Menu ✖

Mode Gelap
H. Fikri Prihatin Kenakalan Remaja Kembali Marak di Kabupaten Bogor, Semua Pihak Diminta Turun Tangan Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan Kabut Asap Kepung Fakfak, Warga Bertahan di Rumah, Kualitas Udara Mengancam Kesehatan Kemenhub Optimistis Zero ODOL Dimulai 1 Januari 2027 Kabut Asap Selimuti Fakfak, Penerbangan di Bandara Siboru Dihentikan Sementara SCI Apresiasi Pelaku Usaha Lewat Indonesia Logistics Awards 2026

PERISTIWA

30 Ton Beras Bantuan Presiden Tiba di Bandara Rembele Bener Meriah

badge-check


 30 Ton Beras Bantuan Presiden Tiba di Bandara Rembele Bener Meriah Perbesar

Wartatrans.com, BENER MERIAH – Sebanyak 30 ton beras bantuan Presiden Republik Indonesia tiba di Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, pada Senin, 1 Desember 2025. Bantuan tersebut diangkut menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara (AU) sebagai respons atas kondisi darurat yang melanda kawasan tengah Aceh.

Selain membawa bantuan beras, pesawat Hercules itu juga mengangkut 20 orang rombongan utusan Presiden Prabowo, termasuk di antaranya Menteri Hari Mukti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Transmigrasi.

“Kami fokus mengangkut beras terlebih dahulu. Bantuan ini dikirim dari Lanud Medan, Sumatera Utara,” ujar Kapten Penerbang Panggih dari Skadron Udara 32 kepada AJNN saat ditemui di Bandara Rembele.

Kapten Panggih menyebutkan, penyaluran bantuan melalui jalur udara akan terus dilakukan selama akses darat ke wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah masih terganggu. Distribusi kali ini merupakan pengiriman perdana ke Bandara Rembele menggunakan pesawat TNI AU.

Di tengah situasi darurat, persediaan bahan bakar minyak (BBM) di daerah tersebut telah habis. Warga berharap agar suplai BBM dapat diangkut menggunakan pesawat PT Pertamina demi memenuhi kebutuhan mendesak.

“Kami mengandalkan mesin genset untuk sumber listrik. Tapi sekarang tak bisa mengisi tangki karena minyak tidak tersedia di SPBU,” ujar seorang warga.

Ketiadaan BBM membuat aktivitas masyarakat semakin terbatas, terutama bagi mereka yang membutuhkan pasokan energi untuk penerangan, komunikasi, dan kebutuhan dasar lainnya.*** (Jasa)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

H. Fikri Prihatin Kenakalan Remaja Kembali Marak di Kabupaten Bogor, Semua Pihak Diminta Turun Tangan

13 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan

13 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Kabut Asap Kepung Fakfak, Warga Bertahan di Rumah, Kualitas Udara Mengancam Kesehatan

13 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan

12 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Rocky Gerung Minta Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ingatkan Prabowo Jangan Terseret Polemik

12 Oktober 2026 - 16:40 WIB

CELIOS Merilis Menteri Terburuk dan Terbaik 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Siapa Saja?

12 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng

12 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Trending di RAGAM