Menu ✖

Mode Gelap
Penumpang KA Joglosemarkerto Tembus 1,1 Juta hingga September 2026, Naik 9,73 Persen Tarif TransJakarta Disesuaikan 2027 Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% APJAPI Nilai Layanan Bagasi Citilink Bertentangan dengan Aturan Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private

ANJUNGAN

Peringati Bulan K3 Nasional, IPC TPK Dorong Penerapan Defensive Driving di Lingkungan Pelabuhan

badge-check


 Penyelenggaraan QHSSE Forum 2026 IPC Terminal Petikemas. Foto istimewa/IPC TPK Perbesar

Penyelenggaraan QHSSE Forum 2026 IPC Terminal Petikemas. Foto istimewa/IPC TPK

Yandri Trisaputra, Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok memberikan sambutan dalam QHSSE Forum IPC TPK Tahun 2026. Foto istimewa/IPC TPK

Wartatrans.com, JAKARTA – Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menggelar QHSSE Forum bertema “Defensive Driving” di Museum Maritim Indonesia, Kamis (12/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan di lingkungan pelabuhan yang dinamis dan berisiko tinggi.

Forum dihadiri Direktur Utama IPC TPK Guna Mulyana, Direktur Operasi dan Teknik IPC TPK Ahmad Mimbar, perwakilan entitas di lingkungan Pelindo Group, mitra kerja, serta para pemangku kepentingan yang beroperasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta sebagai bentuk kepedulian terhadap aspek kesehatan pekerja.

Acara dibuka oleh Yandri Trisaputra, Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keselamatan operasional harus dimulai dari kedisiplinan individu. “Keselamatan di lingkungan pelabuhan dimulai dari kedisiplinan diri. Defensive driving bukan hanya soal teknik berkendara, tetapi juga tentang sikap, mental, dan kemampuan mengendalikan emosi di tengah tekanan operasional,” ujar Yandri.

Mengangkat tema Defensive Driving, forum ini membahas pentingnya kesadaran situasional, kewaspadaan terhadap blind spot alat berat, kepatuhan terhadap jalur operasional, serta pengendalian emosi saat berinteraksi dengan lalu lintas logistik di area pelabuhan.

Sebagai kawasan dengan mobilitas tinggi mulai dari truk kontainer, reach stacker, RTGC, hingga kendaraan operasional lainnya, pelabuhan memiliki tingkat potensi risiko kecelakaan yang signifikan. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, secara nasional kasus kecelakaan kerja masih berada di angka ratusan ribu per tahun, dengan sektor transportasi dan pergudangan menjadi salah satu kontributor utama. Di lingkungan pelabuhan sendiri, penerapan defensive driving dinilai menjadi langkah strategis untuk menekan potensi insiden yang dapat berdampak pada keselamatan pekerja sekaligus kelancaran arus logistik.

QHSSE Forum ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bulan K3 Nasional melengkapi upaya penguatan budaya K3 IPC TPK yang berkelanjutan seperti safety induction, refreshment K3 bagi operator alat dan pengemudi truk, inspeksi keselamatan (safety patrol) dan audit kepatuhan penggunaan APD, simulasi tanggap darurat dan penanganan kecelakaan kerja, kampanye internal “Safety Starts With Me”, pemeriksaan kesehatan berkala bagi pekerja operasional serta pengelolaan Dangerous Goods dengan SOP penanganan Barang Berbahaya dan Beracun (B3) guna memastikan proses bongkar muat tetap aman tanpa mengganggu kelancaran operasional terminal.

Manajemen IPC TPK menegaskan bahwa keselamatan kerja memiliki korelasi langsung dengan produktivitas dan kelancaran kegiatan bongkar muat. Setiap insiden, sekecil apa pun, berpotensi mengganggu operasional terminal, memperlambat pergerakan kontainer, dan berdampak pada rantai pasok nasional.

Melalui penguatan budaya keselamatan dan penerapan defensive driving secara kolaboratif bersama mitra kerja, dan pengguna jasa, IPC TPK menargetkan terciptanya zero accident environment sekaligus memastikan kegiatan bongkar muat berjalan aman, tertib, dan efisien.

Corporate Secretary IPC TPK Pramestie Wulandary menegaskan bahwa aspek keselamatan merupakan fondasi utama kinerja operasional perusahaan.

“Sebagian besar aktivitas di terminal petikemas melibatkan pergerakan alat dan kendaraan berat. Karena itu, defensive driving menjadi kompetensi wajib bagi seluruh personel dan mitra kerja. Kami ingin memastikan setiap individu memahami bahwa satu kelalaian kecil dapat berdampak besar terhadap keselamatan dan kelancaran operasional,” ujarnya.

Sebagai bagian dari Pelindo Group, IPC TPK berkomitmen untuk terus mendorong implementasi budaya K3 secara konsisten dan terintegrasi, guna mendukung terciptanya pelabuhan yang selamat, andal, dan berdaya saing.(ahmad)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal

6 Oktober 2026 - 17:04 WIB

BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85%

6 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private

6 Oktober 2026 - 14:35 WIB

8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai

6 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Kekeringan Hampir Empat Bulan, Bupati Fakfak Kerahkan Seluruh OPD Bantu Salurkan Air Bersih

6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Almujaini Abdul Karim Kembali Pimpin Musara Gayo Jabodetabek

6 Oktober 2026 - 12:54 WIB

ASDP Nyatakan Layanan Ketapang–Gilimanuk Kembali Lancar

6 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Kabut Asap Selimuti Karas, Polisi Sektor Karas Bagikan Masker kepada Warga Malakuli.

6 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Becak Listrik Prabowo: Ketika Teknologi Datang ke Jalanan Rakyat

6 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Putra Aceh Dipercaya Duduki Kursi BPK RI, Khaidir Abdurrahman Siap Emban Amanah

6 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Trending di RAGAM