trending di NASIONAL