Wartatrans.com, TAKENGON — Upaya memperkuat kembali komunikasi dan konsolidasi pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) terus dilakukan. Hal itu mengemuka dalam pertemuan melalui Zoom yang digelar pada Ahad (16/8/2026), yang mempertemukan sejumlah tokoh dan pejuang ALA dari wilayah yang masuk dalam rencana pembentukan ALA.
Pertemuan yang dimoderatori Ketua ALA Aceh Tengah, Zam Zam Mubarak, tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menggelar pertemuan lanjutan secara langsung. Pertemuan itu nantinya akan melibatkan para pejuang ALA dari enam kabupaten dan kota yang tergabung dalam plotting ALA, sekaligus mengundang para bupati dan wali kota dari wilayah tersebut.

Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam menegaskan bahwa perjuangan pembentukan ALA harus ditempatkan dalam kerangka memperkuat Aceh, bukan sebaliknya.
Dalam pertemuannya dengan Wali Nanggroe, Rahmat Salam menyampaikan pandangan bahwa pemekaran ALA justru dapat memperkuat kedudukan dan peran Wali Nanggroe di masa mendatang.
“Pemekaran ALA justru untuk menguatkan Wali Nanggroe. Kelak Wali Nanggroe dapat membawahi beberapa provinsi yang dahulunya tergabung dalam satu Provinsi Aceh,” ujar Rahmat dalam pertemuan tersebut.
Menurutnya, gagasan tersebut perlu dilihat dalam perspektif historis dan kelembagaan. Pembentukan provinsi baru tidak semata-mata berbicara mengenai pemekaran wilayah administratif, tetapi juga bagaimana struktur pemerintahan dan kekhususan Aceh dapat tetap terjaga serta semakin kuat.
Pertemuan lanjutan secara langsung dinilai penting untuk menyatukan kembali langkah para tokoh dan pejuang ALA yang selama ini bergerak di masing-masing daerah.
Dalam forum tersebut, keterlibatan kepala daerah juga menjadi salah satu agenda penting. Para bupati dan wali kota dari enam kabupaten dan kota yang masuk dalam plotting ALA diharapkan dapat hadir untuk mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat sekaligus membahas langkah konkret yang dapat dilakukan bersama.
Forum tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai komunikasi antartokoh, tetapi berkembang menjadi ruang konsolidasi yang lebih terstruktur.
Peserta Zoom meeting juga menyepakati agar komunikasi dan konsolidasi mengenai ALA dilakukan secara berkelanjutan. Pertemuan melalui Zoom diharapkan dapat menjadi agenda rutin setiap bulan.
Dengan agenda rutin tersebut, perkembangan perjuangan pembentukan ALA dapat terus dipantau, sekaligus menjadi ruang bertukar informasi antara pengurus, tokoh masyarakat, dan para pejuang ALA di berbagai daerah.
Rahmat menekankan pentingnya menjaga komunikasi agar seluruh elemen yang mendukung pembentukan ALA memiliki arah perjuangan yang sama.
Pertemuan Ahad malam tersebut menjadi salah satu langkah awal untuk kembali memperkuat konsolidasi setelah perjalanan panjang perjuangan pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara.
Agenda berikutnya diharapkan dapat mempertemukan langsung para pejuang ALA dari enam kabupaten dan kota bersama para kepala daerahnya, sehingga pembahasan mengenai masa depan ALA dapat dilakukan secara lebih terbuka, terukur, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.*** (Jasa)


























