Wartatrans.com, BENER MERIAH – Sebanyak 30 ton beras bantuan Presiden Republik Indonesia tiba di Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, pada Senin, 1 Desember 2025. Bantuan tersebut diangkut menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara (AU) sebagai respons atas kondisi darurat yang melanda kawasan tengah Aceh.
Selain membawa bantuan beras, pesawat Hercules itu juga mengangkut 20 orang rombongan utusan Presiden Prabowo, termasuk di antaranya Menteri Hari Mukti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Transmigrasi.

“Kami fokus mengangkut beras terlebih dahulu. Bantuan ini dikirim dari Lanud Medan, Sumatera Utara,” ujar Kapten Penerbang Panggih dari Skadron Udara 32 kepada AJNN saat ditemui di Bandara Rembele.
Kapten Panggih menyebutkan, penyaluran bantuan melalui jalur udara akan terus dilakukan selama akses darat ke wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah masih terganggu. Distribusi kali ini merupakan pengiriman perdana ke Bandara Rembele menggunakan pesawat TNI AU.
Di tengah situasi darurat, persediaan bahan bakar minyak (BBM) di daerah tersebut telah habis. Warga berharap agar suplai BBM dapat diangkut menggunakan pesawat PT Pertamina demi memenuhi kebutuhan mendesak.
“Kami mengandalkan mesin genset untuk sumber listrik. Tapi sekarang tak bisa mengisi tangki karena minyak tidak tersedia di SPBU,” ujar seorang warga.
Ketiadaan BBM membuat aktivitas masyarakat semakin terbatas, terutama bagi mereka yang membutuhkan pasokan energi untuk penerangan, komunikasi, dan kebutuhan dasar lainnya.*** (Jasa)




















