Menu

Mode Gelap
Menahun Bertahan Dengan Jalan Rusak, Warga Pakansari Desak Pemkab Bogor Segera Lakukan Perbaikan DAMRI dan BPTD Kelas II Makassar Teken Kontrak Angkutan Perintis Tahun 2026 KKP dan TNI AL Lakukan Survei Hidro-Oseanografi Dukung Pembangunan Tanggul Laut KAI Daop 7 Madiun Dorong Pariwisata Daerah Lewat Program Rail Tour Jawa Timur Jelang Libur Panjang Isra Miraj, Arus Kedatangan Penumpang di Daop 6 Yogyakarta Naik 41 Persen Libur Panjang Isra Mikraj, KAI Catat Lonjakan Perjalanan Penumpang Kereta Api

PERISTIWA

30 Ton Beras Bantuan Presiden Tiba di Bandara Rembele Bener Meriah

badge-check


					30 Ton Beras Bantuan Presiden Tiba di Bandara Rembele Bener Meriah Perbesar

Wartatrans.com, BENER MERIAH – Sebanyak 30 ton beras bantuan Presiden Republik Indonesia tiba di Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, pada Senin, 1 Desember 2025. Bantuan tersebut diangkut menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara (AU) sebagai respons atas kondisi darurat yang melanda kawasan tengah Aceh.

Selain membawa bantuan beras, pesawat Hercules itu juga mengangkut 20 orang rombongan utusan Presiden Prabowo, termasuk di antaranya Menteri Hari Mukti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Transmigrasi.

“Kami fokus mengangkut beras terlebih dahulu. Bantuan ini dikirim dari Lanud Medan, Sumatera Utara,” ujar Kapten Penerbang Panggih dari Skadron Udara 32 kepada AJNN saat ditemui di Bandara Rembele.

Kapten Panggih menyebutkan, penyaluran bantuan melalui jalur udara akan terus dilakukan selama akses darat ke wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah masih terganggu. Distribusi kali ini merupakan pengiriman perdana ke Bandara Rembele menggunakan pesawat TNI AU.

Di tengah situasi darurat, persediaan bahan bakar minyak (BBM) di daerah tersebut telah habis. Warga berharap agar suplai BBM dapat diangkut menggunakan pesawat PT Pertamina demi memenuhi kebutuhan mendesak.

“Kami mengandalkan mesin genset untuk sumber listrik. Tapi sekarang tak bisa mengisi tangki karena minyak tidak tersedia di SPBU,” ujar seorang warga.

Ketiadaan BBM membuat aktivitas masyarakat semakin terbatas, terutama bagi mereka yang membutuhkan pasokan energi untuk penerangan, komunikasi, dan kebutuhan dasar lainnya.*** (Jasa)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menahun Bertahan Dengan Jalan Rusak, Warga Pakansari Desak Pemkab Bogor Segera Lakukan Perbaikan

15 Januari 2026 - 22:09 WIB

DAMRI dan BPTD Kelas II Makassar Teken Kontrak Angkutan Perintis Tahun 2026

15 Januari 2026 - 22:03 WIB

Warga Desa Atu Payung Diusulkan Direlokasi, Ancaman Longsor dari Gunung Kera Kian Mengkhawatirkan

15 Januari 2026 - 19:39 WIB

Akses Jalan Belum Terbuka, 50 Hari Pascabencana Karang Ampar Masih Terisolasi

15 Januari 2026 - 19:32 WIB

Anggota DPR Kesal Menteri KP Tak Beri Tahu Kunjungan ke Aceh Tamiang

15 Januari 2026 - 17:04 WIB

Trending di PERISTIWA