Menu

Mode Gelap
Banjir Limbah 57.000 Ton Baterai Bekas: Hantu Pasar Gelap dan Ancaman bagi Industri Nikel Indonesia KAI Catat KA Makassar-Parepare Layani Lebih dari 1 Juta Penumpang Sejak Beroperasi, Semester I 2026 Meningkat 15,44 Persen Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran KAI Angkut 123.810 Ton Barang Retail pada Semester I 2026, Naik 5,06 Persen For-PAS Soroti Belanja Publikasi Media Online Rp260 Juta, Minta Dinas Pariwisata Berlaku Adil kepada Seluruh Media

PERISTIWA

30 Ton Beras Bantuan Presiden Tiba di Bandara Rembele Bener Meriah

badge-check


 30 Ton Beras Bantuan Presiden Tiba di Bandara Rembele Bener Meriah Perbesar

Wartatrans.com, BENER MERIAH – Sebanyak 30 ton beras bantuan Presiden Republik Indonesia tiba di Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, pada Senin, 1 Desember 2025. Bantuan tersebut diangkut menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara (AU) sebagai respons atas kondisi darurat yang melanda kawasan tengah Aceh.

Selain membawa bantuan beras, pesawat Hercules itu juga mengangkut 20 orang rombongan utusan Presiden Prabowo, termasuk di antaranya Menteri Hari Mukti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Transmigrasi.

“Kami fokus mengangkut beras terlebih dahulu. Bantuan ini dikirim dari Lanud Medan, Sumatera Utara,” ujar Kapten Penerbang Panggih dari Skadron Udara 32 kepada AJNN saat ditemui di Bandara Rembele.

Kapten Panggih menyebutkan, penyaluran bantuan melalui jalur udara akan terus dilakukan selama akses darat ke wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah masih terganggu. Distribusi kali ini merupakan pengiriman perdana ke Bandara Rembele menggunakan pesawat TNI AU.

Di tengah situasi darurat, persediaan bahan bakar minyak (BBM) di daerah tersebut telah habis. Warga berharap agar suplai BBM dapat diangkut menggunakan pesawat PT Pertamina demi memenuhi kebutuhan mendesak.

“Kami mengandalkan mesin genset untuk sumber listrik. Tapi sekarang tak bisa mengisi tangki karena minyak tidak tersedia di SPBU,” ujar seorang warga.

Ketiadaan BBM membuat aktivitas masyarakat semakin terbatas, terutama bagi mereka yang membutuhkan pasokan energi untuk penerangan, komunikasi, dan kebutuhan dasar lainnya.*** (Jasa)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran

6 Juli 2026 - 17:30 WIB

For-PAS Soroti Belanja Publikasi Media Online Rp260 Juta, Minta Dinas Pariwisata Berlaku Adil kepada Seluruh Media

6 Juli 2026 - 17:01 WIB

Hadirkan Genre Bisnis Baru, 10 Bioskop Mini Alfamart Siap Ramaikan Jagat Hiburan

6 Juli 2026 - 16:35 WIB

Warga Desa Gunung Bakti Bersatu Dukung Salamudin Syah (Edy Orga) Maju Pimpin Desa

6 Juli 2026 - 00:05 WIB

Sumur Minyak Tradisional di Darul Ihsan Aceh Timur Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

5 Juli 2026 - 23:59 WIB

LDII Sulsel Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Sulsel, Tegaskan Komitmen Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Juli 2026 - 20:12 WIB

20 Muharram 1448 H: Momentum Memperkuat Iman, Hijrah, dan Kepedulian Sosial

5 Juli 2026 - 12:45 WIB

Walikota Langsa Rombak Kabinet Secara Besar besaran 

5 Juli 2026 - 05:24 WIB

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Krakatau Bergerak ke Barat, Belum Berdampak pada Bandara dan Jalur Penerbangan

4 Juli 2026 - 15:09 WIB

Trending di RAGAM