Menu

Mode Gelap
3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores Besok, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Berkumandang Serentak di 37 Bandara InJourney Airports Bergerak Bersama, KMP Ile Labalekan ASDP Turut Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT

NASIONAL

Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani

badge-check


 Kementerian PU di lokasi pascagempa NTT Perbesar

Kementerian PU di lokasi pascagempa NTT

Wartatrans.com, LABUAN BAJO – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menghadiri rapat koordinasi penanganan darurat pascagempa bumi Magnitudo 7,7 yang melanda kawasan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Ahad (16/8/2026).

Rapat koordinasi dilaksanakan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan terkoordinasi.

Rakor dipimpin Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dan dihadiri sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, unsur TNI dan Polri, serta kepala daerah.

Pertemuan membahas perkembangan kondisi di lapangan sekaligus langkah percepatan penanganan kebutuhan masyarakat terdampak gempa.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Dody menyampaikan perkembangan penanganan yang dilakukan Kementerian PU melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di NTT.

Sejumlah ruas jalan dan jembatan yang terdampak telah diperiksa, sementara penanganan pada titik-titik yang masih mengalami gangguan terus dikoordinasikan, agar akses masyarakat dapat segera kembali normal.

“Pagi tadi kami sudah cek kondisi di lapangan. Untuk beberapa titik sudah mulai tertangani, tetapi masih ada yang perlu kami selesaikan. Ada satu jembatan yang masih harus ditangani dan kami terus berpacu agar bisa segera ditangani,” ungkapnya.

Dia telah menginstruksikan jajaran UPT di lapangan untuk melakukan penanganan pada ruas-ruas jalan yang terdampak.

Penanganan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan akses yang dibutuhkan untuk mobilitas masyarakat serta mendukung distribusi bantuan dan pelayanan kedaruratan.

“Kami sudah koordinasikan dengan teman-teman balai (UPT) untuk bergerak ke titik-titik yang membutuhkan penanganan. Kalau ada kebutuhan tambahan, kami siap membantu dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lain,” imbuh dia.

Selain penanganan konektivitas, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya juga menyiapkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak.

Dukungan tersebut dilakukan melalui penyediaan sarana air bersih dan peralatan pendukung yang dimobilisasi ke lokasi yang membutuhkan.

Di Kabupaten Nagekeo, dukungan berupa tiga unit Mobil Tangki Air (MTA) telah tersedia. Sebanyak dua unit telah berada di lokasi, sementara satu unit lainnya merupakan MTA pinjam pakai dari penanganan banjir Mauponggo yang dapat dilanjutkan pemanfaatannya untuk mendukung penanganan bencana gempa.

Selain MTA, dukungan juga mencakup 16 unit hidran umum (HU). Sebanyak delapan unit merupakan dukungan yang tersedia untuk kebutuhan penanganan saat ini, sedangkan delapan unit lainnya merupakan HU pinjam pakai dari penanganan banjir Mauponggo.

“Terpenting sekarang adalah bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani,” ujar Menteri Dody.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari langkah cepat Kementerian PU dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Mobil tangki air dan hidran umum disiapkan untuk mendukung distribusi air, terutama pada wilayah yang mengalami gangguan terhadap akses atau layanan air bersih akibat gempa.

Menteri Dody menegaskan, penanganan bencana membutuhkan kerja bersama lintas kementerian dan lembaga, termasuk pemerintah daerah, TNI, dan Polri.

Karena itu, Kementerian PU terus melakukan koordinasi untuk memastikan dukungan infrastruktur dasar diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Kementerian PU melalui UPT di NTT akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi infrastruktur terdampak serta mempercepat penanganan pada titik yang mengganggu konektivitas.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan akses masyarakat, distribusi bantuan, serta pemenuhan kebutuhan dasar dapat berjalan selama masa tanggap darurat pascagempa Flores. (omy)

 

Baca Lainnya

3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops

16 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Gempa M7,7 NTT, Jaringan Jalan Flores Terdampak

16 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Presiden Prabowo: Pemerintah telah Jalankan 121 Kebijakan Transformatif

15 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Doorprize Umrah bagi Pelanggan Setia FIFGROUP di Hajatan Cabang Syariah 2026

14 Agustus 2026 - 10:32 WIB

Semarak HUT RI, Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar Perkuat Kolaborasi

14 Agustus 2026 - 10:28 WIB

PJM dan Tentara Perkuat Sinergi, Delapan Perwira TNI AL Ikuti Pendidikan Pandu Tingkat II

14 Agustus 2026 - 10:23 WIB

DAMRI Berbagi Pengalaman Pengelolaan Bus Listrik, Dorong Transportasi Hijau di Indonesia

14 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Pelindo Perkuat Ekosistem Vendor Regional 4, Gelar Sosialisasi Kebijakan Pengadaan Tahun 2026

14 Agustus 2026 - 06:44 WIB

Wamenhub Suntana Dukung Merdeka Emisi Pelindo untuk Dorong Pelabuhan Lebih Hijau

13 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Trending di ANJUNGAN