Menu

Mode Gelap
Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

RAGAM

Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

badge-check


 Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat Perbesar

Wartatrans.com, MAGELANG — Di teras pelataran Balai Dusun Ngaran I, Desa Borobudur, terhampar tikar yang menjadi satu hamparan kasih dan persaudaraan. Pada malam Minggu, 16 Agustus 2026, tepat pukul 19.30 WIB hingga larut malam, segenap warga Dusun Ngaran I berkumpul dalam Tirakatan 17 Agustus, sebuah peringatan yang bukan sekadar tradisi, melainkan wujud syukur yang tumbuh dari kebersamaan, dan penghormatan yang tulus bagi perjuangan para pendahulu bangsa.

Suasana berawal dari kesederhanaan yang penuh hikmat. Acara dibuka dengan khidmat oleh ketua panitia remaja, Noval, yang membuka jalan bagi seluruh rangkaian peringatan. Kata sambutan yang hangat namun bermakna disampaikan oleh Kepala Dusun, Bapak Maryoto—ucapan yang merangkai harapan agar semangat kemerdekaan terus hidup dalam kebersamaan warga, dalam menjaga kedamaian dan kerukunan di tanah yang dipijak.

Saat penyampaian susunan acara, MC Surayem menyisipkan pesan yang lembut namun tegas: mengajak segenap hadirin untuk menjaga kesakralan peringatan ini dengan ketulusan hati dan ketertiban, sebagai bentuk penghormatan tertinggi bagi jasa para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan bangsa.

Ketika lagu Himne Pahlawan bergema, suasana berubah menjadi semakin khidmat. Dipimpin dengan penuh perasaan oleh dirigen Girika Gajatri, dan diiringi dengan alunan nada yang menyentuh hati oleh Yunior (keyboardis), adik dari Ribka—setiap baris lirik seolah menjadi doa yang terangkai dalam suara warga yang bersatu, mengingat kembali pengorbanan luhur mereka yang telah membela tanah air hingga titik darah penghabisan.

Kedalaman makna peringatan ini terpatri pula dalam doa yang dipimpin oleh Kyai Imam Mahroji, yang mengisi setiap jeda acara dengan permohonan yang tulus: semoga bangsa ini senantiasa diberkahi, persatuan tetap terjaga, dan semangat pengorbanan para pahlawan terus bersemi di hati setiap generasi.

Di luar rangkaian acara itu, keindahan malam itu terlukis dalam kesederhanaan yang menyentuh hati. Warga hadir duduk berlesehan, tanpa sekat, tanpa jarak—anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua duduk berdampingan dalam satu hamparan tikar. Masing-masing membawa tiga bungkus nasi per keluarga, lalu disantap bersama dalam keakraban yang hangat, berbagi rasa dan cerita, seolah seluruh dusun adalah satu keluarga besar yang tak terpisahkan.

Malam itu, Balai Dusun Ngaran I bukan sekadar tempat berkumpul. Ia menjadi saksi: bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang kemenangan di masa lalu, melainkan tentang bagaimana kita merawatnya dengan kebersamaan. Bahwa peringatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan napas yang mengikat kita semua—satu rasa, satu harapan, dan satu tekad untuk terus menjaga persatuan, sebagaimana para pahlawan dahulu menjaga tanah air ini hingga titik darah penghabisan.

Acara berjalan lancar hingga selesai, dibalut suasana damai yang menyisakan kehangatan di setiap hati yang hadir.*** (Priyo)

Baca Lainnya

Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe

16 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

16 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Penanganan Bencana Lambat, Hasil Bumi Dikeruk, Tapi Butir MoU Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah Pusat. Aceh Sudah Muak!

16 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Semarang Terancam Rob Permanen, Tanahnya Amblas 12 Sentimeter Pertahun

16 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Delegasi Rimba Raya Kecam Keras Insiden Pelecehan Budaya Aceh di Panggung Jamnas: “Jangan Lupakan Sejarah Aceh”

16 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Gempa M6,4 Simalungun Terasa hingga Aceh Tengah, Warga Berhamburan Keluar Rumah

15 Agustus 2026 - 19:41 WIB

Trending di RAGAM